Aku Indonesia, Marsudirini Nyanting

Ada banyak cara untuk memperingati hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober. Batik, sebagai salah satu warisan budaya, sudah sepatutnya sebagai warga negara harus itu melestarikannya. Batik merupakan salah satu warisan nusantara yang unik berupa kain bermotif tertentu. Setiap motif batik mencerminkan aspek-aspek kehidupan dari masyarakat Indonesia. Karena begitu bernilainya warisan nusantara tersebut, SD Marsudirini terlibat aktif dalam upaya pengenalan dan pelestarian batik kepada para siswa. Membatik merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ada di SD Marsudirini St Yoseph Muntilan, dan merupakan ekstrakurikuler wajib bagi kelas IV.

Oleh karena itu, salah satu cara yang dilakukan SD Marsudirini St Yoseph untuk merayakan hari Batik adalah dengan mengadakan kegiatan membatik bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 November 2019. Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Aku Indonesia, Marsudirini Nyanting”.

Selain seluruh warga SD Marsudirini St Yoseph, sekolah juga mengundang komite sekolah, orang tua peserta didik yang memiliki waktu luang dan secara khusus sekolah mengudang peserta didik dari TK Santa Theresia dan TK Kanisius Siswa Siwi.

Pagi itu, hujan gerimis menjadikan kami was-was apakah kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar atau tidak. Kami melakukan doa dan renungan pagi di kelas masing – masing karena gerimis. Setelah doa dan menunggu sekitar 30 menit, akhirnya hujan mulai mereda. Siswa berbaris dihalaman sekolah, dengan mendengar beberapa penjelasan bekaitan kegiatan membatik bersama, sambil menunggu adik-adik dari TK Santa Theresia dan TK Kanisius Siswa Siwi datang.

Sebagai koordinator kegiatan ini, Bu Eri membagi peserta didik dalam beberapa kelompok berdasarkan kelas masing-masing. Selain Bu Eri, acara juga di pandu oleh Pak Yoyok. Untuk adik-adik TK St Theresia dan TK Kanisius Siswa Siwi kegiatan dengan mewarnai batik secara berkelompok ( 1 kelompok 3 anak), dilaksanakan di aula Asrama Marsudirini Muntilan. Kelas I sampai kelas III juga mewarnai batik namun dilakukan sendiri-sendiri. Untuk kelas III sampai kelas VI, anak-anak mencanting dan menwarnai batik, sketsa gambar sudah tersedia. Untuk peralatan, semua sudah disediakan oleh sekolah. Sebelum memulai kegiatan, ada sedikit pengantar dari Pak Kelik tentang kegiatan membatik. Beliau merupakan pengajar ekstrakurikuler membatik dan memiliki galeri batik di Magelang. Setelah sambutan dari Pak Kelik, semua peserta didik, Guru, Karyawan , Komite serta orang tua siswa yang hadir, dipersilahkan untuk membatik kain sepanjang 7 m dan lebar 2 m yang sudah dipersiapkan panitia. Meskipun gerimis tapi kami semua tetap semangat. Adik-adik TK sangat menikmati kegiatan ini, karena merupakan pengalaman pertama mereka mewarnai kain batik. Untuk adik-adik TK kegiatan hanya berlangsung sampai pukul 09.00.

Kami semua larut dari kegiatan tersebut, peserta didik pun sangat fokus dalam mencanting. Satu kompor malam, bisa digunakan untuk 4-5 siswa. Meski beberapa kompor sempat terbakar karena terlalu besar sehingga membakar malam diatasnya. Namun, semua dapat terkendali. Untuk proses pewarnaan akhir, dilakukan oleh Pak Kelik dan timnya. Hasil membatik tidak dapat langsung dibawa pulang karena harus dijemur terlebih dahulu. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama.

Banyak nilai luhur yang bisa diambil oleh para siswa dengan belajar membatik, seperti mengembangkan kreatifitas atau daya cipta, pembentukan karakter, menghargai proses, hingga memunculkan dan mengembangkan sifat kewirausahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.