Retret

SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan adalah sekolah dasar yang bukan hanya mengedepankan kecerdasan akademik siswa, namun membantu siswa mengasah rasa untuk dapat mengolah budi dan emosi mereka. Tradisi tahunan bagi siswa kelas VI SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan adalah selalu disediakan waktu untuk bermeditasi doa  guna membekali mereka memasuki masa ujian dan mempersiapkan mental untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi. 

Bertempat di Biara St. Fransiskus Asisi Muntilan yang tenang dan teduh dengan berbagai fasilitas yang memadai mereka melaksanakan retreat. Dipandu oleh Suster yang hangat dan bersahabat, didukung pemandangan taman yang asri, udara yang segar, air sungai yang gemericik serta diiringi celoteh burung membuat hati merasa damai dan nyaman untuk retreat.

Meditasi sangat bermanfaat bagi kita, mengapa? Bahkan, di dalam injil Markus 6:30-34, 45-46 Tuhan Yesus memberi teladan untuk menarik diri pergi ke tempat yang sunyi bersama murid-muridnya. Tuhan Yesus melakukan retreat untuk berhenti sejenak dari pekerjaanNya melayani pengikutNya.

Selain meningkatkan rasa cinta kepada Ilahi dan merasakan serta mendengarkan kehadiranNya dalam setiap sudut kehidupan, retreat memberikan kesempatan untuk beristirahat secara fisik dan psikis, sehingga badan menjadi segar dan tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna hidup. Siswa diajak untuk merenungkan apa yang telah dilakukan, merenungkan karya Tuhan dan memperoleh kesegaran kembali untuk  bersemangat dalam belajar. Bermeditasi juga melatih siswa untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, berpikir, dan bertindak. Mereka juga dilatih untuk mengolah rasa dalam hal memberi dan menerima mereka menjadi lebih ikhlas. Siswa disadarkan untuk tidak merasa terlalu bangga dan jumawa dengan apa yang merekamiliki. Di samping itu, retreat dapat menghindarkan stres dan menjaga kesehatan.

Tiap siswa  pasti memiliki masalah masing-masing. Seiring berjalannya waktu, masalah terus datang silih berganti dan menuntut penyelesaian. Retreat membantu mengenali diri dan masalahnya. Meditasi membuat siswa menyadari permasalahan dengan memunculkan permasalahan ke permukaan sehingga dapat menyadarkan, mengenali ketakutan (entah itu keinginan atau kebencian) dan mengendalikan masalah agar tidak menjadi besar dan membuat mereka menderita. Dengan ketenangan yang diperoleh maka siswa diharapkan menjadi mudah untuk beristirahat sehingga badan lebih sehat. Dan sebagaimana kunci, maka kita sendirilah yang harus membuka pintu.