Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
18 Agustus 2021

Mengenang, Meneladan Para Pahlawan dan Mengisi Kemerdekaan

Rabu, 18 Agustus 2021 Kategori : Berita Sekolah / Blog

Apa kabar anak-anak terkasih? Pasti semangat semuanya ya! Siapa tahu, kapan kitamemperingati Hari Kemerdekaan Indonesia? Pasti semuanya tahu. Ya, betul…. 17 Agustus.Yuks, kita sedikit bernostalgia tentang hari bersejarah bangsa kita tercinta ini! Bagaimana perjuangan para pahlawan kita untuk merebut kemerdekaan dan tentu saja kita dapat mengambil teladannya agar Indonesia jaya.

Tanggal 6 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan sebuah bom atom di Kota Hirosima Jepang. Mengetahui hal ini, semangat tentara Jepang menurun di seluruh dunia. Sehari kemudian BPUPKI berubah nama menjadi PPKI untuk menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Bom atom ke dua dijatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 memaksa Jepang menyerah kepada Amerika dan sekutunya. 

Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta selaku pimpinan PPKI bersama Radjiman Wedyodiningrat lalu terbang ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauci pemimpin tertinggi Jepang di Asia Tenggara. Tanggal 12 Agustus 1945 mereka diberi kabar bahwa Pasukan Jepang diambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan Indonesia dalam beberapa hari.Jepang ingin agar proklamasi diadakan  tanggal 24 Agustus 1945. Dua hari kemudian mereka kembali ke tanah air dan Sutan Syahrir mendesak Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat hanya tipu muslihat jepang. Soekarno belum yakin dan mengingatkan yang berhak memproklamasikan kemerdekaan adalah PPKI, sementara Syahrir menganggap PPKI buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI berarti kemerdekaan merupakan hadiah dari Jepang, bukan perjuangan Bangsa Indonesia sendiri.  

Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah secara resmi kepada Sekutu di atas kapal USS Missouri. Dari radio BBC Sutan Sjahrir dan kawan-kawan mendengar desas desus jepang bertekuk lutut. Mereka mendesak golongan tua  segera memproklamirkan kemerdekaan. Golongan tua takut akan terjadi pertumpahan darah mendatangi Laksamana Muda Maeda . Laksamana Maeda mengucapkan selamat atas keberhasilan di Dalat, dan mengatakan ia masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Laksamana Meida, Soekarno dan Hatta mempersiapkan pertemuan PPKI. Keesokan harinya mereka membicarakan segala sesuatu sehubungan dengan persiapan kemerdekaan. Para pemuda kehilangan kesabaran berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka  bersama Shodanco Singgih seorang anggota PETA dan pemuda lain membawa Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur serta Hatta ke Rengasdenglok dengan harapan mereka tidak terpengaruh oleh Jepang, dan meyakinkan bahwa Jepang telah menyerah. Para pejuang juga telah siap melawan Jepang dengan resiko apapun.

Golongan muda berunding dengan Achmad Soebardjo dan beliau menyetujui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Yusuf Kunto diutus mengantar Achmad Soebardjo menjemput soekarno. Soekarno Hatta kembali ke Jakarta dan bersama Laksamana Maeda menemui Mayor Jenderal Moichiri Yamamoto, namun Jendreral tersebut tidak mau menemui, justru memerintah Mayor Jenderal Otoshi Nishimura menerima rombongan dan diminta menyampaikan bahwa mereka tidak diijin untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia sesuai keputusan di Dalat. Laksamana Maeda pergi secara diam-diam. Soekarno Hatta menyesali keputusan itu, menganggap mereka ingkar janji dan meminta Nishimura tidak menghalangi kerja PPKI. Dari rumah Nishimura, mereka menuju rumah Laksamana Meida dan menyusun teks proklamasi. Setelah disepakati, Sayuti Melik menyalin dan mengetik naskah tersebut. Atas usul Sukarni, Ir. Soekarno dan Drs. Muh Hatta menandatangani teks tersebut atas nama Bangsa Indonesia. Bendera Merah Putih dijahit oleh Ibu Fatmawatidikibarkan oleh Latief Hendraningrat  dibantu Soehoed  dan seorang pemudi membawa nampan bendera merah putih. 

Pada Hari Jumat, 17 Agustus 1945 atau menurut Tahun Jepang 17 Agustus 2605, di sebuah rumah di Jln. Pegangsaan Timur 56 Jakarta Pusat, Teks proklamasi dibacakan Ir. Soekarno didampingi Drs. Muh. Hatta. Proklamasi menandai dimulainya perlawanan diplomatik dan bersenjata Revolusi Nasional Indonesia. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan Ir. Soekarno dan Drs. Muh. Hatta ditunjuk sebagai presiden dan wakil presiden. Naaah anak-anak, begitulah sejarah negara kita tercinta. Sangat luar biasa ya, perjuangan para pahlawan. Kita patut bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia. Jadilah anak-anak Marsudirini yang 100% Indonesia, artinya mencintai Indonesia secara total!

Negara Indonesia kita tercinta dalam HUT Kemerdekaan tahun 2021 ini mengambil tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Guna mengembangkan rasa nasionalisme, SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan mengajak anak-anak untuk ikut merayakan HUT RI ke 76 dengan mengikuti Detik-Detik Proklamasi bersama-sama melalui Microsoft Teams. Mereka mengenakan seragam merah putih lengkap.  Dengan MC Pak Yudi dan Bu Nings, acara Mic. Teams dimulai. Doa pembukaan dipimpin oleh Bu Titin dengan lancar dan diakhiri doa penutup oleh Bu Dewanti. Anak-anak antusias mengikuti acara ini. Acara berjalan dengan tertib dan lancar. Dalam acara ini juga diumumkan hasil lomba menghias masker dan live quiziz wasantara. Mari kita isi kemerdekaan dengan rajin belajar dan sikap-sikap baik!

Salam Merdeka!

Tetap jaga protokol kesehatan, salam sehat!

Berkah Dalem.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar