Info sekolah
Sabtu, 24 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
21 Oktober 2026

Menjemput Rahmat yang Mengalir dari Lereng Merapi

Rabu, 21 Oktober 2026 Kategori : Berita Sekolah / Blog / Pelayanan

Di sebelah Timur nampak Matahari mulai beranjak dari peraduan. Semburat jingga memoles langit pagi di lereng Barat Gunung Merapi tepatnya di Dusun Gemer. Sekitar delapan kilometer dari puncak Gunung Merapi, ada sebuah Taman doa nan asri dengan tuk dadap atau sendang Waringin yang mengalir deras, jernih dan segar. Di kolam kecil tampungan dari tuk, dihuni oleh ikan-ikan kecil yang biasanya untuk terapi para pengunjung. Mereka merendam kaki di sana dan ikan-ikan kecil tersebut menggigit kaki mereka. Ada juga pengunjung yang rela mandi di tuk dengan dua pancuran tersebut untuk mendapat rahmat dari Bunda Maria. Taman tersebut biasa disebut Imatuka yang merupakan kependekan dari Taman Doa Ibu Maria Tuk ing Katentreman. Taman doa  ini masuk dalam lingkup Paroki Santa Maria Lourdes Sumber.

Selama Bulan Oktober yang merupakan bulan Rosario, umat mendaraskan doa Rosario di Imatuka untuk menghormati Bunda Maria setiap malam yang diisi oleh seluruh kring di wilayah Paroki Santa Maria Lourdes Sumber. Taman doa juga menjadi lebih ramai karena di Bulan Rosario misa Kudus yang biasanya dilaksanakan di kapel Tangkil diganti di Imatuka pada pukul 11.00 WIB. Hari ini, Minggu 11 Oktober 2026 SD Marsudirini St Yoseph ikut terlibat dalam Ekaristi Kudus sebagai petugas kor. Adapun romo yang memberi pelayanan misa adalah Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam homilinya, Romo Ngatmo memberi suasana ceria yang berbeda. Injil kali ini berkisah tentang orang banyak yang diundang ke perjamuan. Pesta telah digelar dengan  namun tamu tidak datang, lalu diundanglah semua orang di persimpangan-persimpangan jalan sehingga penuhlah ruang perjamuan kawin itu. Di antara tamu yang datang, ada seorang yang tidak mengenakan pakaian pesta. Dia ditegur oleh Sang Raja, namun diam saja sehingga Sang Raja memerintahkan para abdinya untuk mengikat dan melempar orang tersebut ke dalam kegelapan yang paling gelap, dari sana akan terdengar ratap dan kertak gigi.

Mungkin kita menjadi bingung! Mereka yang diundang pertama adalah orang yang layak menerima undangan dan mereka tidak mau datang karena sibuk dengan urusan,  bahkan ada yang membunuh utusan. Karena yang diundang tidak mau datang, maka semua orang diundang, entah baik atau buruk dan mereka datang. Ada seorang yang datang dengan pakaian tidak layak lalu dibuang. Mungkin kita jadi berpikir, “dia kan diundang, koq diperlakukan seperti itu? Kalau kita mengundang orang tidak ada yang datang lalu mengundang siapa pun dan mereka mau datang, pasti kita akan berterima kasih pada mereka yang datang. Mengapa Raja murka dengan orang yang tidak berpakaian pesta? Ternyata dalam tradisi Israel, saat seseorang mengadakan pesta, si empunya rumah telah menyediakan baju pesta, artinya kalau ada orang yang tidak memakai baju pesta dan datang dalam jamuan, dia datang dengan menyelinap. Orang yang menyelinap itu memiliki niat tidak baik dan menghina tuan rumah.

Yang menjadi renungan bagi kita, mengikut Tuhan berarti kita menanggapi panggilannya dengan serius dan penuh kelayakan. Masuk ke perjamuan Tuhan dengan sikap sembarangan dengan tidak melakukan pertobatan sejati dan menyepelekan anugerah yang Tuhan karuniakan artinya tidak mengenakan pakaian pesta. Pakaian pesta menyimbolkan pertobatan sejati, iman yang hidup, hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Pintu keselamatan dibuka oleh Tuhan bagi siapapun, tidak terbatas pada kelompok tertentu, untuk orang baik maupun orang jahat, namun sering kali manusia mengabaikan undanganNya.

Kor terlaksana dengan baik dan lancar. Semua lagu mengalun dengan indah diiringi angklung dan keyboard dalam  perayaan ekaristi di siang itu. Setelah perayaan Ekaristi selesai, semua yang bertugas diundang untuk makan nasi doa yang nikmat buatan para ibu di lingkungan Argomulyo. Bunda Maria, doakanlah kami,  jadikanlah tugas kor kami sebagai persembahan yang indah bagi Putramu. Mohonkanlah rahmat pada Puteramu yang Kudus bagi kami sehingga kami berkenan bagi Allah. Engkau Sang Ibu yang dapat memungkinkan permohonan mustahil dapat terjadi. Bunda kami datang menjemput rahmatmu. Sepintas nampak pohon tabebuya yang ditanam dua tahun lalu belum berbunga. Lain kali kita datang lagi ke Imatuka dan makan nasi doa sambil menikmati indahnya tabebuya.

Sumber berita:

  • Liputan pribadi
  • Internet dengan pengolahan pribadi

Tulisan Lainnya

Oleh : SD Marsudirini

SEMAKIN AKRAB, SEMAKIN BERSEMANGAT

Oleh : SD Marsudirini

Pancasila Sakti, Jayalah NKRI

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar