Anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph, mari kita sejenak menengok sejarah Negeri kita tercinta Indonesia. Tanggal 1 Oktober negeri kita Indonesia merayakan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila sangat erat hubungannya dengan peristiwa kelabu G30SPKI pada tahun 1965 yang dipimpin oleh DN Aidit sebagai ketua dan Letkol Untung selaku anggota Cakrabirawa atau Pasukan Pengawal Istana memimpin pasukan yang dianggap setia kepada PKI. G30SPKI adalah gerakan yang bertujuan menggulingkan Pemerintahan Presiden Soekarno dan ingin mengubah Indonesia menjadi Negara Komunis. Mereka mengincar petinggi TNI AD Indonesia. Dalam peristiwa G30SPKI ini gugurlah 6 Perwira Tinggi dan 1 Perwira Menengah TNI AD. Mereka adalah Letjend. Anumerta Ahmad Yani, Mayjend. Raden Soeprapto, Mayjend. Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjend. Siswondo Parman, Brigjend. Donald Isaac Panjaitan dan Brigjend, Soetoyo Siswodiharjo serta Lettu Pierre Tendean. Mereka diculik dan dibunuh lalu dibawa ke daerah Lubang Buaya dibuang ke sebuah sumur. Mereka dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Adapun beberapa korban lain yang dibunuh yaitu Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun, Kolonel Katamso Darmokusumo, Letkol Sugiyono Mangunwiyoto serta Ade Irma Suryani, Putri Bapak Nasution.
Setelah peristiwa G30SPKI, rakyat menuntut Presiden Soekarno untuk membubarkan PKI. Beliau kemudian memerintahkan Mayjend. Soeharto yang selanjutnya menjadi Presiden Indonesia yang ke-2 untuk membersihkan unsur pemerintahan dari paham komunis. Dua tahun setelah peristiwa G30SPKI, Presiden Soeharto pada tanggal 27 September 1967 menetapkan Hari kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Seluruh Rakyat Indonesia memperingati Peristiwa G30SPKI dengan mengibarkan bendera setengah tiang pada tanggal 30 September sebagai tanda berkabung atas gugurnya Pahlawan Revolusi dan pada tanggal 1 Oktober bendera dinaikkan penuh sebagai lambang Ideologi Pancasila kembali dikuatkan oleh pemerintah. Pada saat Pemerintahan Presiden Soeharto, Hari Kesaktian Pancasila adalah legitimasi pemerintah mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara dan menolak paham selain Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila dijadikan kebangkitan kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan pariotisme yang cenderung luntur.
Pancasila dikatakan Sakti, artinya memiliki kekuatan luar biasa, tidak hanya tangguh atau pun ampuh. Pancasila merupakan konsep bernegara yang lahir dari pemikiran Presiden Soekarno. Presiden Soekarno merangkum dari gagasan-gagasan terserak yang Beliau pelajari dari guru maupun pengalaman pribadi serta dipengaruhi oleh banyak tokoh. Hal ini menjadikan Pancasila memiliki tiga keunggulan karena Pancasila disarikan dari Pengalaman sejarah yaitu, Pertama Pancasila tidak terasing dari masalah nyata orang per orang dan bangsa per bangsa, Pancasila menjawab tantangan yang ada. Ke-dua Pancasila memiliki kekuatan menjangkau masa depan dan yang ke-tiga Pancasila menjangkau persoalan-persoalan dasar kemanusiaan sehingga dapat dihayati dan dipraktikkan.
Pancasila perlu dijadikan sebagai landasan bertindak dan berpikir setiap orang Indonesia, maka mengajarkan pancasila merupakan hal yang wajib semenjak usia dini, sehingga dapat berkembang menjadi ideologi pribadi. Tugas kita sekarang adalah mengimplementasikan setiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya sebagai pemanis belaka. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kita diajak untuk secara sadar bersatu keluar dari permasalahan pandemi dengan taat berprotokol kesehatan.
Mari Anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph amalkan Pancasila agar Negeri kita jaya! Semangat!
Tinggalkan Komentar