Pagi nan cerah, mentari bersinar terik walaupun masih pukul 7.30WIB. Bumi seakan tak ingin bersahabat lagi dengan manusia. Banjir, panas menyengat atau saat panas menyengat tiba-tiba hujan pun sering kita alami. Cuaca saat ini sangat sulit diperkirakan. Berangkat dari keprihatinan tadi, sangatlah pas pada Hari Selasa 30 April 2024, SD Marsudirini St. Yoseph merayakan Hari Kartini yang digabung dengan Hari Bumi. Kegiatan hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 90th SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan yang berdiri sejak 1 Agustus 1934. Peserta didik diajak untuk mencintai bumi dengan lomba fashion show bertema 3 R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Reduce artinya mengurangi penggunaan plastik, Reuse menggunakan kembali, tidak sekali pakai langsung buanh dan Recycle artinya mendaur ulang atau meningkatkan barang yang semula kurang berharga menjadi lebih berharga dan memiliki nilai jual.
Pukul delapan acara fashion show dimulai. Ada tiga kategori dalam lomba ini, yang pertama kategori TK dengan Peserta dari TK Theresia 10 anak, TK Pangudi Luhur 2 anak, TK Siswasiwi 8 anak, dan TK Bentara Wacana 10 anak. Untuk SD Marsudirini St. Yoseph sendiri dibagi dalam dua kategori. Kategori kelas bawah yaitu mulai dari kelas satu sampai kelas tiga dan kategori kelas atas dari kelas empat sampai kelas lima. Ada tiga orang juri yang keren untuk lomba ini. Mereka adalah Ibu Ari dari Bank Sampah, Ibu Okto Ve seorang Make up Artis, dan Ibu Mia seorang pemerhati lingkungan.
Semua peserta lomba tampil dengan memukau. Kreasi yang mereka sajikan sangat luar biasa. Satu per satu peserta lomba maju menunjukkan keindahan karya dan keelokan mereka dalam bergaya. Make up tipis lembut menambah pesona setiap peserta didik yang tampil. Kami pikir para juri akan pusing menilai dan menentukan siapa di antara mereka yang layak menjadi juara. Perkiraan kami meleset! Para juri telah terbiasa menangani lomba dengan memperhatikan kriteria yang ada, maka terpilihlah juara-juara yang layak disebut juara fashion show 3R. Yang pasti lomba ini mengedepankan barang bekas sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Barang baku adalah sampah bukan malah nyampah.

Setelah berdiskusi, ketiga juri memutuskan pemenang. Kategori TK, sebagai juara pertama sebuah gaun simpel berbahan plastik bekas kantong kopi instan, juara ke-dua kostum bertema burung dengan sayap dari kantong plastik bekas berwarna putih kuning dan hitam dan celana beraksen Juara ke-tiga, sebuah gaun biru terbuat dari plastik dan tutup minuman kemasan. Sebagai juara ke-empat gaun putih yang terbuat dari karung gandum berhiaskan kipas dari kertas, juara lima sebuah gaun dari katong plastik kuning dan merah yang ceria dan juara ke enam sebuah gaun unik dari plastik polibek sebagai gaun dihiasi bunga-bunga imut sulapan dari bungkus makanan kecil yang berwarna-warni.



Kategori kelas bawah banyak didominasi dengan gaun berbahan koran. Sebagai juara pertama Jahziel dan kelompoknya yang menyulap kertas dan koran menjadi gaun mawar yang cantik, juara ke-dua diraih oleh Taraya dan kelompoknya yang memamerkan gaun putri dari kertas, dan juara ke-tiga oleh Jocelyn yang menyajikan sebuah gaun bertema garden. Untuk kategori kelas atas, dimenangkan oleh kelompok Raja dengan baju koboinya, kelompok Joanne dengan gaun pengantin kertasnya dan kelompok Sabrina dengan baju cinderela dari karung dengan hiasan sebagai juara ke tiga.
Acara hari ini berlangsung dengan baik dan lancar. Setelah selesai acara fashion show, dilanjutkan tampilan Tari Reresik oleh Taraya, Aiko dan Celyn. Tarian ini meraih juara pertama FLS2N Kecamatan Muntilan. Sebagai penutup acara, Tari Gedruk oleh seluruh peserta ekstrakurikuler tampil dengan penuh semangat.







Tinggalkan Komentar