SEKILAS INFO
22-04-2021
  • 2 minggu yang lalu / UCO 11 Mata Pelajaran Tanggal 5 s.d 10 April 2021
  • 1 bulan yang lalu / Pelaksanaan Ujian Praktek 13 Mata Pelajaran. 8 Maret 2021 – 16 April 2021
  • 1 bulan yang lalu / PPDB ONLINE Tahun Pelajaran 2021-2022 SD MARSUDIRINI ST. YOSEPH MUNTILAN Telah Dibuka
17
Mar 2021
0
Resensi Buku : Rahasia Jaring Laba-Laba

Judul Buku​ : Rahasia Jaring Laba-Laba Serta Cerita Lainnya
Penulis​​ : Didik Djunaedi
Penerbit ​: PT Gading Inti Prima
Terbit Tahun ​: 2009
ISBN​​ : 978-602-8608-32-9
Tebal Buku ​: 68 halaman

Buku ini memiliki empat cerita.

Cerita 1​​: Rahasia Jaring Laba-Laba

Laba-Laba merajut jaring-jaring di ranting pohon. Setelah selesai, ia berdiam diri menanti mangsa. Seekor capung hinggap di sepucuk daun mengamati laba-laba. Tak lama kemudian, seekor lalat menabrak jaring laba-laba. Capung berpikir, sangat enak menjadi laba-laba yang tak perlu bersusah payah untuk mencari mangsa. Laba-laba kemudian mengundang capung menyaksikan bagaimana dia bekerja. Pada malam hari, capung mengamati laba-laba membuat jaring untuk menjebak mangsa. Dia membongkar jaring yang lama dan membuat jaring yang baru karena jaring yang lama sudah tidak dapat lengket lagi untuk menjebak mangsa. Laba-laba ternyata harus bekerja keras dan tidak bermalas-malasan.


Cerita 2​​: Sahabat Badak

Badak adalah hewan yang besar dengan cula yang kuat. Burung Hering sangat takut kepadanya. Namun aneh, banyak burung-burung kecil hinggap di badan dan kepalanya. Mereka nampak bersahabat. Mereka tidak takut kepada badak. Burung-burung kecil itu menjelaskan kepada burung hering bahwa mereka saling membantu. Badak sangat senang karena serangga yang mengganggu di tubuhnya dimakan burung kecil, sedangkan burung kecil menjadi kenyang karena memakan serangga. Burung kecil juga membantu badak dengan memberi isyarat jika ada musuh datang. Ternyata meskipun badak hewan yang kuat, namun penglihatannya tidak bagus. Hewan yang sama dengan badak adalah buaya. Buaya juga bersahabat dengan burung yang membantunya menghilangkan serangga di tubuhnya. Sedangkan burung hering memakan bangkai.


Cerita 3​​: Simpanse Mencari Makan

Simpanse kecil merengek kepada ibunya karena lapar. Ibunya mengajari dia bagaimana cara mendapatkan makanan. Batu digunakan untuk memecah kulit kacang yang keras, atau ranting digunakan untuk menangkap rayap. Saat mereka haus, mereka meremas daun untuk menyerap air yang menggenang di sebuah lobang pohon. Elang menggunakan batu untuk memecah telur unta yang keras, sedangkan singa laut memecah kerang dengan batu beralaskan badannya.

Cerita 4​​: Mengapa Tikus Menggigit Kayu

Pada suatu hari, ibu tikus terjebak di sebuah ember. Dia tidak dapat meloloskan diri karena dinding ember yang licin. Beberapa hari kemudian, anak tikus menemukan ibunya. Dia berpikir ibunya pasti sangat lapar, maka dia segera mencuri roti dan memberikan kepada ibunya. Namun ibu tikus meminta kayu kepada anaknya. Akhirnya dengan bersusah payah, anak tikus menemukan kayu dan segera membawa kepada ibunya. Ternyata ibunya sudah mati karena terlalu lama menunggu. Ayah tikus menjelaskan kepada anaknya, bahwa mereka bangsa tikus memiliki gigi depan atas dan bawah yang sangat cepat tumbuh. Mereka harus mengikir gigi mereka dengan menggigit kayu. Kalau tidak, gigi mereka akan tumbuh panjang dan mereka tidak dapat menutup mulut mereka. Akhirnya mereka tidak dapat makan dan mati.

Kelebihan Buku :
Buku ini dikemas dengan sangat menarik. Sampul dan gambar di dalam buku berwarna. Di setiap akhir cerita ditambah dengan pengetahuan sehubungan dengan tokoh. Penambahan daftar kata-kata juga semakin mempermudah pembaca untuk memahami cerita.

Kekurangan Buku :
Cerita kurang mendetail, setiap tokoh kurang digali karakternya dan terkesan seperti terburu-buru.

Pendapat Penulis :
Banyak sekali pengetahuan tentang makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang menarik di sekitar kita. Buku ini mengemas pengetahuan dalam bentuk cerita dan diharapkan anak-anak tertarik untuk mempelajari lebih lanjut.

Hal yang dapat dipetik dari buku ini:
Setiap makhluk hidup diberi anugerah pikiran untuk menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi. Maka kita tidak boleh malas, harus mau bekerja keras, tekun, dan bersahabat dengan yang lain agar dapat saling melengkapi.

 

– Lucia Wiwik

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Semarak Hari Kartini

Perayaan Paskah SD Marsudirini St. Yoseph

Webinar Parenting