Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
14 Oktober 2022

MENGENAL BAHASA IBU

Jumat, 14 Oktober 2022 Kategori : Blog

Bahasa Ibu sering diidentikkan dengan Bahasa Daerah. Hal ini disebabkan karena mayoritas penduduk Indonesia (79,5%)menggunakan Bahasa Daerah dalam bertutur kata sehari-hari. Namun sebenarnya yang dimaksud dengan Bahasa Ibu adalah bahasa yang pertama kali diperoleh dan dikuasai anak. Misalnya seorang anak lahir pertama kali dia menguasai Bahasa Sunda untuk bertutur, maka Bahasa Ibunya adalah Bahasa Sunda. Ada juga anak lahir dan bahasa yang pertama kali dia kuasai untuk bertutur adalah Bahasa Belanda, maka Bahasa Ibunya adalah Bahasa Belanda. Entah itu Bahasa Daerah, Bahasa Nasional atau Bahasa Internasional, bahasa yang pertama kali mereka kuasai untuk bertutur, itulah yang disebut Bahasa Ibu.

Awalnya seorang bernama Rafiqul Islam, berkebangsaan Bangladesh disebut seorang Bengali tinggal di Vancouver, Kanada sangat prihatin apabila Bahasa Dunia punah. Ia berinisiatif menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998. Kofi Annan adalah diplomat asal Ghana yang tampil ke-tujuh kalinya sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa pada periode 1997-2006. Rafiqul Islam  meminta Kofi Annan mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa-bahasa dunia dari kepunahan dengan mengumumkan Hari Bahasa Ibu Internasional. Maka dipilihlah tanggal 21 Februari sebagai hari Bahasa Ibu Internasional. Pemilihan tanggal Hari Bahasa Ibu dilatar belakangi tragedi pembunuhan pejuang Bahasa Bangli di Dhaka pada tahun 1952. Ketika itu Pemerintahan Pakistan menetapkan Bahasa Urdu sebagai bahasa resmi. Rakyat Pakistan Timur (Bangladesh) protes karena mereka dalam bertutur menggunakan Bahasa Bangli maka mereka ingin setidaknya Bahasa Bangli menjadi salah satu bahasa resmi selain Bahasa Urdu. Hal ini melahirkan perpecahan besar yang memakan banyak korban. Pakistan Timur berjuang untuk memisahkan diri dan menjadi sebuah negara bernama Bangladesh.

Pada tahun 2008, Majelis Umum PBB menyatakan tahun 2008 sebagai Tahun Bahasa Internasional untuk mempromosikan persatuan dalam keanekaragaman serta pemahaman internasional melalui multi bahasa dan multi kulturalisme. Pada  tanggal 16 Mei 2009 Majelis Umum PBB meminta seluruh negara anggotanya untuk mempromosikan semua bahasa yang digunakan oleh orang di dunia pada tanggal 16 Mei 2009.

Naaah…… Anak-anak, itulah sejarah Hari Bahasa Ibu. Apa Bahasa Ibu kalian? Apapun Bahasa Ibu kalian, menjadi kewajiban seluruh warga dunia bekerjasama dengan pemerintah untuk melestarikan bahasa-bahasa yang ada agar tidak punah. Mari anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan, kita lestarikan bahasa-bahasa di daerah kalian dengan gunakanlah Bahasa Daerah dalam percakapan sehari-hari di rumah, dan pada saat di sekolah atau dinas gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Keanekaragaman bahasa juga merupakan cerminan keanekaragaman budaya.(lucia listiyati)

Sumber : berbagai artikel di internet yang disesuaikan secara pribadi.

Tulisan Lainnya

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar