Dongeng Mungil Pengantar Tidur ”Kucing Bersepatu Bot”
Penulis : Charles Perrault dan Grimm Bersaudara
Penerbit : PT BIP(Kelompok Gramedia)
Terbit Tahun : 2012
ISBN : 9786022496052
Tebal Buku : 27 halaman
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang penggiling gandum dengan 3 orang anak. Pada saat meninggal, ia memberikan warisan kepada anak-anaknya. Anak pertama mendapatkan sebuah penggilingan gandum. Anak yang ke-dua mendapatkan seekor keledai sedangkan anak ke-tiga mendapatkan seekor kucing.
Karena hanya mendapatkan seekor kucing, sedihlah hati anak ke-tiga. Dia tidak tahu harus menjadi apa dengan seekor kucing. Kucingnya menghibur dan mengatakan kalau tuannya tidak akan menyesal memiliki dia. Kucing itu meminta tuannya untuk membelikan karung dan sepatu bot. Sebenarnya anak ke-tiga kurang yakin akan kata-kata kucing, namun saat mengingat kepandaian kucing menangkap tikus ataupun celurut, dia pun memutuskan memenuhi keinginan kucing.
Kucing segera berburu. Ia membuka karung dan di dasarnya ditaruh biji-bijian, kemudian dia berbaring seperti mati. Pertama kali dia mendapatkan seekor anak kelinci dan di lain hari mendapatkan dua ekor burung pegar. Semua itu ia persembahkan untuk raja atas nama tuannya yaitu Marquis de Carabas. Selama kurang lebih tiga bulan, kucing itu menyenangkan hati raja dengan persembahan-persembahannya.
Suatu ketika Raja melakukan perjalanan di tepi sungai bersama putrinya. Kucing memiliki rencana. Ia meminta tuannya untuk berenang sampai di tempat yang dia tentukan. Sementara tuannya berenang, kucing berteriak-teriak kalau tuannya tenggelam dan pakaiannya dicuri orang. Raja yang mendengar teriakan kucing segera datang membantunya. Tuan Marquis segera diberi pakaian yang bagus dan diminta duduk di samping putri.
Sementara itu, Kucing pergi mendahului rombongan raja dan menemui para pemotong rumput. Kepada para pemotong rumput Kucing meminta tolong jika ada orang bertanya tentang padang rumput untuk mengatakan kalau padang rumput itu milik tuannya. Benar saja, saat raja bertanya milik siapa padang rumput itu, mereka serempak menjawab milik Tuan Marquis. Demikian juga saat melewati padang gandum, kucing telah meminta semua orang mengatakan bahwa padang itu milik tuannya. Raja semakin kagum akan kekayaan Marquis.
Kini, tibalah kucing di sebuah kastel indah yang dihuni oleh raksasa yang tak lain pemilik semua tanah yang tadi dilewati oleh Raja. Kucing mengumpulkan informasi tentang Raksasa dan mendatanginya. Raksasa itu dapat mengubah diri menjadi apa pun. kucing berpura-pura tidak percaya kalau raksasa dapat mengubah diri menjadi apapun dan menguji Raksasa. Pertama, Raksasa diminta mengubah dirinya menjadi singa. Kucing segera melompat berpura-pura takut. Sekali lagi kucing menguji Raksasa untuk menguji kepintarannya dengan memintanya menjadi celurut atau tikus. Raksasa yang sombong tanpa berpikir panjang merubah dirinya menjadi tikus. Dengan cekatan kucing itu menerkam tikus dan melahapnya. Kini Raksasa itu telah tiada, dan semua miliknya menjadi milik Tuan Marquis de Carabas, tuan dari kucing yang cerdik.
Kelebihan Buku :
Buku penuh warna, gambar sangat sederhana, dapat dijadikan sarana belajar menggambar untuk anak-anak dan menarik untuk dibaca.
Kekurangan Buku :
Karakter yang diceritakan kurang mendetail.
Pendapat Penulis :
Cerita seperti terburu-buru, kurang mendetail
Hal yang dapat dipetik dari buku ini:
Tinggalkan Komentar