Ketika Orang Kristiani akan melakukan sesuatu dan mengakhirinya dapat dipastikan mereka membuat tanda salib. Saat membuat tanda salib diucapkan, “Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, amin”. Artinya kita memulai dan mengakhiri segala kegiatan kita di dalam Nama Allah Bapa Sang Pencipta, Allah Putera Sang Penebus dan Allah Roh Kudus Sang Penghibur Yang Maha Suci. Ketiganya menjadi satu kesatuan yaitu Allah yang tunggal, Tuhan yang Maha Esa. Diharapkan setiap kegiatan kita selalu dalam bimbingan dan penyertaan Allah sehingga berkenan bagiNya dan menjadi persembahan hidup yang indah bagiNya.
Kali ini kita akan berusaha mengenal dan mungkin mengerti tentang Roh Kudus dengan segala keterbatasan kita. Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Dia menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul. Siapakah Roh Kudus? Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri, Penolong Abadi, Penghibur dan Kebenaran yang mengantar kita ke kehidupan baru yang kekal. Roh Kudus membimbing kita untuk berelasi intim dengan Allah. Janji Tuhan Yesus ini terpenuhi sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke surga, atau 50 hari setelah kebangkitanNya. Ketika itu terjadilah peristiwa Roh Kudus dicurahkan di atas kepala para rasul dalam bentuk lidah api yang menyala. Peristiwa ini disebut Pentakosta atau Minggu Putih. Peristiwa Pentakosta tercatat dalam Alkitab di Kitab Kisah Para Rasul 2:1- 13, “Ketika tiba Hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing”.
Yesus sangat mengetahui “kehausan” manusia; oleh sebab itu Ia berseru, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku seperti dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir air hidup. Air itu akan menjadi mata air di dalam dirinya dan terus menerus memancar sampai kepada hidup kekal (Yoh. 4:7,10,13-14). Mengapa kita memerlukan Roh Kudus? Kehidupan di dunia fana hanyalah bersifat sementara dan akan berakhir entah kapan saatnya hanya Allah yang mengetahui rahasia ini. Manusia tidak dapat menyelami pekerjaan Allah, maka ia memerlukan penolong yang bersifat abadi atau kekal untuk menyertai selamanya. Roh Kudus dapat menghapuskan dahaga manusia. Manusia mencari kepuasan sementara, sedangkan Roh Kudus memberikan kepuasan kekal. Dengan Roh Kudus yang diterimanya manusia akan mencari kebenaran bukan lagi kebenaran menurut dirinya sendiri sehingga merasa damai. Roh Kudus menjadi jaminan untuk kita menjadi milik Allah. Kita yang tidak kudus dikuduskan dengan Darah Kristus sehingga menerima Roh Kudus.
Pentakosta juga dikenal sebagai Hari Lahirnya Gereja karena setelah peristiwa Pentakosta, penyebaran injil sangat luar biasa. Dalam Kisah Para Rasul 2:41 tercatat ada 3000 orang bertobat dan memberi diri dibaptis setelah Rasul Petrus berkhotbah. Bagi Bangsa Israel, Hari Raya Pentakosta dalam Bahasa Ibrani: שבועות dibaca Shavuot, arti harafiah “Minggu-minggu” merupakan hari raya yang dirayakan selama tujuh minggu untuk ucapan syukur atas hasil panen gandum. Sedangkan bagi orang Yahudi, merayakan Pentakosta untuk mengingat kembali pemberian 10 Hukum Taurat dari Allah melalui Nabi Musa di Gunung Sinai setelah 50 hari Bangsa Israel keluar dari Mesir. Ketika menyambut Hari Pentakosta biasanya Orang Kristiani melaksanakan puasa selama 10 hari dan mendaraskan Novena Turunnya Roh Kudus selama sembilan hari untuk menyucikan diri agar pantas menerima Roh Kudus. Roh Kudus membuat kita semakin kuat dalam menjalani perutusan Injil di mana pun kita berada melalui seluruh kehidupan kita.
Sekarang kita tahu ketika menghadapi permasalahan hidup yang sulit, carilah Sang Penolong Sejati yaitu Roh Kudus, bukan yang lain. Roh Kudus akan menghibur, menolong, memberikan kebebasan/jalan keluar dalam kebenaran Firman. Di dalam (Ef. 1:13-14) tertulis Roh Kudus yang dimeteraikan kepada kita saat kita percaya kepada Yesus menjadi jaminan kita untuk suatu saat kelak kita beroleh penebusan sepenuhnya dan menjadikan kita milik Allah. Kisah Para Rasul 9:17-18 mengisahkan tentang surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus yang ditulis atas ilham Roh Kudus yang diterimanya saat ia bertobat dan dibaptis oleh Ananias. Alkitab yang kita baca pun ditulis atas ilham Roh Kudus sehingga membawa kita kepada langit dan bumi baru, Yerusalem baru, di mana Allah Tritunggal berada.
Naaah kita semakin mengenal Roh Kudus kan? Mari peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph pastikan janji Yesus yang mencurahkan Roh Kudus sudah digenapi dan kita telah menerima-Nya untuk tinggal di dalam kita selamanya. Kita tidak boleh mempermainkan Roh Kudus yang tinggal bersama kita selamanya sebab Ia dapat sedih, marah, cemburu karena Ia adalah Allah. ALLAH kita Allah YANG CEMBURU. Allah adalah “Allah yang cemburu” dalam arti tidak akan membiarkan ketidaksetiaan (yaitu, penyembahan dewa-dewa lain) pada umat-Nya (ayat Ul 4:23). Bentuk kecemburuan ini kudus dan benar. (Wiwik)
Sumber : Internet dengan pengolahan pribadi
Gambar pendukung dari internet
Tinggalkan Komentar