Horeee Natal telah tiba, senangnya…. Kita dapat berkumpul dengan keluarga dan bersuka cita bersama-sama. Manusia pertama adalah Adam dan Hawa. Karena jatuh dalam godaan iblis dengan memakan buah larangan, Adam dan Hawa harus keluar dari Firdaus. Hubungan Allah dengan dengan manusia menjadi terputus. Karena kasih Allah kepada manusia, Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kelahiran Tuhan Yesus Kristus untuk menjalin kembali hubungan manusia dengan Allah. Tuhan Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang menjilma menjadi manusia melalui Bunda Maria. Bunda Maria adalah gadis sederhana dan suci. Karena kesanggupannya untuk melaksanakan kehendak Allah, maka penyelamatan manusia dapat terjadi.


Dalam Alkitab Perjanjian Lama, kelahiran Tuhan Yesus Kristus atau Mesias telah tertulis dalam Yesaya 7:1. “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” Di dalam Alkitab Perjanjian Baru, Santo Lukas Penginjil mengungkap momen kelahiran Yesus dengan lebih rinci. Alkitab menyebutkan bahwa seorang malaikat mendatangi Maria. Malaikat itu mengatakan bahwa Maria telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan. Maria pun terkejut dan memberi tahu hal ini kepada Yusuf, tunangannya. Di dalam Injil Matius 1:18–2:23. 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Setiap natal datang, hampir seluruh negara di dunia merayakannya. Di radio berkumandang lagu-lagu natal, banyak pohon natal dengan lampu-lampu indah berkelap-kelip di rumah dan sekolah-sekolah katolik bahkan di mall menambah suasana menjadi lebih semarak. Bahkan di kompleks SMP Marganingsih Marsudirini Muntilan dibuat patung Santo Claus yang besar dan tinggi menjulang. Semua ingin mengungkapkan sukacita atas kehadiran Tuhan Yesus Kristus di dunia.


Natal kali ini SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan merayakan dengan ibadat yang disatukan dengan ibadat Jumat pertama. Ibadat dipimpin oleh Bu Nina dan Bu Ari dengan Keyboard sebagai iringan lagu dimainkan oleh Maria Disa Natalia. Ibadat dibuka dengan Lagu Gloria In Excelsis Deo. Setelah doa Litani Hati Kudus Yesus, pembacaan Injil ditampilkan dalam bentuk drama Kelahiran Tuhan Yesus Kristus oleh peserta didik kelas VI. Untuk permenungan diputarkan sebuah film berjudul “Co Be Ban Diem”, pesan yang ingin disampaikan dari kisah Gadis penjual Korek Api adalah peserta didik diajak untuk belajar mengasihi sesama melalui perbuatan-perbuatan baik. Meskipun sangat kecil perbuatan baik kita namun sangat berarti bagi orang lain. Ibadat ditutup dengan lagu Alam Raya Karya Bapa.


Setelah ibadat selesai acara dilanjutkan dengan pentas seni. Setiap kelas menampilkan kebolehan mereka. Acara dipandu oleh Pak Angging dan Bu Eri. Peserta didik menampilkan tarian, puisi, nyanyian dan drama dengan riang gembira. Dalam acara ini juga dilaksanakan acara berbagi yang dikemas dalam lima roti dua ikan yang bertujuan menumbuhkan rasa mau berbagi kepada orang lain.

Seru kan? Silahkan kunjungi Youtube kami, SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan! Wiwik Lucia
Sumber dari internet dan pengolahan pribadi
Tinggalkan Komentar