



Holoo anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph…. Apakah kalian tahu tanggal 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia? Yups, mungkin banyak yang belum tahu ya. Seluruh dunia merayakan peringatan ini, demikian juga Negara kita tercinta Indonesia. Lingkungan adalah tempat kita melaksanakan aktivitas sosial, ekonomi, budaya dan juga berinteraksi antara satu dengan lainnya sehingga mencapai kesejahteraan hidup.
Kalau kita rasakan akhir-akhir ini, keadaan bumi kita semakin tidak dapat ditebak. Udara yang kadang terasa panas menyengat kemudian terasa dingin yang menusuk tulang. Belum lagi kalau kita lihat di sekitar kita, banyak sampah plastik yang berserakan dan kadang menyumbat kali sehingga sering terjadi banjir ketika hujan. Tanah resapan yang banyak berkurang karena penyemenan jalan, hutan yang gundul sehingga mudah terjadi longsor, bau kotoran ayam yang sangat menyengat di daerah pertanian, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut di atas terjadi karena manusia kurang peduli akan lingkungan hidupnya. Tentu kita sedih dan khawatir mengalami semua ini.
Pada tahun 1972 yang merupakan kelanjutan rangkaian kegiatan lingkungan dua tahun sebelumnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dicetuskan. Seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson sangat prihatin menyaksikan betapa kotor dan tercemarnya bumi karena ulah manusia. Pembangunan dan penebangan hutan dimana-mana serta limbah industri yang tidak dikelola dengan baik telah mencemari bumi. Kabut asap di Eropa dan penyakit minamata melanda Negeri Sakura, maka negara-negara di dunia kemudian memberikan perhatian yang serius tentang lingkungan hidup.
Kekhawatiran negara-negara dunia memuncak pada tanggal 5 Juni 1972. PBB kemudian mengadakan konggres tentang lingkungan hidup di Stockholm Swedia dan menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam konggres ini mengangkat pentingnya pola konsumsi dan gaya hidup yang berkelanjutan. Kesejahteraan umat manusia, lingkungan dan fungsi ekonomi tergantung bagaimana kita mengelola dan bertanggung jawab atas sumber daya alam di planet ini.
Agar bumi menjadi planet yang nyaman dan sehat maka manusia harus melakukan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Segala kegiatan konsumsi dan produksi yang dilakukan harus mempertimbangkan keberlangsungan sumber saya alam dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan demikian maka bumi dapat memperbaharui diri sendiri. SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan kita tercinta pun melakukan itu. Pemanfaatan lahan untuk taman, menggunakan botol minuman untuk pot, merupakan bagian dari gerakan cinta lingkungan.
Mari anak-anak SD Marsudirini St Yoseph muntilan mulai menjadi duta perubahan dengan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti berbelanja dengan membawa tas dari rumah sehingga mengurangi penggunaan plastik, membawa bekal dengan alat makan dari rumah yang dapat dipakai berulang-ulang, membuang sampah pada tempatnya, dan lain sebagainya. Selamat menjadi duta perubahan!
Tinggalkan Komentar