Di dalam industri kuliner saat ini, begitu banyak macam makanan yang dapat kita temukan. Olahan makanan yang langka dan unik serta tampilannya menggugah selera membuat kita tertarik untuk mencicipi. Peserta didik SD Marsudirini St Yoseph pun pasti banyak yang ingin mencicipi makanan yang unik kan? Namun demikian, kita harus bijak untuk memilah dan memilih makanan yang sehat bagi diri kita karena dibalik semuanya itu, aneka macam penyakit kini banyak bermunculan. Makanan dengan tambahan keju melimpah dan meleleh ketika digigit, mayonaise dan berbagai macam saus mengandung lemak jenuh yang sulit terurai, kalori dan natrium yang berlebih sangat tidak dianjurkan jika terlalu sering dikonsumsi karena dapat menyebabkan bertambahnya berat badan dan meningkatkan resiko penyakit jantung. Mengkonsumsi makanan tersebut hendaknya dibatasi dan digantikan dengan menu lain yang lebih sehat seperti yogurt, minyak zaitun, atau bahan-bahan nabati lain agar kita selalu sehat. Ketidak pedulian orang akan apa yang mereka makan berefek pada turunnya kualitas kesehatan diri. Dengan dijumpainya banyak kasus penyakit saat ini, orang mulai berpikir dan menyadari kalau apa yang menarik belum tentu baik dan sehat bagi tubuh. Mereka beranjak menerapkan hidup sehat dengan pola makan vegetarian. Di samping bermanfaat bagi manusia, beberapa orang beranggapan bahwa pola makan vegetarian menyejahterakan hewan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Apa itu Pola makan vegetarian? Pola makan vegetarian adalah pola makan yang dilakukan orang dengan tidak mengkonsumsi segala macam jenis daging namun fokus pada sumber makanan nabati, seperti nasi, kentang, singkong, jagung, sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh dan produk turunannya yaitu roti dan gandum. Ada beberapa jenis pola makan vegetarian, yaitu “lacto ovo vegetarian, hanya mengkonsumsi telur dan produk susu”, ”lacto vegetarian mengkonsumsi produk susu tetapi tidak makan telur”, “ovo vegetarian, mengkonsumsi telur tetapi tidak produk susu” dan “Pescatarian atau semi vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging merah atau unggas, tetapi masih mengonsumsi ikan dan makanan laut”. Gaya hidup vegetarian sebenarnya telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Seorang filsuf dan matematikawan asal Yunani yang bernama Pythagoras dan Samos, menjadikan gaya hidup vegetarian sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Gaya hidup ini banyak diikuti oleh penganut agama Buddha di wilayahnya. Baru pada tahun 1806, konsep vegetarianisme mulai terbentuk di lingkungan masyarakat yang pertama kali dikenalkan oleh Dr. William Lambe dan Percy Bysshe Shelley. Bersama North American Vegetarian Society (NAVS)dengan misinya mendorong orang untuk mempertimbangkan pola makan yang sehat dan peduli terhadap kesejahteraan hewan serta lingkungan, pada tahun 1977 dirayakan Hari Vegetarian sedunia. International Vegetarian Union turut mendukung Hari Vegetarian sehingga tahun 1978 ditetapkanlah 1 Oktober sebagai perayaannya. Peringatan Hari Vegetarian juga merupakan pernyataan sikap terkait adanya isu kekerasan di peternakan yang membuat hewan menderita. Hari Vegetarian Sedunia dipandang penting karena dengan perayaan Hari Vegetarian Sedunia diharapkan tumbuh kesadaran kita akan dampak makanan yang dikonsumsi setiap hari terhadap kesehatan. Pola makan vegetarian selain mendukung gaya hidup sehat dapat mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes serta beberapa jenis kanker dan bertujuan mempromosikan kegembiraan, kasih sayang dan meningkatkan kesadaran global. Orang yang berkesadaran global memiliki pemahaman yang luas dan peka terhadap isu, tren dan budaya, baik isu skala nasional maupun international.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat turut menganut gaya hidup vegetarian ini. Kemudian, terbentuklah suatu perkumpulan yang dinamakan Masyarakat Vegan Inggris atau lebih dikenal dengan The Vegan Society. Istilah “vegan” ini diciptakan oleh Donald Watson di tahun yang sama, yakni pada tahun 1944. Mengutip laman Days of The Year, pada tahun 1994, Presiden Masyarakat Vegan Inggris memilih tanggal 1 November sebagai Hari Vegan Sedunia untuk memeringati 50 tahun perkumpulan mereka. Para vegan menghindari semua produk hewani, termasuk produk susu, telur, madu, dan bahkan bahan non-makanan seperti wol dan kulit, karena hal itu untuk menghindari sebagai bentuk eksploitasi atau mengambil keuntungan atau memanfaatkan secara berlebihan dengan tidak adil untuk kepentingan pribadi yang mengabaikan kepatutan, keadilan dan kesejahteraan yang dimanfaatkan(hewan) secara total. Ada seorang aktivis hak-hak hewan dari Inggris dan merupakan ketua The Vegan Society yang bernama Louise Wallis menetapkan hari spesial ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetarianisme bagi manusia, hewan, dan lingkungan. Para vegetarian dan vegan kadang menemui kesulitan, ketika ada acara keluarga seperti merayakan Idul Adha atau bepergian di tempat yang banyak menekankan makanan daging, rasanya tidak mungkin untuk tidak mengkonsumsi daging. Namun jika memang seseorang sudah melaksanakan pola makan vegetarian, tak ada salahnya menolak dengan bijaksana untuk tidak mengkonsumsi daging karena alasan kesehatan.
Ada beberapa cara untuk merayakan Hari Vegetarian maupun Hari Vegan, misalnya membuat jamuan vegetarian dan vegan yang lezat dengan resep-resep baru atau makan di luar dengan menu vegan dan vegetarian. Dapat juga dengan diskusi, mengikuti workshop atau mencari informasi tentang gaya hidup ini. Selain itu dapat juga menjadi aktivis dengan berkampanye tentang pola hidup vegetarian dan vegan serta manfaatnya. Mengajak anggota keluarga mengikuti tantangan makan dengan pola vegetarian dan vegan juga merupakan cara merayakan Hari Vegetarian dan Hari Vegan. Bagi lingkungan, pola makan vegetarian dan vegan berkontribusi pada pelestarian lingkungan karena tidak menggunakan air secara berlebihan serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh produksi daging. Kadangkala, guna memproduksi daging dapat mengakibatkan hilangnya tutupan hutan, misalnya hutan ditebangi pohonnya kemudian dialihkan fungsinya menjadi kandang dengan tidak mempertimbangkan kelestariannya. Pola makan vegetarian dan vegan juga memeperbaiki suasana hati. Makanan vegetarian dan vegan terbukti bisa meningkatkan mood seseorang secara alami dan membuatnya tetap tenang. Studi menunjukkan bahwa mayoritas vegetarian dan vegan memiliki suasana hati yang lebih stabil dibandingkan pemakan daging.
Para vegetarian dan vegan memiliki tugas untuk menghilangkan beberapa mitos terkait dengan gaya hidup vegetarian dan vegan di dalam masyarakat. Ada yang mengatakan dengan melakukan diet vegetarian dan vegan, seseorang akan kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi dan vitamin B12. Mitos yang ke-dua berpendapat bahwa diet vegetarian dan vegan sulit dan membosankan. Mitos ke-tiga mengatakan pola makan vegetarian dan vegan akan menyebabkan kekurangan energi. Mitos berikutnya yang merupakan kekhawatiran umum dalam masyarakat, bahwa diet vegetarian dan vegan tidak dapat membangun otot dengan baik. Mitos selanjutnya mengatakan bahwa tidak semua makanan vegetarian dan vegan sehat. Mitos terakhir, banyak orang mengatakan jika sedang berada di luar rumah, akan sulit bagi para vegetarian dan vegan untuk menemukan menu makanan restoran yang menyediakan menu khusus bagi mereka. Kesimpulannya, segala nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita tidak hanya berasal dari sumber makanan hewani. Banyak nutrisi yang dapat digantikan dengan sumber makanan nabati. Maka, dalam melaksanakan pola makan vegetarian dan vegan perlu direncanakan agar didapatkan manfaat maksimal. Para pelaku diet pola makan vegetarian dan vegan hendaknya fokus pada makanan nabati yang utuh dan kaya nutrisi, serta suplemen jika diperlukan untuk memastikan tubuh mendapatkan kecukupan asupan vitamin B12 dan nutrisi penting lainnya. Banyak olah ragawan pun sukses dalam bidangnya walaupun mereka melaksanakan diet vegetarian maupun vegan. Carl Lewis seorang atletik, Venus Williams seorang petenis, Alex Morgan seorang pemain sepakbola, Andara Prastawa pemain basket, dan masih banyak yang lainnya. Mereka para olahragawan ini memilih pola makan vegetarian atau vegan dengan alasan kesehatan, pemulihan cidera, dan juga untuk kesehatan. Mereka merasa sehat dan penuh semangat.
Sumber makanan nabati selain kita peroleh dari pasar dapat juga kita peroleh dengan menanam di polibag yang tidak memerlukan banyak tempat. Menanam menggunakan polibag juga ramah lingkungan dan tentu saja menambah asri pekarangan kita. Di kebun sekolah SD Marsudirini St Yoseph pun banyak dimanfaatkan untuk menanam sayuran yang setiap saat dapat dikonsumsi, seperti ketela pohon, cabai, talas, empon-empon, dan lain sebagainya. Selain lebih hemat, memakan hasil kebun sendiri merupakan hal yang sangat menyenangkan. Salam pola hidup sehat! (Wiwik)
Tinggalkan Komentar