Yeeee…… Akhirnya hari yang ditunggu tiba! Setelah berhari-hari kota kecil Muntilan diguyur hujan, hari ini syukur kepada Allah cuaca cerah. Tuhan mengabulkan doa kami. Hari ini peserta didik kelas lima dan kelas enam yang merupakan pramuka penggalang akan melaksanakan happycamp di Weong (Wisata Edukasi Omah Ngalas) di Dusun Gununggono Banyubiru Dukun Magelang Jawa Tengah milik Bapak Komarudin. Sekitar pukul delapan lewat tiga puluh menit nampak peserta didik kelas lima dan enam mulai memasuki halaman sekolah bersama orang tua. Pasti luar biasa rasanya selama tiga hari belajar mandiri tanpa orang tua. Para orang tua sangat mendukung kegiatan ini. Mereka menyadari bahwa putra putri mereka harus belajar mandiri. Tujuan dari kegiatan kemah yang dilaksanakan mulai tanggal 27 -29 Oktober 2025 ini memang untuk melatih softskill peserta didik. Diharapkan peserta didik berkembang karekter tangguh, tanggung jawab, mandiri dan cinta alam.




Sebuah truk besar telah siaga di halaman sekolah untuk mengangkut barang-barang pekemahan peserta didik. Ada tenda, tikar, pasak alat masak dan yang lainnya. Setiap regu mengantre untuk memasukkan barang bawaan supaya dapat berkelompok penempatannya. Dengan dipandu Bunda Ari, Bunda Arma, Ayah Yudi serta Ayah Pri kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Setelah pengarahan yang disampaikan oleh Ayah Yudi dan Bunda Arma, peserta didik menyantap MBG dan berangkat menuju bumi perkemahan Weong. Di sana Ayah Heri dan Pak Tiyok telah bersiap untuk menanti kedatangan mereka. Ada 11 mobil orang tua mengantar peserta didik dengan penuh semangat. Nampak mobil mengular keluar dari halaman Biara Santo Fransiskus Asisi mengantar peserta didik yang begitu ceria dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Pukul 9.30WIB peserta didik Pramuka Penggalang meninggalkan sekolah.


Perjalanan tidak terlalu lama. Pukul 10.00WIB pramuka penggalang telah sampai di Weong. Bersama pembina, mereka mendirikan tenda. Berbagai kegiatan mereka laksanakan, mulai dari mengurus diri sendiri sampai tugas kelompok membuat yel. Persiapan pentas seni dan latihan upacara pembukaan fun day camp hingga upacara Sumpah Pemuda pun mereka lakukan. Hari pertama cuaca ternyata kurang bersahabat. Hujan deras mengguyur tanpa ampun diiringi bunyi guntur bersahutan. Kami sangat khawatir akan keadaan para peserta didik. Tenda yang telah mereka dirikan tidak dapat dihuni karena air hujan memasuki tenda. Untunglah Weong memiliki banyak pendopo yang dapat digunakan untuk beraktivitas, meletakkan barang maupun bermalam. Peserta didik pun dapat melaksanakan upacara pembukaan happycam dan upacara Sumpah Pemuda di pendopo. Pukul 17.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB dilaksanakan kegiatan pendampingan pramuka penggalang yang diberi nama fundamental. Di kegiatan yang dipimpin oleh Ayah Yadi ini peserta happycamp diberi info tentang materi pramuka penggalang. Setelah makan malam, sekitar Pukul 20.00 sampai pukul 22.00 dilaksanakan edukasi seni oleh tim Weong berupa menggambar di telenan dan permainan kuda lumping. Kegiatan ditutup pada pukul 22.30 WIB, peserta happycamp tidur bersama di pendopo.



Pagi menjelang, semua bangun dan berbenah. Matahari berselimut awan memberi suasana yang teduh. Para pramuka penggalang bersemangat memulai hari. Hari ini di mulai dengan kegiatan membuat nasi goreng. Di sinilah peserta happycam belajar bekerjasama. Tidak ada kata malas, semua dituntut untuk terlibat sehingga dapat tercipta nasi goreng yang lezat. Ada yang mengupas bawang, menyiapkan bumbu dan bahan serta peralatannya. Setelah semuanya siap, nasi goreng pun dibuat. Sarapan pagi berlangsung dengan ceria dilanjutkan dengan kegiatan upacara Sumpah Pemuda. Kegiatan out bound dilaksanakan hari ini dengan wahana yang lumayan menantang. Mereka diajak berayun, melompat, mengisi pipa dengan air, meniti, merayap dalam air dan memanjat ban. Ada juga permainan tradisional seperti ekgrang dan bermain bakiak yang mahir dimainkan oleh para pembina. Keren kan? Semua peserta didik sangat antusias mengikuti outbound yang berlangsung sampai pukul 13.00 WIB. Setelah membersihkan diri, peserta happycamp melanjutkan persiapan pentas dan bersih diri kembali. Pada pukul 17.00 WIB peserta didik menonton film inspirasi yang berjudul “Potlot” dan film tentang Anak Durhaka. Di dalam film ini peserta happycamp diharapkan memiliki sikap handarbeni akan apapun yang dimiliki. Pada pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB peserta happycamp melaksanakan pentas seni dan api unggun yang disiarkan secara langsung melalui youtube. Acara ini dihadiri oleh beberapa orang tua yang datang berkunjung. Setelah doa dan refleksi, pukul 22.30 WIB peserta happycamp tidur.



Pagi yang ke-2, sama seperti hari pertama, mendung tipis menyapu langit menghalangi mentari yang tak dapat dihalangi untuk bersinar. Meski diguyur hujan sesekali, Peserta happycamp masih tetap bersemangat. Setelah bangun tidur dan membersihkan diri sedari pukul 05.00 WIB semuanya sarapan dan bersiap mengikuti acara tracking. Puji Tuhan, tidak hujan. Mentari lembut bercahaya hangat membersamai kegiatan tracking yang dipandu pembina fase C dan kakak Dewan Ambalan dari SMA Marsudirini Muntilan. Hamparan hijau Pegunungan Gununggono menyapa memberi semangat. Bau tanah dan dedaunan memberi kesegaran tersendiri. Suasana ini sulit ditemukan di daerah perkotaan. Para pramuka penggalang menyusuri jalan setapak dengan gembira. Acara tracking berjalan dengan baik dan lancar tanpa hambatan yang berarti. Pukul 10.30 WIB dilaksanakan upacara penutupan dan pengumuman lomba. Pukiul 11.15 WIB tenda mulai dibongkar dan dilanjutkan makan bersama. Pukul 13.00 WIB acara happycamp dinyatakan selesai dan seluruh peserta pulang dengan gembira.



Secara umum kegiatan happycamp dapat berlangsung dengan baik dan lancar meski hujan tetap mengguyur di saat mereka istirahat. Terima kasih Tuhan, Engkau kabulkan doa kami. Hanya satu yang tidak dapat terlaksana, yaitu tidur di tenda. Semua anak hebat, tidak ada yang menangis jika menemui kesulitan. Dengan telaten peserta pramuka penggalang menyelesaikan segala sesuatu dengan baik. Dengan latar belakang yang berbeda-beda semuanya dapat saling menyayangi, bekerjasama, membaur dan menjaga. Di antara mereka ada yang anak tunggal, pasti penuh perhatian dan limpahan kasih sayang orang tua atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, semua dapat melampaui kegiatan ini dengan baik tak kurang suatu apapun. Tentu semua ini tak lepas dari peran pendamping yang hebat. Mereka begitu bertanggung jawab, penuh cinta serta perhatian. Ada beberapa catatan tentang peserta happycamp kali ini. Beberapa peserta happycamp kurang dapat memecahkan masalah. Setiap kali ada masalah mereka mencari pembina untuk memecahkan masalah mereka. namun demikian ada juga kelompok yang sudah dapat diandalkan, pada saat ada teman yang sakit mereka merawat teman dengan baik. Dari rasa handarbeni, masih perlu ditingkatkan agar tidak terulang lagi barang tercecer tanpa ada pemiliknya. Terima kasih atas dukungan dari orang tua yang sangat luar biasa baik tenaga maupun materi, sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Agar acara ini dapat berlangsung dengan baik dan tidak membebani, tetap laksanakan kegiatan menabung. Berkah Dalem. (Wiwik)
Tinggalkan Komentar