Halo apa kabar kalian? Selalu sehat dan semangat serta taat protokol kesehatan ya, karena covid-19 masih dan akan tetap ada! Pagi begitu cerah secerah seluruh warga SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan. Hari ini begitu istimewa. Semuanya mengenakan pakaian adat dari berbagai suku. Ada yang memakai baju adat dari Bali, NTT, Medan, Jawa Tengah, dan yang lainnya. Ada apa ya? Ternyata, hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda ke-94 bagi Bangsa Indonesia. Untuk mengembangkan rasa cinta akan budaya dan adat istiadat Indonesia, peserta didik wajib mengenakan salah satu pakaian adat dari seluruh provinsi di Indonesia

Tema Sumpah Pemuda tahun 2022 adalah Bersatu Bangun Bangsa. Logo Hari Sumpah Pemuda 2022 adalah angka 94. Angka sembilan dan empat bergaris berwarna-warni dan di bawahnya terdapat tulisan “Sumpah Pemuda Bersatu Bangun Bangsa”. Garis warna-warni dalam angka menggambarkan keanekaragaman suku, budaya dan adat istiadat di Indonesia, sedangkan garis putih dalam angka memiliki arti persatuan keberagaman yang suci. Bentuk lingkaran pada angka 9 diibaratkan kepalan tangan yang menggambarkan semangat persatuan dan kepemudaan, sedangkan garis saling berjajar dan mengarah ke atas pada angka 9 dan 4 menggambarkan semangat pemuda-pemudi Indonesia untuk terus bangkit bersama sebagai wujud cinta tanah air Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan,” Sumpah Pemuda memberi pelajaran bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras, dan kultur serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan bukan malah melemahkan. Peran Pemuda telah tercatat dengan tinta emas sepanjang masa karena Sumpah Pemuda mempelopori pembangunan visi kebangsaan yang diikuti pergerakan-pergerakannya mengantarkan Bangsa Indonesia kepada Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan awal momen bersejarah dimulainya pergerakan organisasi pemuda Pemudi Indonesia.

Hari Sumpah Pemuda 2022 di SD Marsudirini St. Yoseph diperingati dengan kegiatan bersama. Acara dibuka dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Bapak Patrisius Yudiyanto. Dalam amanatnya Pak Yudi mengajak Peserta didik yang merupakan Pemuda Pemudi Indonesia untuk mengisi kemerdekaan yang merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Pak Yudi mengajak seluruh warga Marsudirini untuk menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dengan menjaga diri dan menjaga hati serta mengesampingkan kepentingan pribadi demi persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau juga menyampaikan kata-kata bijak, “Seribu kawan masih kurang, musuh satu kebanyakan”. Artinya carilah teman sebanyak-banyaknya dan hindari permusuhan. Peserta didik diharapkan mengisi waktu dengan hal-hal yang positif untuk mengembangkan diri guna menjemput keberhasilan di masa depan. Sehubungan dengan Hari Bahasa yang juga jatuh pada Bulan Oktober, Pak Yudi menghimbau agar peserta didik menggunakan bahasa secara baik dan bijak dalam bertutur kata maupun dalam bermedia sosial. Pada era digital sekarang kini bukan hanya mulutmu harimaumu, namun jarimu harimaumu. Secara umum upacara berlangsung dengan baik dan lancar meskipun ada beberapa peserta didik yang tidak kuat dan harus mundur untuk berteduh.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan fashion show yang dilakukan oleh seluruh peserta didik. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik serta mengajak mereka untuk mau bersosialisasi bersama teman. Seperti kita ketahui bersama, masa pandemi membuat kita lebih asyik dengan handphone dan kurang peduli terhadap orang lain. Walaupun ada yang dengan malu-malu untuk tampil, namun semua peserta didik berani maju dan unjuk kebolehan.

Setelah acara fashion show selesai, peserta didik melaksanakan lomba membuat puisi dan membaca puisi. Lomba membuat dan membaca puisi dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan untuk mempersiapkan siswa yang akan mengikuti lomba menulis puisi tingkat nasional, GSMB(Gerakan Sekolah Menulis Buku).
Naaah….seru sekali acaranya, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Youtube kami! Mari kita sebagai pemuda pemudi Indonesia meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan semakin mencintai keberagaman bangsa kita. Salam persatuan!
Tinggalkan Komentar