Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
22 Januari 2025

SEPENGGAL KISAH CINTAKU DI DUSUN WONOTAWANG

Rabu, 22 Januari 2025 Kategori : Berita Sekolah / Outing Class

Pagi begitu cerah. Matahari menyembul dari peraduan dan memancarkan sinarnya tanpa ragu. Meskipun pagi, namun tanggal 15 Januari 2025 udara terasa agak panas.  Rombongan peserta didik kelas V dan VI SD Marsudirini St Yoseph nampak bergerak meninggalkan halaman sekolah menuju Dusun Wonotawang, Samigaluh, DIY. Sedianya hari ini para peserta didik tersebut akan melaksanakan live in mulai  tanggal 15 sampai tanggal 17 Januari 2025.  Nampak peserta didik melambaikan tangan yang dibalas oleh para orang tua mereka yang mengantar. Suasana riang terpancar di wajah para peserta didik. Kebetulan untuk acara kali ini Peserta didik tidak diperkenankan membawa hp sehingga mereka nampak akrab satu dengan yang lainnya. Di sepanjang perjalanan mereka berceloteh tentang berbagai hal.

Memasuki perbukitan Menoreh, angkutan kami membelah pegunungan dengan lincah. Nampak pemandangan hijau indah terhampar di kiri dan kanan jalan yang merupakan tebing dan ngarai yang dalam dan curam. Di antara jurang, terhampar hutan dan ladang cengkih warga yang subur. Mata kami penasaran menyusuri jurang yang ada di kiri kanan jalan, wiiiih……Kaki kami menggigil seperti mau lepas masuk ke dalam jurang ketika melewatinya. Sangat kontras, mata kami  menikmati keelokan alam yang sangat luar biasa sementara kaki terasa lemas, takut. Nampak Gunung Merapi bertahta dengan anggun di ufuk Timur dikelilingi hutan berselimut awan seputih kapas. Jalan yang berkelok-kelok naik turun menambah rasa yang tak dapat dikatakan. Pun demikian, kami semua merasa senang. Sampai di pedukuhan, kami sudah disambut warga dan beberapa anjing  jinak dengan antusias.

Di Sebuah kapel, Kapel St. Yusup namanya, Suster Gerda selaku kepala sekolah memberikan sambutan dan menyerahkan peserta didik kepada Ibu Purwaningsih selaku Ibu Dukuh Wonotawang yang kemudian membagikan kepada para warga yang telah ditunjuk. Setiap orang tua asuh membawa tiga sampai empat peserta didik. Dalam sambutannya, Suster Gerda berharap agar peserta didik dapat memahami budaya lokal serta menghargai adat istiadat di Dusun Wonotawang. Mereka pun diharapkan dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik, mampu bekerjasama dan menghargai serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar termasuk dalam hal makanan yang mungkin berbeda. Ibu Pur sangat bahagia menerima peserta didik. Beliau menyampaikan beberapa agenda peserta didik yaitu gotong royong mengangkut gendeng (genting) dan membuat makanan tradisional dari telo(Ketela pohon).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ftlivein4fix.jpg

Dalam kegiatan live in dimasukkan juga program rekoleksi bersama Romo Kristoforus Resa Alem Pramudita, Pr. Romo Resa memberikan permenungan agar peserta didik belajar untuk mengembangkan kemandirian, belajar menerima segala situasi dengan gembira dan memaknai kehidupan bermasyarakat. Untuk menumbuhkan kepedulian pada sesama diadakan penggalangan dana dari peserta didik dan penjualan pakaian pantas pakai yang hasilnya disumbangkan untuk masyarakat Dusun Wonotawang.

Tanggal 17 Januari 2025 adalah hari terakhir untuk live in di Dusun Wonotawang. Kami para guru dan karyawan menjemput ke Dusun Wonotawang. Kami disambut dengan gembira oleh mereka. Pada saat berpamitan nuansa haru menyelimuti seluruh ruang. Beberapa anak nampak sembab karena meneteskan air mata. Ibu dukuh pun tak kuasa menahan haru melepaskan peserta didik. Selama tiga hari, hati mereka sudah saling menyayangi. Suster Gerda sangat bahagia, semua peserta didik sehat. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih dan berharap agar peserta didik dapat membawa sejuta pengalaman selama live ini sebagai bekal hidup dalam berinteraksi dengan orang lain. Suster juga berterima kasih atas pendampingan dan penerimaan penduduk terhadap peserta didik. Melalui live in kali ini peserta didik dapat belajar tentang kesederhanaan atau ugahari, seperti teladan Bapa Fransiskus Asisi dan Ibu Magdalena Daemen. Selain mohon pamit, Suster juga mohon maaf mungkin selama di Dusun Wonotawang peserta didik kurang sopan dan merepotkan.

 Bu Dukuh Purwaningsih yang sangat enak masakannya ini berterima kasih karena SD Marsudirini St. Yoseph berkenan menitipkan peserta didiknya untuk mencari pengalaman di Dusun Wonotawang. Beliau berharap agar semakin banyak anak yang mau live in di Dusun Wonotawang.  Bagi penduduk sekitar, peserta didik live in di Dusun Wonotawang merupakan obat rindu karena  anak cucu mereka yang pergi ke kota untuk bekerja. Beliau juga berpesan untuk sekali waktu peserta didik bertandang ke Dusun Wonotawang.

Menurut peserta didik, Dusun Wonotawang adalah tempat yang sangat asri, sejuk, aman nyaman dan tenang. Penduduknya ramah dan baik. Semua makanan enak karena dimasak dengan penuh kasih sayang. Meskipun ada beberapa anak yang ketakutan karena tiba-tiba ada kecoak yang terbang, Dusun Wonotawang tetap mengguratkan kesan cinta yang mendalam. Mereka dapat belajar memasak, memberi makan ternak, menyapu, mencuci piring, merawat adik, dan masih banyak lagi. SD Marsudirini St. Yoseph keren sekali kan? Kegiatan live in berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih Tuhan Yesus, atas berkatMu. (wiwik)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar