Bulan penuh berkah bagi kaum Muslim tlah tiba, yaitu Bulan Ramadhan. Pada bulan ini Kaum Muslim merayakan puasa dengan sukacita untuk mendapatkan berkah dari Tuhan. Bulan puasa Ramadan kali ini terasa luar biasa karena waktu pelaksanaan bersamaan dengan masa prapaskah bagi orang Kristen. Masa prapaskah adalah masa tirakat, masa persiapan rohani bagi umat Kristen menjelang Paskah yang ditandai dengan doa, pertobatan, puasa, dan amal kasih, yang berlangsung selama 40 hari. Untuk menumbuhkan rasa peduli dan empati, SD Marsudirini St Yoseph mengajak peserta didik untuk berbagi takjil di depan sekolah pada tanggal 21 Maret 2025. Diharapkan kegiatan ini dapat melatih peserta didik untuk mengasihi saudara sehingga menjadi peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, serta belajar memahami dan merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Karakter berbagi sangat penting diajarkan sejak dini agar terbentuk individu yang peduli dan penuh kasih terhadap lingkungan dan sesama seperti teladan Bapa Fransiskus Asisi dan Ibu Magdalena Daemen.

Selain menumbuhkan rasa peduli dan empat kepada sesama, berbagi juga membangun kerjasama antar peserta didik agar apa yang direncanakan dapat tercapai. Berbagi dapat menumbuhkan rasa suka menolong dan dermawan serta mengikis sikap egois atau mementingkan diri sendiri. Dengan berbagi, peserta didik dapat belajar menjadi generasi yang bermanfaat dan bertanggung jawab dalam masyarakat. Secara spiritual, dengan berbagi kita dapat merasa dekat dengan dengan Tuhan melalui sesama dan merupakan bentuk syukur dan cinta kita kepada Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita. Ada juga paham yang mengatakan dengan berbagi dapat menghapus dosa, mendapat pahala berlimpah, hartanya diberkati, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan serta mendapat pertolongan di hari kiamat. Intinya bahwa dengan berbagi kita dapat meringankan beban orang lain, meningkatkan hubungan yang baik dengan sesama dan ikut membangun masyarakat yang sejahtera dan harmonis. Berbagi dapat menularkan kebaikan kepada orang lain dan membuat hidup lebih bermakna dan bahagia.

Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan oleh para guru dan peserta didik kelas V dengan baik dan lancar. Nampak peserta didik begitu semangat dan gembira melakukan kegiatan ini. Mereka mengisi bahu jalan di kiri dan kanan untuk mengantisipasi pengemudi di dua sisi. Peserta didik berteriak dengan lantang, “takjil…. takjil….. untuk menarik orang yang lewat di depan sekolah agar berhenti dan menerima takjil dari kami. Tak segan para peserta didik berlari mendekati atau mengejar para pengemudi yang berhenti lumayan jauh karena banyaknya penerima takjil yang berhenti. Mereka yang menerima takjil pun nampak begitu bersemangat dan bahagia. Istilah “takjil” dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab “ta’jil” (تَعْجِيل), berarti menyegerakan berbuka puasa. Berbuka puasa harus segera dilakukan karena di samping merupakan perintah Rasullulah SAW juga memiliki keutamaan pahala yang besar dan menjaga kesehatan badan. Dengan segera berbuka puasa maka kebutuhan nutrisi setelah berpuasa seharian dapat segera dipenuhi.

Di dalam alkitab, Tuhan bersabda agar kita manusia saling memperhatikan dan memberi. Seperti dalam injil Lukas 6:38 “Berilah, maka kamu akan diberi; kamu akan diberi ukuran yang penuh, ditekan, digoncangkan, dan melimpah, karena ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan dipakai untuk mengukur kepadamu.” Atau dalam Kitab Ibrani 13:16 “Jangan lupa berbuat baik dan memberi, sebab korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” Pentingnya berbagi pun dapat kita simak di dalam Injil 2 Korintus 9:6-7: “Ingatlah, barangsiapa menabur sedikit, ia akan menuai sedikit juga, dan barangsiapa menabur banyak, ia akan menuai banyak juga. Biarlah tiap-tiap orang memberikan, seperti yang telah diputuskan dalam hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Mari berbagi! Wiwik
Sumber informasi:
Tinggalkan Komentar