Ibu adalah sosok yang luar biasa. Kita semua menyayangi dan mencintai ibu kita. Pada saat sedih ataupun bahagia, sosok ibu lah yang sering kita cari untuk berbagi rasa. Namun demikian, bukan berarti kita tidak mencintai ayah kita. Ayah adalah sosok yang sangat kita hormati, kagumi dan sayangi. Ayah adalah cinta pertama anak perempuan dalam keluarga. Dari ayah kita merasakan aman dan kasih sayang walaupun kadang tidak diungkapkan secara jelas. Pada saat sedih atau bahagia, kebanyakan ekspresi ayah datar-datar saja. Walaupun begitu, kasih sayang seorang ayah bagi keluarganya tidak diragukan lagi, apalagi bagi anak yang besar hanya bersama ayah tanpa ibu, sosok ayah sangat berarti. Ayah memperjuangkan keluarga agar dapat hidup dengan layak dan bahagia. Begitu pentingnya ayah sehingga kita pasti setuju ada Hari untuk memperingati Ayah secara Nasional dan dunia.
Hari Ayah sedunia diperingati pada tanggal 19 Juni dan dirayakan oleh 111 negara, sedangkan Hari Ayah Nasional diperingati pada tanggal 12 November di setiap tahunnya. Di negara Kanada, Jerman, Italia, Lyndon Johnson mengeluarkan Proklamasi Presiden pertama untuk mengapresiasi Hari Ayah pada 1966. Sedangkan Peresmian hari libur dalam rangka Hari Ayah Sedunia dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon pada tahun 1972. Ia menandatangani Undang-Undang Publik yang menjadikan Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina dan hongkong merayakan Hari Ayah pada Hari Minggu pekan ke tiga Bulan Juni. Di seluruh dunia Hari Ayah mulai dirayakan pada awal abad ke – 12. Negara-negara di Eropa dan Timur tengah menyebut Hari Ayah dengan Hari Laki-laki Internasional atau International Men’s Day’
Hari Ayah sedunia berawal dari kisah Sonora Smart Dodd yang mendengarkan pidato saat Hari Ibu di gereja. Ibu Dodd telah meninggal dunia saat melahirkan, sehingga Dodd bersama lima saudaranya dirawat oleh ayahnya, William Jackson Smart seorang veteran perang sipil. Membesarkan 6 orang anak pastilah sangat berat dan banyak kesulitan yang dihadapi. Hal inilah yang mungkin mendasari Dodd ingin memberikan penghargaan bagi ayahnya. Pada awalnya Dodd ingin merayakan Hari Ayah setiap tanggal 5 Juni bertepatan dengan hari ulang tahun ayahnya, ia bahkan sampai mengajukan petisi agar hari tersebut diakui di kotanya dan menjadi hari libur. Setelah melalui perjuangan yang panjang, Hari Ayah pertama kali dirayakan pada tanggal 19 Juni 1910 di gereja. Saat kebaktian, sejumlah anak perempuan memberikan bunga mawar merah untuk ayah mereka yang masih hidup, dan mawar putih bagi ayah mereka yang sudah meninggal.
Berdasarkan situs Sahabat Keluarga Kemendikbud, deklarasi peringatan Hari Ayah pertama kali berlangsung di Solo pada 2016. Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Pada tahun 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Dalam sayembara terkumpullah sekitar 70 surat terbaik yang kemudian dibukukan. Beberapa surat terbaik tersebut kemudian dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa, serta umum. Suasana haru semakin terasa ketika anak-anak yatim piatu sungkem pada ibu-ibu dari Panti Jompo. Ketika acara selesai, para peserta membuat terkejut penyelenggara dengan pertanyaan, “Kapan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kami pasti ikut lagi.” Pertanyaan tersebut menggugah hati PPIP untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia. PPIP melaksanakan audiensi ke DPRD kota Surakarta. Mereka menanyakan kapan Hari Ayah di Indonesia dan jika belum ada penetapan Hari Ayah, bolehkah seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah? Ketika itu, PPIP tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan setelah melalui kajian yang cukup panjang, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional. Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”. Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam deklarasi itu diluncurkan buku Kenangan untuk Ayah yang berisi 100 surat anak Nusantara hasil diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah. Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote. Sejak saat itu, setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional namun bukan hari libur umum.
Ayah bukan hanya bertugas mencari nafkah, seorang ayah berperan bagi tumbuh kembang anak dalam keluarga. Karakter, emosi, sosial dan kognitif seorang anak dipengaruhi oleh kehadiran ayah. Dengan mengamati ayah, seorang anak akan belajar nilai-nilai moral dan sosial. Seorang ayah penyayang ataupun ayah yang kasar berpengaruh besar bagi kebahagiaan keluarga, khususnya anak. Jika anak melihat ayahnya yang bertindak kasar, tidak menutup kemungkinan anak akan melakukan hal yang sama dan menjadi pribadi yang kasar. Ketika melihat Seorang ayah yang penuh kasih sayang seorang anak menanamkan nilai dalam dirinya bahwa dia merupakan seseorang yang berharga. Dengan merasa bahwa dirinya seorang yang berharga maka dia mencintai dirinya, dan percaya diri. Anak yang percaya diri akan sigap dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan-tantangan yang dia temui.
Menurut Sisi Terang dan studi dari Erin Pougnet di Concordia University, Seorang anak yang sejak dini mendapat pengasuhan ayah cenderung memiliki IQ yang tinggi karena interaksi dengan ayah lebih menekankan eksplorasi analitis dan kritis. Saat bermain bersama ayah, tertawa keras, lepas dan diteriaki oleh ibu karena ramai sangatlah menyenangkan. Ayah merupakan pemandu dari rasa ingin tahu seorang anak sehingga dalam asuhan ayah, anak memiliki empati yang baik, dapat mengendalikan emosi dan tidak mudah terkena pengaruh buruk. Cara mendidik ayah yang berbeda sentuhan dengan ibu membuat anak memperoleh banyak ketrampilan sehingga menjadikan seorang anak cerdas. Saat memasuki usia remaja seorang anak yang merasakan pengasuhan ayah tidak mudah terbawa arus yang tidak baik dan menunjukkan lebih sedikit gangguan emosional. Seorang anak perempuan selain menjadi lebih pintar juga lebih asertif. Artinya memiliki kemampuan untuk menyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain dengan tetap menjaga perasaan dan hak orang lain tanpa menyerang mereka. Anak perempuan dalam asuhan seorang ayah menjadi lebih mandiri dan bahkan dapat melakukan pekerjaan yang banyak dilakukan oleh pria. Pendek kata, seorang anak yang tumbuh bersama ibu dan ayah akan menjadi individu yang bahagia dan sukses.
Peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph pasti setuju, di samping ibu, ayah sangat penting dalam hidup kita. Mari kita masing-masing senantiasa menghormati dan mencintai ayah kita, agar sehat dan juga bahagia, sehingga Beliau dapat berperan dalam keluarga dengan baik, berkah Dalem.
Sumber:
Tinggalkan Komentar