Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
18 Juli 2024

Bijak Mendampingi Si Melek Teknologi,  Semakin Berprestasi

Kamis, 18 Juli 2024 Kategori : Berita Sekolah / You Tube

Generasi adalah istilah untuk menggambarkan sekelompok orang yang lahir pada rentang tahun tertentu. Ada enam  generasi menurut  tahun kelahiran saat ini, yaitu: Pre Boomer yang lahir sebelum tahun 1946, berada dalam zaman peperangan sehingga hidup serba kekurangan. Mereka memegang teguh aturan dan cenderung kaku. Generasi Baby Boomers dilahirkan oleh Pre Boomer yang lahir setelah perang dunia II saat kondisi belum stabil dan penuh tantangan, yaitu tahun 1946-1964. Generasi Babyboomers memiliki kesetiaan dan dedikasi yang tinggi. Mereka memiliki prinsip dan mental yang sangat kuat. Generasi X lahir tahun 1965-1976, adalah generasi yang banyak ditinggalkan oleh orang tua untuk bekerja, sehingga memiliki banyak akal, mandiri, disiplin dan pekerja keras. Generasi Y lahir tahun 1977-1994. Generasi Y memiliki pemikiran yang terbuka dan ekspresif. Generasi Y merupakan generasi awal penggunaan internet. Mereka ambisius dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Generasi Z lahir tahun 1995-2010, generasi Z lahir di awal penggunaan internet sehingga mereka melek teknologi dan cepat mempelajari sesuatu. Mereka juga lebih peduli akan masa depan. Generasi Alpha, generasi termuda saat ini, lahir tahun 2011- 2025. Generasi Alpha lebih melek teknologi dari generasi sebelumnya, dari kecil mereka sudah dikepung dengan gadget. Generasi Alpha memerlukan pendampingan agar mereka mahir berteknologi, namun tetap menghargai nilai kekeluargaan. Setiap generasi memiliki sifat khas dan penanganan yang berbeda agar dapat berkembang pesat namun seimbang antara pribadi dan lingkungannya. Karena karakteristik setiap generasi yang berbeda, kadang bahkan sering orang tua menemui kesulitan dalam mendampingi anak-anak supaya dapat berkembang secara maksimal. Memperhatikan hal tersebut, SD Marsudirini St. Yoseph pada tanggal 18 Mei 2024 mengadakan kegiatan seminar parenting “Bijak dalam Mendampingi Generasi Alpha”  yang merupakan rangkaian kegiatan HUT 90 tahun sekolah.

Pagi nan cerah, mentari bersinar terang. Para Guru dan Karyawan  SD Marsudirini St. Yoseph nampak sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menunjang kelancaran kegiatan seminar pendampingan yang telah direncanakan pada hari ini. Sebagai pembawa acara seminar adalah Bu Dewanti dan Bu Yuli dari komite sekolah.  Ada dua orang hebat  sebagai narasumber kita  kali ini, yaitu Bapak Nazarius Sudaryono, S. Pd. M. Pd. Beliau adalah seorang motivator, dosen dan aktor. Narasumber ke dua Bapak Lambertus Pramudya Wardana, ST. M. Pd. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dirigen Bu Nina, dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Bu Ning. Suster Gerda, OSF selaku kepala sekolah penyelenggara memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa keluarga merupakan tempat pembinaan pertama anak. Di dalam keluarga sifat dan karekter anak bertumbuh. Perubahan gaya hidup serta perkembangan teknologi merupakan tantangan dalam mendampingi anak sehingga perlu kerjasama antara orang tua dengan sekolah agar menghasilkan peserta didik yang diharapkan. Suster juga berharap semoga acara dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk pendampingan anak-anak. Ibu Siti Nurani selaku pengawas turut hadir dan memberikan sambutan. Ibu Siti menyampaikan bahwa dalam waktu 90 tahun SD Marsudirini telah memberi dampak dan berkontribusi guna kemajuan pendidikan khususnya di Kabupaten Magelang. Banyak prestasi yang  telah ditorehkan yang merupakan hasil dedikasi dan kerja keras para guru dan dukungan orang tua serta daya juang peserta didik. Dinas  Pendidikan Kecamatan Muntilan memberikan apresiasi yang luar biasa bagi sekolah. Ibu Siti juga menyampaikan bahwa pendidikan di SD Marsudirini St. Yoseph bukan hanya bekal ilmu yang diberikan, namun pembentukan karakter disertakan. Semoga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Beliau juga memberikan doa untuk SD Marsudirini St. Yoseph agar semakin berjaya dan dapat mencetak generasi yang handal.

Bapak Nazarius yang merupakan Dosen Sanata Darma dan juga berkarya di PPSM memiliki leluhur  orang  Muntilan sehingga sudah familiar dengan kota Muntilan. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa setiap anak membutuhkan udara moral atau situasi yang baik di dalam rumah maupun lingkungan sekitar. Kini kita tidak lagi yakin udara moral baik ada di lingkungan kita. Banyak kita jumpai tetangga memiliki  tutur kata yang kasar sehingga menumbuhkan udara moral yang buruk. Media sosial yang sangat akrab dengan anak-anak kita pun kini dipenuhi udara moral tidak baik, misalnya banyak menampilkan kekerasan rumah tangga. Oleh karena itu kita perlu orientasi baru dalam dunia pendidikan. Mendidik tidak sekedar mendidik namun menanamkan nilai tinggi dalam aspek intelektual. Mengajar bukan hanya mengejar nilai akademis karena akan melukai anak yang tidak memiliki nilai akademis  baik namun perlu mengembangkan aspek sosial emosional anak sehingga anak tidak minder ketika berbicara dengan orang pun tidak grogi.

Di samping nilai akademis, karakter seseorang sangat menunjang keberhasilannya. Karakter adalah seperangkat sifat kejiwaan, tabiat, budipekerti, kepribadian serta akhlak yang selalu dikagumi menjadi tanda kebaikan, kebajikan dan kematangan moral seseorang. Ada tiga hal penting yang berhubungan dengan watak turut menentukan kesuksesan seseorang, yaitu memiliki disiplin, kejujuran dan rasa hormat kepada orang lain. Dalam diri setiap orang ada DNA individu alpha yaitu kapasitas untuk  tumbuh besar dan berkembang menjadi juara. Dna alpha akan berkembang pesat karena diasah dengan segala kesulitan dan dibebaskan dari sifat-sifat  atau belenggu tidak baik, seperti manja, malas, tidak pede, takut, dan terburu-buru/instan. Perlu kecerewetan dalam pembentukan karakter anak, yang artinya kita memang tidak toleran dengan sikap yang tidak baik. Negara yang berhasil memasukkan nilai karakter/watak dalam kehidupan adalah jepang Ciri nilai karakter orang jepang Ringkas/seiri, Rapi/seiton, resik/seisou, rawat/ seiketsu, rajin/shitsuke. Ketika karakter telah bertumbuh, maka  ketika mendapatkan sesuatu yang tidak beres ingin segera membereskan. Ciri karakter yang baik jika diterapkan akan menghasilkan suasana yang nyaman dan masa depan lebih baik, respek dan kemajuan. Pendidikan karakter adalah membiasakan anak berperilaku baik sehingga anak merasa bersalah atau risih ketika tidak melakukan. Ada tiga unsur moral yang harus kita kembangkan dalam mendidik karekter, yaitu mengetahui yang baik, menginginkan yang baik dan mampu melakukan. Jika tidak melakukan merasa risih, itulah karekter. Jika belum mencapai titik ini belum menjadi karakter. Hal yang tidak kalah penting, ketika kita memberikan perintah kepada anak harus menggunakan bahasa yang efektif.

Pak Pram selaku wakil komite yang berkarya sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 1 Ngablak dan sangat kompeten dalam teknologi Informasi dalam kegiatan parenting ini banyak membagikan pengalamannya untuk menghadapi peserta didik yang putus sekolah ditempatnya bekerja. Kita patut bersyukur karena di daerah Muntilan dukungan orang tua untuk anaknya bersekolah sangat tinggi. Pak Pram juga mengenalkan Bebras challange sebuah inisiatif internasional  yang diikuti oleh 55 negara dan  menyusun soal-soal kompetisi guna mengasah kemampuan dengan landasan komputasi dan informatika. Menurut pengalaman Pak Pram, dalam mendampingi anak kita perlu untuk mendengarkan anak. Kadang anak mengeluh, maka sebaiknya kita bertanya dengan bahasa yang positif sehingga anak merasa nyaman. Ketika anak merasa nyaman, anak akan mudah berbicara tentang apa yang mereka alami. Kita perlu mendengarkan alasan anak dengan bahasa yang positif tanpa nada menghukum. Karena setiap anak itu unik, jangan sampai kita membandingkan dengan yang lain karena akan melukai anak. Buatlah kesepakatan bersama anak sehingga anak tahu batasan-batasan sehatnya dalam bertindak.

Pak Pram selaku wakil komite berharap agar orang tua peserta didik diharapkan untuk mendukung program-program sekolah yang telah disusun sehingga akan memberikan dampak yang maksimal. Upayakan agar orang tua tidak mengambil alih tanggung jawab anak.  Sejalan dengan program sekolah dalam upaya pendidikan karakter, diharapkan orang tua pun memberi contoh kecil, misalnya  ketika menurunkan anak untuk sekolah, tidak di jalur sibuk agar tidak mengganggu orang lain. Jaga kesehatan mental dan lingkungan rumah yang mendukung. Will being  siswa terpengaruh will being guru. Ketika anak ketemu guru yang marah anak juga ikut marah. Mari saling membantu dan berkomunikasi agar guru memiliki will being atau kesehatan mental yang baik. Mari dukung kegiatan anak tanpa harus mengambil alih tanggung jawab mereka.

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Hadir juga dalam kegiatan ini seluruh kepala sekolah yang bernaung dalam Yayasan Marsudirini perwakilan Muntilan. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dalam mendampingi anak-anak kita. Kita semua tahu bahwa peserta didik sekarang banyak berhubungan dengan teknologi, kita harus terus memantau anak-anak kita secara bijaksana. Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi kanal youtube kami SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan. Berkah Dalem.

Tulisan Lainnya

Oleh : SD Marsudirini

Gaya Hidup Sehat untuk Kebahagiaan

Oleh : SD Marsudirini

Berbagi Berkat Meraih Rahmat

Oleh : SD Marsudirini

ROH KUDUS SANG PENOLONG ABADI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar