Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
25 September 2025

Mereka Sesama yang Harus Kita Kasihi

Kamis, 25 September 2025 Kategori : Blog

Pernahkah kalian, peserta didik SD Marsudirini St Yoseph mendengar tentang gangguan bipolar atau manik depresi? Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang dapat menyebabkan suasana hati seseorang berubah dengan cepat. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang awalnya seperti biasa saja dan saat berinteraksi tiba-tiba suasana hatinya berubah menjadi sangat sedih atau sebaliknya tanpa sebab, bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan bipolar. Orang yang mengalami gangguan bipolar juga merasa sangat rendah diri, putus asa, sampai merasa tidak berharga. Gangguan bipolar yang lain dapat dilihat ketika orang itu sangat kesulitan berkonsentrasi, berkomunikasi maupun menjaga hubungan dengan sesama. Perubahan ekstrem suasana hati dan energi penderita bipolar mempengaruhi kemampuan untuk berfungsi sehari-hari. Suasana hatinya tidak stabil, kadang gembira berlebihan, kadang depresi atau mengalami kesedihan yang mendalam, kadang juga campuran antara sedih dan bahagia.

Gangguan bipolar adalah penyakit kesehatan mental yang kompleks dan kronis. Seseorang yang menderita gangguan bipolar menandakan adanya gangguan sistem motivasional yang disebut  behavioral activation system (BAS). BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh penghargaan atas pencapaian tujuan dari lingkungannya. Penyakit ini bisa muncul sejak kanak-kanak, namun ada juga yang muncul mulai usia dua puluhan. Penderita gangguan bipolar kebanyakan terjadi pada usia dua puluh sampai tiga puluh tahun. Semakin dini seseorang menderita gangguan bipolar, maka semakin berat resiko penyakitnya. Jika mereka menderita mulai usia anak-anak, mereka berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini dalam bentuk lebih parah dan bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi (ADHD). Orang dengan gangguan bipolar memang tidak dapat sembuh total namun dapat menjalani kehidupan dengan baik  jika dikelola secara efektif dengan terapi dan pengobatan yang tepat.

Apa yang menyebabkan orang mengalami gangguan bipolar? Gangguan bipolar bisa terjadi karena faktor genetik atau turunan, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, stress yang berat, mengalami kejadian yang membuat trauma dan kecanduan obat terlarang atau alkohol. Meskipun bukan penyebab utama Gangguan bipolar, ketidakseimbangan zat kimia dalam otak seperti dopamin, noradrenalin, serotonin yang merupakan faktor biologis ikut berperan menyebabkan gangguan bipolar. Mengapa dopamin, noradrenalin, dan serotonin bisa tidak seimbang? Gaya hidup tidak sehat seperti kurang tidur,  pola makan buruk, stres kronis, faktor genetik, serta kondisi medis seperti depresi atau penyakit Parkinson merupakan pemicunya.  Ketidakseimbangan ini mempengaruhi suasana hati, motivasi, tidur, dan fungsi otak lainnya. Diagnosa gangguan bipolar dilakukan oleh ahli kesehatan mental seperti psikiater atau psikolog. Ada empat jenis episode suasana hati pada penderita gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis episode suasana hati gangguan bipolar memiliki gejala yang unik.

Setiap orang pasti pernah mengalami sedih dan bahagia, namun seorang yang mengalami gangguan bipolar memiliki gelombang perasaan yang ekstrem dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Di suatu saat dia merasa sangat antusias, bersemangat dan tiba-tiba suasana hatinya berubah menjadi buruk sehingga pesimis dan depresi. Yang sangat mengkhawatirkan, para penderita gangguan bipolar sering mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidup. Saat suasana hati mereka buruk atau hipomania, mereka dapat mengalami halusinasi dan delusi. Halusinasi seperti mendengar suara atau melihat sosok yang tidak ada, sedangkan delusi adalah keyakinan yang salah meskipun ada bukti kuat yang menyanggahnya. Sebagai contoh delusi, merasa ada orang yang ingin menyakiti dirinya. Periode mania biasanya berlangsung selama dua minggu sampai 5 bulan, sedangkan depresi bisa berlangsung lebih lama. Tingkat gangguan suasana hati tergantung derajat keparahan dan sifat si penderita. Saat ini beberapa kota di Indonesia sudah ada yang melaporkan adanya gangguan bipolar meskipun tidak sebanyak di luar negeri.

Seseorang yang mengalami gangguan bipolar, tetap dapat berprestasi. Mereka bisa manjadi orang yang sukses dan terkenal, seperti Vincent Van Gogh. Beliau adalah seorang pelukis dari Belanda yang terdiagnosa menderita gangguan bipolar setelah kematiannya. Karya-karya Gogh dikenal dan cukup berpengaruh dalam sejarah seni Barat. Gogh melalui kondisi mental  yang pasang surut dengan perjuangan batin yang berat. Ia terus mencurahkan isi hatinya pada seni di tengah kondisi psikologisnya yang rapuh.  Gogh mengubah ide yang tidak terlihat menjadi sesuatu yang terlihat dengan gambarnya. Ia dapat mengungkapkan secara jelas keinginannya melalui gambar yang dia buat. Gogh berhasil berkarya di tengah emosinya yang bergejolak dan menghasilkan lukisan terkenal yaitu Starry Night dan Sunflowers. Lukisannya menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Van Gogh mengakhiri hidupnya pada tanggal 29 Juli 1890. Perjuangannya dengan gangguan bipolar terus menginspirasi dan menggerakkan kesadaran tentang kesehatan mental di seluruh dunia.

Guna mendidik, meningkatkan kesadaran masyarakat dan menghilangkan stigmata sosial serta memberi dukungan bagi penderita gangguan bipolar, ditentukanlah tanggal 30 Maret sebagai Hari Gangguan Bipolar. Tanggal yang merupakan hari ulang tahun Van Gogh ini dipilih oleh International Society for Bipolar Disorders yang bekerjasama dengan Asean Network of Bibolar Disorder dan Internasional Bipolar Foundation sebagai penghormatan kepada Van Gogh.  Dengan adanya kesadaran masyarakat tentang penderita gangguan bipolar diharapkan tercipta komunitas yang sehat bagi kehidupan mental penderita gangguan bipolar sehingga mereka tidak merasa hidup sendirian. Hal ini berdasarkan sebuah survei yang menemukan bahwa 77persen orang dengan gangguan bipolar mengaku hidup terisolasi. 81 persen penderita gangguan bipolar merasa tidak ada orang yang memahami apa yang mereka alami.

Menurut catatan medis dokter Hippocrates yang disebut Bapak Kedokteran, Gangguan bipolar sudah ada sejak Zaman Yunani. dokter Hippocrates mencatat temuannya tentang dua suasana hati yang berbeda ini dan menyebut temuannya dengan depresi dan mania. Adapun Deskripsi independen gangguan bipolar dipresentasikan ke Academie de Medecine di Paris oleh ahli saraf, Jules Baillarger dan Psikiater Prancis, Jean Pierre Falret pada tahun 1854. Falret menyebut gangguan bipolar dengan istilah folie circulaire yang artinya kegilaan melingkar. Berbeda dengan sebelumnya, Aaron Carter menyebut penyakit itu dengan folie bentuk ganda, artinya kegilaan bentuk ganda.

Bagaimana peserta didik SD Marsudirini St Yoseph menghadapi orang dengan gangguan bipolar? Awalnya pasti takut, karena mereka berubah karakter tanpa bisa ditebak. Untuk anak-anak, mohon pendampingan orang tua untuk menghadapi mereka, agar situasi dapat terkondisi dengan baik. Ajaklah mereka berbincang, berilah dukungan dan dengarkan dengan penuh perhatian serta pahami kondisi mereka tanpa berdebat. Usahakan tidak membuat mereka merasa tertekan dengan topik yang dibicarakan karena akan membuat mereka frustasi. Jika mereka menghadapi  kesulitan, bantulah mereka dengan melakukan aktivitas bersama-sama. Bagaimana jika dirimu sendiri atau keluarga yang mengalami gangguan bipolar? Carilah pengetahuan tentang cara mengatasi gangguan ini. Jauhkan dari stres dengan menyeimbangkan kegiatan dan hidup sehat. Hidup sehat dapat dilakukan dengan membuat pilihan sehat seperti pola tidur, makan dan olahraga secara teratur.  Berdoa dan melakukan meditasi dapat membuat diri merasa tenang. Carilah bantuan dan dukungan dari orang yang kalian percaya. Pantaulah diri sendiri dengan mengolah pikiran. Ketika berpikir dan menunjukkan gejala ayunan suasana hati di luar kendali segera hentikan. Menulis dalam buku harian dapat digunakan untuk mengolah pikiran dan berusaha memaafkan diri sendiri serta memiliki rasa syukur sehingga dapat mengontrol dan mengarahkan emosi ke arah positif. Jangan lupa lakukanlah pengobatan. Apapun keadaan mereka, mereka adalah saudara yang harus kita perhatikan dengan memberikan kasih sayang. Peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph siap mengasihi mereka kan?(Wiwik)

Sumber : Gambar dan materi dari Internet dengan pengolahan pribadi

Tulisan Lainnya

Oleh : SD Marsudirini

Tujuan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar