Bumi tempat kita tinggal adalah planet ke-3 dalam tata surya. Selain Bumi, menurut penelitian para ahli, masih ada beberapa planet lain yang layak huni, misalnya Planet Luyten yang besarnya tiga kali lipat dari Bumi dan letaknya 12,4 tahun cahaya dari Bumi. Meskipun demikian, adakah di antara kalian yang mau tinggal di sana? Tentu tidak, karena Bumi adalah tempat kita bersama orang-orang yang kita cintai tinggal bersama. Oleh karena itu kita harus menjaga dan mengupayakan kelestarian Bumi agar nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Sebagai bentuk dukungan bagi perlindungan planet yang sehat diadakanlah Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April. Hari Bumi terbentuk berawal dari keprihatinan seorang Senator AS, Gaylord Nelson yang pada tahun 1969 menyaksikan tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara California. Pada tahun 1970 Beliau menyerukan agar seluruh orang Amerika bersatu mengambil sikap demi keselamatan planet agar memiliki masa depan yang lebih baik. Dari seruan Beliau ini, banyak perguruan tinggi dan universitas di Amerika ikut mendukung dengan melakukan protes untuk bumi yang sehat dan berkelanjutan. Hal yang juga diperjuangkan melalui protes ini adalah polusi udara hasil kegiatan pabrik dan penggunaan kendaraan berbahan bakar. Tidak hanya itu, ketersediaan air bersih dan punahnya keanekaragaman hayati juga masuk di dalam protes. Perjuangan tidak sia-sia, Bulan Desember 1970 Konggres AS menyetujui pembentukan badan federal baru untuk menangani masalah lingkungan yang dikenal sebagai Badan Perlindungan Lingkungan AS.
Tema Hari Bumi th 2024, adalah “Planet VS Plastik”. Dengan tema ini kita diajak untuk mulai mengakhiri penggunaan plastik demi kesehatan manusia dan bumi. Plastik memang sangat praktis untuk kita gunakan, namun merupakan momok yang mengerikan bagi keberlangsungan Bumi. Plastik tidak dapat terurai secara alami oleh alam. Perlu ratusan tahun untuk membuat plastik terurai. Sampah plastik melepaskan zat beracun seperti timbal, merkuri dan cadmium yang berbahaya bagi alam dan manusia. Banyaknya zat berbahaya yang terlepas ke udara menyebabkan ozon berlobang sehingga es di kutub terus mencair dan mengakibatkan suhu Bumi panas menyengat. Tanaman kini mulai susah menghasilkan buah dan iklim pun bergeser tidak karuan. Selain dapat menyumbat air dan mengakibatkan banjir, Plastik berbahaya bagi Hewan. Hewan yang memakan plastik atau terjerat plastik dapat mati.
Kita harus memulai kegiatan positif demi anak cucu kita. Mari mulai dari pribadi kita masing-masing untuk mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah untuk didaur ulang kembali dan membersihkan lingkungan. Bersepeda atau berjalan kaki selain menyehatkan juga ikut menjaga keberlangsungan lingkungan. Menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi pun ikut menjaga keberlanjutan alam. Di rumah atau tempat kerja, kita dapat mendukung pelestarian Bumi dengan meletakkan pot tanaman. Di ruang tamu, dapur, ruang makan, atau meja kerja misalnya kita dapat memperindah ruang dengan meletakkan tanaman keladi tikus, sirih gading, kaktus, peace lili yang rimbun dan lain sebagainya. Tanaman ini, selain dapat menambah keindahan dapat menghilangkan dan menetralkan gas polutan dari udara serta menghasilkan oksigen. SD Marsudirini St. Yoseph pun ikut melestarikan Bumi dengan melakukan penanaman pohon tabebuya beberapa waktu yang lalu di IMATUKA Gemer dan pohon pule di halaman sekolah. Kini pohon-pohon yang ditanam itu mulai bertunas dan merimbun. Salam cinta Bumi!(LuciaWiwik)
Tinggalkan Komentar