Meski dibumbui oleh demonstrasi hampir di seluruh wilayah Indonesia karena ketidak puasan rakyat kepada DPR dan kasus tertabraknya ojol oleh mobil anggota Brimob, Bendera Merah Putih tetap berkibar di pinggir jalan, di setiap rumah, di depan instansi-instansi dengan gagahnya. Jalanan di malam hari gemerlapan oleh lampu kelap-kelip elok yang dipasang oleh seluruh Warga Negara Indonesia. Pastilah para pahlawan sedikit tersenyum lega menyaksikan hal ini dan berharap agar apa yang mereka perjuangkan tidak sia-sia. Setiap tahun HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bisa dipastikan dirayakan dengan seru dan memiliki keunikan yang berbeda. Demikian juga dengan SD Marsudirini St Yoseph, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk menambah semangat nasionalisme peserta didik.


HUT RI tahun 2025 merupakan HUT ke-80. Perpaduan angka 8 dan 0 melambangkan keberlanjutan yang tanpa putus, artinya apa yang telah diperjuangkan terus dilanjutkan dengan mengisi hal positif yang belum terisi di berbagai aspek kehidupan berbangsa. Tema HUT RI 2025, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, mencerminkan ajakan negara bagi seluruh Rakyat Indonesia agar memiliki semangat persatuan dan kedaulatan, guna mencapai kesejahteraan rakyat serta kemajuan bangsa tercapai sesuai harapan. Tanpa ada persatuan dan kesatuan, sehebat apapun suatu negara akan hancur. Dengan tema ini diharapkan seluruh masyarakat terinspirasi untuk menyambut HUT RI ke-80 dengan semangat kebangsaan yang tinggi.


Kegembiraan untuk merayakan HUT RI sudah mulai terasa di awal bulan Kemerdekaan. Pada tanggal 9 Agustus 2025 kelurahan Muntilan melaksanakan jalan santai yang diikuti oleh seluruh warga dan sekolah di Muntilan. Acara dilaksanakan di Lapangan Pastoran. Di sana dibuat sebuah panggung kecil sebagai pusat panduan kegiatan. Acara jalan santai diawali dengan drumband dari SMP Marsudirini Marganingsih. Sekolah-sekolah sekecamatan Muntilan pun mengisi tampilan sebagai hiburan. SD Marsudirini St Yoseph sendiri menampilkan tari kreasi. Tari kreasi ini pernah menjadi juara pertama FLS3N tingkat kecamatan Muntilan. Adapun penarinya adalah Jocelyn, Irene, Aiko dan Taraya. Rute jalan santai lumayan panjang, bagi anak-anak hal ini bukanlah masalah, namun bagi orang tua yang kakinya terlalu dimanjakan oleh kuda besi terasa berat menyusuri jalan setapak di dusun-dusun. Rasa penat terobati oleh pemandangan di sepanjang rute, terlebih daerah persawahan Gupit, mata sedikit bertamasya melihat indahnya alam di sana.



HUT RI sangat identik dengan lomba-lomba yang seru. Jika tidak mengikuti lomba tujuhbelasan, rasanya belum merayakan Hari Kemerdekaan. Tanggal 15 Agustus 2025 SD Marsudirini St Yoseph pun mengadakan lomba tujuh belasan bagi seluruh warga sekolah. Acara lomba telah dipersiapkan dengan baik oleh tim HUT RI. Ada lomba membawa balon dengan tampah di kepala, tiup gelas, memindahkan air, memindahkan tepung, kugeruk, dan masih banyak lainnya. Acara dibuka dengan doa bersama dan senam. Sebagai MC Pak Pri dan Bu Septi. Semua terlaksana dengan baik, lancar dan sangat menghibur. Tingkah polah para peserta lomba yang lucu membuat semua tertawa gembira. Ada yang badannya basah kuyup terkena guyuran air, ada yang wajahnya coreng moreng terkena tepung, dan lain sebagainya.



Inilah hari yang ditunggu, tanggal 17 Agustus 2025 tepat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. SD Marsudirini St Yoseph melaksanakan upacara bendera dengan petugas kelas lima dan dipimpin oleh Suster Gerda, OSF selaku pembina upacara. Peserta didik melaksanakan tugas dengan baik dan lancar. Mereka melangkah dengan gagah dan tidak ada kesalahan dalam bertugas. Suster Gerda dalam amanatnya menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki rasa nasionalisme yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh budaya yang tidak baik. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, maka akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan modal dasar suatu negara untuk dapat maju dan sejahtera. Rasa nasionalisme dapat dipupuk sejak dini dengan sikap tolong menolong secara iklas. Tak kalah penting, beliau menegaskan agar para peserta didik memiliki disiplin diri yang merupakan kunci keberhasilan. Disiplin dapat dimulai dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, meletakkan barang kembali di tempatnya setelah digunakan, dan lain sebagainya. Tanpa adanya kedisiplinan, cita-cita tinggal cita-cita tanpa dapat diwujudkan.


Muntilan Expo tahunan yang digelar oleh Kecamatan Muntilan pun diikuti oleh seluruh sekolah se-kecamatan Muntilan. SD Marsudirini St Yoseph pun turut serta. Kali ini telah dipersiapkan Tari Gedruk. Tari Gedruk memang banyak diminati peserta didik. Topeng buto yang unik, pakaiannya yang nyentrik ditambah bunyi krincing yang riuh membuat Tari Gedruk banyak dinanti. Adapun penarinya adalah Agung, Pandu, Marvel, Christa, Jordy dan Chandra. Panas terik di halaman kecamatan tak menyurutkan semangat mereka untuk menari. Mereka yang masih imut bergerak lincah dan penuh percaya diri diselingi teriakan seperti buto atau raksasa sangat menghibur penonton. Pola lantai demi pola lantai mereka ciptakan sehingga tarian terlihat indah. Tepuk tangan riuh para penonton mengiringi peluh yang merayap turun membasahi badan membuat para penari puas.. Rasa lelah pun terlibas habis saat diberi penghiburan segelas es bum dan semangkuk bakso.


Tanggal 30 Agustus 2025 yang merupakan penutup perayaan HUT RI digelarlah karnaval di Kecamatan Muntilan. SD Marsudirini St Yoseph mempersiapkan drumblack Laudato Si yang dikemas bersama pembawa icon Incredible, pembawa bendera, tari kreasi dan Tari Gedruk. Drumblack dibuat dengan memanfaatkan barang bekas, seperti ember cat berbahan plastik, ember cat berbahan blek, jerigen besar, simbal dan triol. Laudato Si sendiri merupakan seruan berbahasa Italia dari Bapa Sri Paus yang dirilis di tahun 2015 memiliki arti Terpujilah Engkau, Tuhanku atau Puji BagiMu, merupakan ajakan Bapa Paus untuk mencintai, merawat dan melindungi lingkungan dari kerusakan akibat konsumerisme dan pembangunan tak terkendali, sebagai bukti cinta kepada Sang Pencipta. SD Marsudirini St Yoseph mengajak semua warga Bumi untuk ikut menjaga Bumi sebagai tempat tinggal bersama.


Tibalah hari yang ditunggu, semua warga sekolah berangkat lebih pagi. Udara yang sangat dingin di Muntilan tak dapat menghalangi semua warga Marsudirini untuk bangun dan bersiap. Tidak ada kata malas untuk acara yang terlah dirancang secara detail ini. Berbagai pernak-pernik dipersiapkan oleh tim bersama komite. Ada 115 personel peserta didik yang ikut memeriahkan drumblack Laudato Si. Fase latihan yang berat mereka jalani dengan penuh semangat bersama para pembimbing yang solid. Barisan karnaval bergerak pada pukul 09.35 WIB. Guru, karyawan dan komite sigap membantu peserta didik selama dalam perjalanan. Mayoret yang terdiri dari Maura, Jahziel dan Tessa mengenakan pakaian dari barang bekas seperti kertas koran, goni, kertas pembungkus kertas dan plastik beraksi dengan indah tanpa terganggu. Kegiatan Karnaval dapat dilaksanakan dengan sangat baik bahkan diliput oleh Koran Suara Merdeka. Man Jadda Wajada, pepatah Arab yang berarti “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mencapai tujuannya” atau “ia akan berhasil” amat tepat disematkan bagi SD Marsudirini St Yoseph dalam karnaval kali ini. Dengan segala perjuangan dan jerih payah akhirnya dapat menorehkan prestasi yang membanggakan. Dikategori SD, kami SD Marsudirini St Yoseph menjadi juara pertama.


Begitu banyak acara di gelar dalam rangka HUT RI, semoga cinta akan Indonesia mendarah daging seperti para pahlawan yang telah mendahului kita di setiap nadi anak bangsa sehingga Indonesia Jaya. Hal yang menakutkan untuk kelangsungan bangsa adalah adanya bahaya laten. Bukan hanya komunis, kadang kala bahaya itu berselubung keindahan, keimanan, dan lain sebagainya. Mereka yang sudi melakukan adu domba bukan lagi penjajah, melainkan orang Indonesia sendiri dengan kepentingan pribadi, inilah yang sangat berbahaya. Penguatan profil pemuda Pancasila bukan lagi merupakan keinginan namun sudah merupakan kebutuhan mutlak bangsa ini. Mari kita selalu waspada akan bahaya yang mengancam keutuhan NKRI. Jadilah anak Indonesia yang Pancasila, merdeka!
Tinggalkan Komentar