Fogging di SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan

Pandemi Covid-19 belum menunjukkan akan segera usai. Kita semuanya dituntut semakin peduli akan kesehatan. Selain  Covid-19, di Bulan Desember dan Januari yang merupakan bulan dengan curah hujan tinggi membuat kita rentan sakit. Biasanya yang merupakan penyakit langganan adalah Flu yang disertai dengan batuk. Di samping itu, yang harus mendapat perhatian khusus adalah sakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Kita bisa mengenali ciri-ciri nyamuk demam berdarah ini dengan memperhatikan pola belang-belang putih di sekitar tubuh dan kakinya. Nyamuk ini memiliki pola aktivitas yang diurnal, atau aktif pada pagi sampai siang hari. Namun, bukan berarti nyamuk Aedes aegypti tidak bisa menggigit di malam hari. Nyamuk Aedes aegypti betina menggigit atau menghisap darah manusia untuk mendapatkan protein sebagai bekal bertelur. Jadi nyamuk demam berdarah yang bertanggung jawab terhadap penularan tersebut adalah nyamuk betina. Nyamuk DBD “beroperasi” pada pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB dan 15.00 WIB sampai 17.00 WIB. Nyamuk demam berdarah ini lebih suka berdiam dan berkembang biak dengan cepat di daerah yang panas dan lembap, seperti Indonesia. Berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah betina senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah dan bisa terbang rata-rata sejauh 400 meter. Infeksi virus dengue biasanya lebih tinggi jika korban berada di luar ruangan dan pada siang hari. 

Penyakit demam berdarah bisa dicegah dengan membasmi habitat atau sarang nyamuk aedes aegypti. Sehubungan dengan hal tersebut, maka SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan  melaksanakan fogging. Tak hanya SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan, namun semuakomunitas Marsudirini Muntilan difogging. 

Tempat-tempat yang banyak airnya atau bisa dijadikan tempat penampungan air di tutup dengan baik. Hal ini karena lokasi tersebut merupakan habitat telur nyamuk demam berdarah untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa. Semua tempat yang memungkinkan terjadinya genangan air selalu diperiksa oleh Pak Tiyok dan Mas Rama, seperti di pot tanaman ataupun tempat sampah. Selain membuat lingkungan menjadi sehat dan bersih, hal ini membuat SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan selalu asri dan rapi. 

Yuk, cegah nyamuk demam berdarah berkembang biak dengan rajin membersihkan lingkungan kita! Jika mengalami tanda-tanda demam berdarah seperti sakit kepala parah, demam tinggi tiba-tiba, nyeri otot dan sendi, sakit di belakang mata, merasa lelah, mual, muntah, muncul bintik-bintik merah di kulit, hidung atau gusi berdarah, segera berobat ke rumah sakit terdekat ya! Salam Sehat. (Wiwik Lucia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.