Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga….
Lirik Lagu Keluarga Cemara ini sangat pas menggambarkan begitu berartinya keluarga bagi setiap orang. Peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph pasti sangat menyayangi keluarga. Di dalam keluarga besar ada ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, om, tante, bu de, pak de, yang pasti sangat kita sayangi. Mereka semua sangat berarti dalam hidup kita. Saat mereka sedih, kita juga ikut sedih dan menderita. Sebaliknya saat mereka bahagia, hati kita pun akan berbahagia. Naah….tahukah kalian, tanggal 1 Januari yang merupakan tahun baru Masehi yang juga diperingati sebagai Hari Keluarga Sedunia? Di Indonesia sendiri, Hari Keluarga diperingati setiap tanggal 29 Juni. Beberapa negara lain, juga memiliki hari keluarga. Amerika mengenalnya dengan istilah Family Day (Hari Keluarga). Pertama kali mereka memperingati Hari Keluarga pada Hari Minggu pertama Bulan Agustus 1978. Afrika Selatan mengenal Hari Keluarga sejak 1995. Sedangkan Australia mendeklarasikan Hari Keluarga pada Selasa minggu pertama November 2007, saat pelaksanaan Melbourne Cup. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 1994 menetapkan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional. Walaupun tanggal pelaksanaan berbeda, secara umum Hari Keluarga dimaknai sebagai hari berkumpulnya anggota keluarga. Ayah, ibu dan anak-anak makan bersama. Saat anggota keluarga berkumpul diharapkan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga.
Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) memang belum terlalu luas dikenal masyarakat. Aparat pemerintah pun masih banyak yang belum mengenal Hari Keluarga Nasional. Pertama kali Hari Keluarga Nasional dicanangkan di Provinsi Lampung pada th 1993, dan selanjutnya th 1994 dilaksanakan Hari Keluarga Nasional di Sidoharjo, Jawa Timur. Hari Keluarga Nasional kerap diindentikkan dengan Keluarga Berencana (KB) sehingga segala hal yang berkaitan dengan Harganas seakan-akan menjadi tanggung jawab BKKBN. Harganas milik seluruh anak bangsa ini, maka rasa memiliki Hari Keluarga Nasional perlu lebih dioptimalkan dengan melibatkan Instansi pemerintah. Pemerintah bertanggung-jawab terhadap pengenalan dan sosialisasi Harganas sehingga masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat kehadiran Harganas. Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan setiap orang sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Akhirnya, Harganas mendapat legalitas. Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, anggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur.
Peringatan Hari Keluarga awalnya dicetuskan oleh Bapak Haryono Suyono, yang kala itu menjabat sebagai ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada era pemerintahan Bapak Presiden Soeharto. Usul ini disetujui oleh pemerintah dan menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Penetapan tanggal ini memiliki kisah sejarahnya tersendiri. Setelah pengumuman kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, situasi nasional di berbagai daerah di Indonesia belum aman. Banyak masyarakat yang harus berpisah dengan keluarganya untuk wajib militer guna mempertahankan situasi wilayahnya dan berangkat perang. Mereka berjuang dengan gigih dengan bergrilya sampai akhirnya pada tanggal 22 Juni 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia secara utuh dan perang resmi berakhir. Seminggu setelah pengumuman kedaulatan Indonesia, yaitu pada 29 Juni 1949 para pejuang pulang berkumpul lagi dengan keluarganya. Pengetahuan tentang usia nikah kala itu amat rendah. Mereka memiliki keinginan kuat untuk mengganti keluarganya yang gugur dalam peperangan. Perkawinan usia dini banyak terjadi dan berdampak tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu. Maka timbullah kesadaran untuk membangun keluarga ke arah keluarga kecil bahagia sejahtera melalui KB. Selama kurun waktu dua puluh tahun, telah banyak keberhasilan program KB sehingga Indonesia menjadi tempat pembelajaran bagi negara-negara lain. Program Kependudukan dan KB berhasil meraih penghargaan UN Population Award. Tercatat dalam sejarah bahwa tanggal 29 Juni 1970 merupakan puncak semangat pejuang Keluarga Berencana untuk memperkuat program Keluarga Berencana (KB), sehingga tanggal tersebut dikenal sebagai tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Pada gilirannya, pada tahun 1992 Presiden Republik Indonesia (RI) saat itu menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Penetapan ini dilatarbelakangi pemberian penghargaan kepada rakyat Indonesia yang telah berjuang merebut dan mempertahankan RI dengan meninggalkan keluarganya.
Peranan keluarga bagi suatu bangsa sangatlah penting. Lamanna dan Riedmann (1991) mengungkapkan ada tiga fungsi yang harus dijalankan oleh suatu keluarga yaitu fungsi reproduksi yang bertanggung jawab, fungsi dukungan ekonomi dan fungsi perlindungan emosional. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 dan PP Nomor 21 Tahun 1994 menjelaskan bahwa minimal ada delapan fungsi yang harus dijalankan oleh suatu keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan. Dari keluarga diharapkan tumbuh tunas-tunas muda generasi penerus bangsa yang berkarakter, berbudi luhur untuk masa depan bangsa. Secara tidak langsung, keluarga merupakan pendukung terciptanya ketahanan suatu bangsa. Begitu pentingnya keluarga sebagai lingkaran inti diharapkan dapat menjadi media pengenalan berbagai faktor sosial yang mendukung peran anggota keluarganya dalam berkehidupan sosial di dalam masyarakat. Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa keluarga adalah salah satu modal penting untuk mewujudkan keamanan dan kestabilan pertahanan sebuah negara.
Mari anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan, cintai keluarga! Jadikan keluarga sebagai tempat yang paling nyaman di dunia, menjadi taman hati kita!
Sumber berita dari internet dengan pengolahan pribadi
Gambar dari internet
Tinggalkan Komentar