Hey halo apa kabar kalian? Selalu sehat ya, yuks kali ini kita akan mengenal Matahari. Matahari adalah bintang yang sangat besar. Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya karena reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi pada intinya. Meskipun Matahari bintang yang sangat besar, namun Matahari bukanlah bintang terbesar di alam semesta. Ada UY Scuti tercatat sebagai bintang terbesar di alam semesta dengan diameter 1.700kali lipat lebih besar dari matahari. Waaah besar sekali ya? Namun demikian, Mataharilah sumber energi terbesar bagi Bumi. Tahukah kalian, ada peringatan Hari Surya atau Hari Matahari secara internasional? Kapan ya? Yaitu pada tanggal 3 Mei. Belum diketemukan informasi latar belakang mengapa ada Hari Matahari. Di tanah air kita tercinta ini pun juga belum ada yang memperingati Hari Matahari. Mungkinkah karena Matahari dianggap tidak penting dibandingkan Air atau bumi? Mari kita simak bersama!
Matahari yang terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat sangat bermanfaat bagi makhluk hidup. Melalui reaksi fusi berantainya, matahari melepaskan energi panas dan menghangatkan Bumi beserta isinya. Reaksi fusi adalah penggabungan atom-atom hidrogen menjadi helium dan menghasilkan energi panas yang sangat besar. Panas Matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup makhluk di Bumi. Bumi pun menerima energi Matahari dalam jumlah yang pas sehingga air tetap berbentuk cair. Matahari memungkinkan adanya angin, siklus hujan, cuaca dan iklim. Tumbuh-tumbuhan dengan menyerap karbon dioksida dan bantuan panas Matahari dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat, oksigen dan uap air yang berperan sebagai sumber pangan hewan dan manusia. Makhluk hidup yang mati jutaan tahun yang lalu dengan bantuan panas Matahari akan menjadi fosil dan menghasilkan minyak bumi serta batu bara sebagai sumber energi. Panas Matahari dapat ditangkap dengan panel surya menjadi Pembangkit listrik tenaga Matahari. Panel surya adalah kaca-kaca besar yang menangkap cahaya Matahari dan mengkonsentrasikan dalam satu titik. Panas Matahari kemudian digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan yang digunakan untuk menjalankan turbin sehingga energi listrik dapat dihasilkan. Kini di daerah perkotaan banyak dipasang panel surya untuk mendapatkan listrik secara gratis. Kalkulator dengan panel surya pun kini banyak kita gunakan. Matahari berperan menjadi penyatu planet-planet dan benda angkasa lain dalam sistem tata surya karena Gaya gravitasi Matahari yang sangat besar membuat benda-benda angkasa tetap pada orbitnya. Gerakan rotasi Bumi mengelilingi Matahari menciptakan adanya siang dan malam dan menyebabkan terjadinya musim. Dalam buku karangan Morros Neiburger dkk (1982) yang berjudul Memahami Lingkungan Atmosfir Kita, menyatakan bahwa Matahari merupakan reaktor nuklir raksasa yang dapat dijadikan acuan para ahli dalam memanfaatkan sinar Matahari menjadi kekuatan untuk menggerakkan mesin industri raksasa. Naaah, ternyata begitu banyak peran Matahari bagi kita sehingga tak ada alasan untuk mengatakan bahwa Matahari tidak penting. Bahkan, tanpa Matahari tidak akan ada kehidupan di Bumi.
Menurut siklus alam, dari Bulan Juli sampai dengan Bulan Desember kita menuju bulan basah atau musim penghujan. Sebaliknya dari Bulan Desember sampai Bulan Juli, kita menuju bulan kering atau musim kemarau. Namun, rasanya pedoman itu kini mulai bergeser. Bumi kita kadang terasa begitu terik dan kadangkala juga terasa sangat dingin tanpa mengenal bulan. Saat cuaca panas tiba-tiba mendung dan Bumi diguyur hujan lebat sampai mengakibatkan banjir sering terjadi. Mengapa demikian? Hal ini karena adanya fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Samudera Pasifik akibat interaksi antara atmosfer dan permukaan laut yang disebut La Nina dan El Nino. La Niña merupakan kejadian anomali atau penyimpangan iklim global yang ditandai dengan keadaan suhu permukaan laut (SPL) atau sea surface temperature (SST) di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dibandingkan suhu normalnya. Sedangkan El Niño yang awalnya digunakan untuk menandai kondisi arus laut hangat tahunan yang mengalir ke arah selatan di sepanjang pesisir Peru dan Ekuador saat menjelang natal. Kondisi yang muncul berabad-abad lalu ini dinamai oleh para nelayan Peru sebagai El Niño de Navidad yang disamakan dengan nama Kristus yang baru lahir. Ke dua Fenomena ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, termasuk di Indonesia.
El Nino dan La Nina adalah fenomena cuaca ekstrem yang berkebalikan. Menurut penelitian para ahli, Bumi kita mengalami pemanasan global yang menyebabkan ozon berlubang. Ozon merupakan lapisan pelindung Bumi dari sinar ultraviolet Matahari yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Jarak ozon dari permukaan bumi sekitar 15 kilometer sampai 35 kilometer. Panas matahari secara langsung mengenai es di kutub utara menyebabkan es mencair. Mencairnya es di kutub utara yang sangat luar biasa juga merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup beruang kutub. Penipisan lapisan ozon mengakibatkan sinar Matahari kini tidak lagi bersahabat. Penipisan ozon terjadi karena gunung meletus dan perilaku manusia yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan alam semesta sehingga mengakibatkan efek rumah kaca. Penggunaan sistem pendingin, minuman kaleng dan korek api gas menciptakan gas cfc yang merusak lapisan ozon. Lapisan ozon adalah lapisan atmosfer bumi yang menyarung sinar matahari agar radiasinya tidak mengenai kulit kita dan memicu sel kulit menjadi ganas sehingga tercipta kanker kulit. Cahaya matahari memiliki dua karekter. Yang bersahabat dikenal dengan sinar ultraviolet sedangkan yang kurang bersahabat disebut sinar ultrared. Sinar ultraviolet kita butuhkan untuk kesehatan. Sinar matahari di pagi hari sebelum pukul 10.00 membuat kulit kita sehat dan jantung bugar, otot kokoh dan tulang kuat. Selain itu, sinar matahari sebelum pukul sepuluh memungkinkan tubuh untuk menyerap vitamin D yang masuk ke dalam darah kita. Apabila vitamin D tersedia dan kalsium terbentuk kemudian beraktifitas fisik maka dapat membuat tubuh kokoh, kulit sehat dan bugar. Tubuh hanya membutuhkannnya kurang dari setengah jam sinar matahari pagi untuk mengolah vitamin D, kalsium, demi menyehatkan tulang tubuh kita. Vitamin D terbentuk untuk tulang dan gigi yang kuat, sedangkan cahaya matahari yang kurang baik membuat kulit menjadi hitam. Bila terus menerus terpapar cahaya ultrared akan terjadi radiasi panas yang mengubah sel-sel kulit menjadi bersifat sel kanker. Jilatan api matahari menghasilkan semburan matahari yang merupakan pelepasan energi magnetik dapat menyebabkan perangkat elektronik termasuk satelit GPS dan teknologi di bumi rusak sehingga akan menyebabkan kekacauan.
Sebagai contoh penebangan hutan secara liar, penutupan jalan atau tanah terbuka dengan semen atau aspal dan masih banyak lagi. Penutupan tanah terbuka yang terlalu banyak kurang mendukung kelestarian alam. Tanah pekarangan bisa dijadikan taman asri yang sejuk dan menjadi tempat resapan air. Jalan berlapis aspal atau semen memang terkesan rapi dan bersih, namun tanah tersebut tidak dapat lagi menjadi tempat air meresap. Kurangnya tanah resapan menyebabkan banjir saat musim hujan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau. Akhir-akhir ini banjir dapat mencapai satu setengah meter sehingga merendam rumah penduduk sampai atap, misalnya di Jakarta dan Semarang. Ironisnya di daerah banjir ini juga kesulitan air bersih. Air merupakan hak asasi manusia untuk hidup, maka kesediaan air harus diupayakan sehingga tidak terjadi banjir atau kekeringan. Kini kita harus bijaksana dalam menjaga serta mengelola Bumi agar Bumi nyaman ditempati.
Kita tidak dapat memilah radiasi matahari yang mana yang kita terima karena pada waktu aman pun masih ada radiasi buruk. Sebagai perlindungan diri, kita dapat memanfaatkan payung, topi, atau kacamata hitam. Untuk perlindungan kulit kimiawi kita dapat menggunakan tabir surya. Orang yang tinggal di daerah tropis sangat memerlukan tabir surya. Pakaian yang kita pakai saat di ruang terbuka di siang hari sebaiknya yang menutupi kulit, berlengan panjang dan bercelana panjang. Warna yang kita pilih pun sebaiknya warna terang sehingga cahaya matahari yang diterima hanya sedikit yang terserap karena dipantulkan kembali.
Badai matahari yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi dapat merusak dan membakar perangkat elektronik. Pernah pada tahun 1859 terjadi badai matahari di kawasan Honolulu dan Southern Lights di Chile. Sejumlah alat eletronik secara bersamaan meledak dan terbakar. Hal yang lebih parah akibat sinar matahari dalam skala ekstrem adalah terjadinya penguapan air di bumi yang dapat menyebabkan laut kering. Sebelum kering, lautan akan mendidih dan dasar laut dapat terlihat. Hal ini terjadi juga karena efek rumah kaca yang menyebabkan lapisan atmosfer semakin menipis. Suatu saat nanti, menurut para peneliti, matahari akan mati. Menurut perkiraan sekitar miliaran tahun lagi. Hal ini disebabkan habisnya bahan bakar atau hidrogen pada matahari.
Ternyata peran matahari bagi kehidupan sangat penting kan? Pernahkan kalian membayangkan jika matahari tidak ada? Menurut peneliti Pusat Riset Sains Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Andi Pangerang, jika matahari tidak ada, bumi akan menjadi gelap gulita seperti di kutub utara pada bulan September sampai Maret, dan kalau di kutub selatan dari Bulan Maret sampai September. Selain itu proses fotosintesis pada tumbuhan yangsangat penting untuk manusia, karena menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida tidak akan ada lagi. Penggunaan listrik guna penerangan dan penghangat menjadi boros karena tanpa batas waktu. Suhu di bumi menjadi dingin dan terus bertambah secara perlahandi belahan bumi mana pun. Dan yang berdampak secara langsung untuk manusia, manusia menjadi depresi harena hormon dopamin, adrenalin dan serotonin turun dan hormon melatonin meningkat karena sinar matahari dengan sinarnya berfungsi sebagai fotoreseptor sehingga terbentuk mood secara hormonal. Intinya tanpa adanya matahari akan terjadi hal yang sangat fatal.
Mari anak-anak SD Marsudirini St. Yoseph, kita cintai bumi kita dengan bertindak bijaksana dalam hidup sehingga efek rumah kaca dapat kita minimalkan. Dengan demikian matahari dapat menjadi sahabat bagi kita.
Sumber : Wikipedia, kompasiana.com dan pengolahan secara pribadi.
Tinggalkan Komentar