Melestarikan Permainan Tradisional

Setiap sekolah pasti memiliki caranya masing-masing untuk melestarikan budaya tradisional Bangsa Indonesia.  SD Marsudirini St Yoseph Muntilan juga menjadi salah satunya. Selain dengan adanya mata pelajaran Bahasa Jawa dan tari Tradisional, kami juga mengadakan kegiatan yang memberikan waktu khusus untuk peserta didik melakukan permainan tradisional.

Satu hari dalam sebulan, sekolah menjadwalkan waktu untuk hari tidak ada proses belajar mengajar, dan kami memberi nama hari tersebut “Happy Day”. Pada hari tersebut, selain tidak ada pelajaran, peserta didik juga bebas melaksanakan permainan tradisional seperti jejamuran, dakon, lompat karet, bekelan, ular naga, dll.

Free Day di mulai pada bulan Januari 2020 dan sudah berjalan setiap bulannya. Seperti biasanya, kami memulai dengan doa dan renungan bersama di halaman sekolah. Setelah itu, kami senam bersama kemudian dilanjutkan dengan penampilan kreatif peserta didik (tari tradisional, nyanyi) yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Seusai semua penampilan tampil, peserta didik dapat melanjutkan dengan kegiatan permainan tradisional, anak-anak sudah membawa alat permainannya masing-masing. Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan turut larut dalam kegiatan tersebut.  Dan diakhiri dengan kegiatan makan bersama dengan bekal makan 4 sehat yang sudah disiapkan dari rumah. Semua keluarga SD Marsudirini St Yoseph ikut makan bersama.

Sekolah berharap kegiatan ini akan dapat terus dilaksanakan agar peserta didik tidak lupa dengan tradisional, yang mungkin akan tergeser posisinya dengan adanya kemajuan teknologi seperti handphone. Selain itu dapat mempererat kasih sayang antara satu dengan yang lainnya dan menyegarkan pikiran, sehingga siap kembali untuk belajar dan bekerja, sehingga menghasilkan hasil yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.