Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
5 Mei 2026

MENDOBRAK TRADISI MENCINTA BUMI

Selasa, 5 Mei 2026 Kategori : Berita Sekolah

Matahari bersinar terik menyengat kulit. Di saat sekarang ini cuaca begitu mudah berganti. Pagi kadang sudah terasa panas, menjelang siang tiba-tiba langit mendung dan kemudian hujan begitu pun sebaliknya sehingga banyak orang mudah sakit, sedangkan tanaman mudah rusak di persawahan. Hari ini SD Marsudirini St Yoseph memperingati hari Bumi dan hari Kartini. Ke-dua hari tersebut sama-sama mendobrak situasi dan kondisi yang memprihatinkan yang terjadi. Jika hari Kartini mendobrak adat istiadat yang membelenggu kaum wanita untuk berkembang mencapai masa depan yang cemerlang, hari Bumi merupakan ajakan untuk mendobrak kebiasaan buruk umat manusia saat membuang sampah plastik. Sampah plastik sangat berbahaya dan mengganggu untuk Bumi dan seluruh makhluk hidup.

Kegiatan hari ini diawali dengan sebuah renungan dari Injil Yohanes tentang  Tubuh dan Darah Tuhan Yesus dipimpin oleh bu Ari. Hosti suci yang kita terima adalah Tubuh dan darah Kristus sendiri. Dengan menerima hosti suci artinya  Tuhan tinggal di dalam kita dan  kita tinggal di dalam Tuhan. Jika Tuhan Yesus di dalam kita, maka segala yang kita lakukan harus  mencerminkan kasih yang adalah Allah sendiri. Setelah renungan pagi seluruh siswa melihat film tentang R. A. Kartini. Dalam keadaan yang sulit karena harus dipingit, beliau berjuang menggunakan pena untuk mematahkan belenggu yang menghimpitnya. Pada zaman itu, perempuan memang tidak mendapatkan kesetaraan hak untuk melakukan sesuatu seperti kaum pria. Kartini menulis surat kepada temannya yang ada di Belanda, menceritakan kisahnya. Adapun temannya ada tiga. Yang pertama merupakan sahabatnya yang bekerja sebagai penulis bernama Stella Zeehandelaar serta yang lain adalah pasangan Jacques Henrij dan Rosa Abendanon. Teman-teman Kartini tersebut memiliki pandangan yang maju dan sangat mendukung ide tentang emansipasi dan pendidikan. Mereka saling bertukar pikiran tentang kemajuan perempuan dan kebebasan adat. Surat-surat itu kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh Jacques Henrij Abendanon yang saat itu menjadi Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda  berjudul Habis Gelap Terbitlah terang.  

Sebagai penyemangat dalam meraih cita-cita, bu Septi mengajak para siswa membuat time capsule. Time capsule dibuat dari botol bekas yang diisi dengan kertas bertuliskan cita-cita masing-masing pemilik time capsule. Time capsule diharapkan dibuka sepuluh tahun kemudian. Diharapkan, cita-cita yang ditulis dalam sepuluh tahun ke depan telah terwujud. Untuk mewujudkan cita-cita diperlukan perjuangan untuk mengalahkan  tantangan, seperti rasa malas belajar, malas berdoa dan yang lainnya.

 Selanjutnya bu Ning menampilkan slide tentang bagaimana proses alam kita menjadi kotor penuh dengan sampah plastik. Mulai dari menggunakan makanan berbungkus plastik yang saat ini marak digunakan kemudian membuang sampah plastik sembarangan di mana pun berada. Plastik hanya dapat terurai setelah lima ratus tahun. Waaah waktu yang sangat lama ya, misalnya saat ini kita membuang sampah plastik, maka yang akan kena imbas anak cucu kita. Bu Ning berharap dari slide yang ditampilkan siswa dapat belajar untuk mencintai Bumi dengan mengurangi sampah plastik di dalam kegiatan sehari-hari.

Sebagai bentuk nyata untuk mengurangi sampah plastik, para siswa diberikan solusi untuk menggunakan daun pisang sebagai tempat makanan. Daun pisang dapat dibuat pincuk, sudi, takir dan masih banyak yang lain. Pembuatan contoh tempat makanan dari daun pisang dipandu oleh bu Eri. Memang lumayan sulit bagi siswa sekolah dasar, namun perlu dicoba. Kali ini siswa belajar membuat tempat makanan dari daun pisang yang paling sederhana bernama pincuk. Setelah pincuk jadi, pincuk itu kemudian diisi dengan jenang baning yang telah disiapkan oleh sekolah untuk kemudian disantap bersama oleh para siswa dengan menggunakan suru sebagai sendoknya.

Acara hari ini ditutup dengan berkegiatan bersama burger bangor yang tak kalah seru. Siswa dengan dipandu oleh kakak-kakak dari tim burger bangor. Mereka bermain memasukkan bola dari botol yang diletakkan di kepala kita ke botol yang diletakkan di kepala teman. Permainan ke-dua para siswa bermain suit dan permainan terakhir adalah telepon bersambung. Permainan berlangsung dengan meriah.  Hari ini sungguh sangat melelahkan, namun membahagiakan, dan berjalan dengan baik serta lancar. Para siswa pulang  dengan gembira dengan membawa oleh-oleh sebuah burger untuk disantap di rumah sebagai bentuk kasih dari burger bangor.

Tulisan Lainnya

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar