Anak-anak Marsudirini yang hebat, sebelumnya mari kita mengenal sedikit tentang sejarah Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia. Pada awalnya HAN di Indonesia merupakan pencetusan dari Hari Kanak-Kanak Indonesia di era Presiden Sukarno dan dilanjutkan oleh Presiden ke 2 yaitu Bapak Suharto. Akhirnya dengan proses yang cukup rumit, ditetapkanlah 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional Indonesia. Mengapa memilih tanggal 23 Juli? Karena tanggal ini diselaraskan dengan pengesahan undang-undang kesejahteraan anak, yaitu tanggal 23 Juli 1979. Di dunia, peringatan HAN jatuh pada tanggal dan bulan yang berbeda-beda. Seperti di Jepang dan Korea, jatuh pada tanggal 5 Mei, sedangkan di Mexico tanggal 30 April.
Anak-anak merupakan masa depan bangsa. Dilatar belakangi oleh adanya kasus kriminal yang melibatkan anak-anak sejak tahun 1986, maka HAN di Indonesia ada. Siapakah anak-anak? Yaitu lelaki dan perempuan difase childhood, usia 2 th sampai 10-12 th. HANmerupakan kepedulian bagi anak-anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Adapun caranya dengan mendorong Keluarga yang merupakan lembaga pertama dan utama memberikan perlindungan kepada anak sehingga menghasilkan generasi yang berkualitas untuk masa depan bangsa. Berkualitas artinya generasi bangsa yang sehat, cerdas, ceria,berkarakter dan cinta tanah air. Pada perayaan HAN masyarakat Indonesia bebas mengadakan kegiatan entah itu menonton film, seminar, jalan sehat, kerja bakti atau yang lainnya.
Tema HAN tahun ini adalah “Anak terlindungi Indonesia Maju”. Ada beberapa sub title, namun SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan memilih sub tema: cerdas kreatif informatif. Sebuah acara yang sangat keren dipandu oleh Bu Rani dan Bu Nina dan diawali berdoa oleh Pak Pri dan didukung tim IT SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan di gelar. Sebagai pembelajaran bersama, anak-anak diajak untuk menghargai orang yang sedang berbicara dengan mematikan mikrofon saat mereka berinteraksi.
Beberapa anak dipilih sebagai perwakilan untuk membagikan sesuatu yang bermanfaat untuk menunjukkan andil mereka sebagai penerus bangsa yang berkualitas. Mereka adalah Theona, Ava, Timothy dan Valeri. Theona bercerita bagaimana berlatih dengan giat agar berhasil memenangkan kejuaraan menyanyi. Timothy mengajak untuk selalu berfikir positif sehingga menghasilkan sesuatu yang baik. Tinggal di rumah tidak menghambat Timothy terus berjuang dan berkarya. Terbukti Timothy memenangkan lomba bercerita dan membaca puisi. Timothy memiliki cita-cita agar Bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa lain. Tak kalah menarik dengan Timothy pengalaman Valeri untuk mengisi hari-harinya. Dia belajar bahasa asing, yaitu Bahasa Korea dan Bahasa Inggris. Valeri juga memiliki hobi mendesain music computer. Cerita unik datang dari Ava. Hal yang sangat sederhana namun penuh makna, Ava mengisi hari-harinya dengan belajar bersama dengan orang tua. Ava bersemangat dalam belajar dan ingin agar cita-citanya dapat tercapai. Anak-anak pun diajak untuk mengekspresikan perasaan dan menghasilkan karya untuk dikumpulkan kepada guru kelas. Di akhir acara, Bu Arma memimpin doa penutup.
Naah kereeen banget kan? Kalau kamu, apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi hari-harimu untuk ikut membangun Bangsa Indonesia? Saat ini kalian dapat menjadi pahlawan dengan tekun belajar, rukun bersama keluarga, berdoa di rumah, dan yang pasti taatilah protokol kesehatan sehingga Indonesia segera dan dunia segera terbebas dari pandemi.
Salam sehat, Tuhan Yesus memberkati!
Berkah Dalem.










Tinggalkan Komentar