Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
26 Juli 2025

Suster Gerda Teladan Peduli Bumi

Sabtu, 26 Juli 2025 Kategori : Berita Sekolah

Jika ada penobatan Ratu Peduli Bumi, mungkin salah satunya adalah Suster Gerda. Saking cintanya pada kelangsungan hidup, setiap kali melihat sampah organik, beliau langsung mengumpulkan dengan tekun. Kecintaan ini selalu ingin beliau tularkan kepada seluruh warga Marsudirini. Gayung bersambut, alam merestui impian Suster Gerda. Pada tanggal 15 Juni 2025 sampai dengan tanggal 17 Juni 2025 ada kakak SMA Marsudirini yang magang di SD Marsudirini St Yoseph.

Di tanggal 17 Juni 2025 sehubungan dengan pembelajaran P5 di Kurikulum Merdeka, Suster Gerda dengan dibantu oleh Kakak Valeri dan Kakak Maria membagikan ilmu cara membuat pupuk kompos. Terlebih dahulu larutkan cairan EM4 dengan 3 liter air dalam ember. Peserta didik membantu pencairan EM4 dengan ikut mengaduknya. Semua begitu antusias membantu sehingga mereka rela antri untuk mengaduk dengan dihitung lamanya oleh Kak Valeri agar semua dapat kesempatan mengaduk.

Dengan sabar Suster Gerda membimbing dan memberi arahan peserta didik dalam pembuatan kompos. Sampah organik berupa dedaunan yang telah dibawa oleh peserta didik dari rumah segera dikumpulkan di lapangan selatan dengan dipandu oleh guru kelas. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian diberi larutan EM4 yang tadi dilarutkan sampai basah merata. Setelah semuanya basah, sampah dimasukkan ke dalam karung dan diletakkan ditempat yang teduh. Selain diletakkan di dalam karung, sebenarnya sampah yang telah dilumuri dengan cairan EM4 akan sempurna hasilnya jika diletakkan di rumah pengomposan yang rapat terhindar dari panas atau hujan. Rumah pengomposan harus diberi atap dan dinding yang rapat namun lantai langsung tanah.  Sampah yang telah basah dengan larutan EM4 kemudian dimasukkan ke dalam bagor oleh peserta didik. Tangan mungil yang telah memakai sarung tangan plastik itu dengan riang memasukkan sampah yang telah rata dilumuri EM4.

Agar kompos terbentuk dengan baik, maka setiap dua hari diaduk dan diberi cairan EM4 kembali lalu ditutup dengan rapat. Setelah pengadukan setiap dua hari sebanyak 2 kali, pengadukan dilanjutkan setelah seminggu diaduk dan diberi cairan EM4 kembali sebanyak 2 kali. Jika sampah masih basah maka tidak perlu diberi EM4, cukup diaduk saja. Semakin lama sampah itu akan hancur. Pengadukan sebenarnya juga merupakan proses untuk mengeluarkan gas selama proses fermentasi berlangsung. Jika proses ini dilaksanakan dengan baik, maka dalam waktu dua bulan kompos sudah dapat dipanen, tinggal disaring saja. Jika proses kurang berjalan dengan baik, maka kompos akan lama jadinya, bisa mencapai 3 bulan bahkan lebih.

Mencintai alam ciptaanNya merupakan hal yang diwariskan oleh Bapa Fransiskus Asisi. Sebagai warga Marsudirini terutama SD Marsudirini St Yoseph wajib meneladan hal ini. Tidak langsung bisa, tapi dapat terus dilatih. Misalnya saja dengan membuang sampah pada tempatnya yang sesuai. Sampah organik dengan anorganik serta kerasan harus dipilah sehingga memudahkan proses selanjutnya. Terima kasih Suster Gerda yang keren, semoga peserta didik SD Marsudirini St Yoseph dapat meneladanimu, amin. Salam Bumi yang bersih dan sehat!

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar