Judul Buku : Komik CANDY SERIES Bahagialah Lupakan Takutmu
Penulis : Lee Geun alih bahasa Endah Nawangsih
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit Tahun : 2014
ISBN : 9786020245553
Tebal Buku : 205 halaman

Cerita 1 : Ayah Na Yeong Agen Rahasia
Pada suatu hari Na Yeong diminta bercerita tentang keluarga oleh Bu Guru. Semua temannya kagum akan tulisan Na Yeong. Dalam tulisannya dia bercerita bahwa mereka sekeluaga berempat. Ayahnya seorang agen rahasia yang sedang mengerjakan misi rahasia, jadi sudah dua tahun tidak pulang. Karena Ayahnya sedang berjuang, maka Na Yeong harus selalu riang dan gembira. Ibunya bekerja di luar negeri, kini dia hanya tinggal bersama neneknya. Di rumahnya ada bodyguard yang selalu menjaga. Rahasia ini tidak boleh diketahui oleh siapapunkarena berbahaya bagi keselamatan keluarganya jika ada orang jahat yang tahu. Dia mempercayai temannya dan semua temannya sangat mempercayainya, kecuali Seolgi. Seolgi merasa diabaikan oleh teman-temannya karena cerita dari Na Yeong yang sangat menarik.
Seolgi yang tidak percaya segera mencari tahu kebenaran cerita Na Yeong. Dia menyelidiki Na Yeong dengan mengikutinya pulang. Ternyata Na Yeong tinggal di tempat yang kumuh. Di depan pintu rumahnya ada gambar boneka sebagai bodyguardnya. Tetangga Na Yeong pun bercerita kalau Ayah Na Yeong masuk penjara dan ibunya meninggalkan mereka, jadi Na Yeong tinggal bersama neneknya.
Seolgi menceritakan hal yang sebenarnya dengan bangga kepada teman-temannya. Mereka kemudian menjauhi Na Yeong. Pada saat istirahat, Na Yeong dipanggil oleh Bu Guru. Na Yeong dijemput oleh Nenek dan Ayahnya. Na Yeong sangat gembira, misi Ayah sudah selesai.
Semua yang merasa dibohongi sangat kesal kepada Na Yeong. Tapi Bu Guru mengatakan kalau Ayah Na Yeong seorang pebisnis yang ditipu rekannya. Untuk bertanggung jawab dia menyerahkan diri kepada polisi. Na Yeong berusaha menutup kesedihannya dengan cerita bohongnya agar dia selalu bergembira. Kita pun harus seperti Na Yeong yang selalu riang dan gembira. Akhirnya teman-teman Na Yeong memahami dan memaafkannya.

Cerita 2: Ada Hantu di Ruang Bawah Tanah
Junhee merayakan ulang tahun. Teman-temannya datang memberikan hadiah. Sayang karena ketakutan melewati ruang bawah tanah Saebyeol yang ketinggalan kadonya tidak berani mengambil kado. Saebyeol mendengar suara hantu di ruang bawah tanah. Seolgi tidak percaya kalau ada hantu walaupun sudah diyakinkan oleh Junhee. Junhee bercerita kalau dia pun sudah pernah melihat hantunya, seorang perempuan.
Seolgi berusaha untuk membuktikan kalau hantu tidak ada. Bersama dengan Saebyeol dan Sayeong, Seolgi berusaha menyelidiki. Walaupun dengan ketakutan yang luar biasa, akhirnya rahasia yang disembunyikan terkuak oleh Seolgi. Ternyata yang dikira hantu hanyalah manekin atau boneka yang dipasang oleh penjaga yang bekerjasama dengan Junhee. Hal itu dilakukan untuk melindungi anak anjing yang ditinggal mati oleh induknya karena terlindas kendaraan.
Penjaga yang telah menyebabkan keresahan itu akhirnya tidak jadi dikeluarkan karena dia melakukan semua keributan itu terdorong karena mencintai binatang.

Cerita 3 : Kamulah Tersangkanya!
Chanwo dan Bora berteman akrab. Sayangnya Bora harus pindah. Mereka berjanji untuk saling mengingat. Setelah lima tahun, ternyata Bora kembali dan bersekolah di sekolah Chanwoo. Bora semakin cantik, sayangnya Bora berubah sikap. Teman-temannya sangat sedih dan berusaha mencari penyebabnya.
Pada suatu hari Bora menangis di tempat yang sepi. Seolgi dan Chanwoo memergokinya. Bora terjatuh karena kaget. Dia menjatuhkan barang yang selalu dikalungkannya di leher. Ternyata barang itu adalah kacamata. Kini mereka tahu mengapa Bora berubah. Bora takut kelihatan tidak cantik kalau memakai kacamata. Dia takut Chanwoo akan menjauhinya. Chanwoo meyakinkan bahwa cantik bukan hanya dari penampilan, namun terpancar dari hati yang baik. Akhirnya mereka kembali berteman dengan bahagia.

Cerita 4 : Kamulah Pelakunya!
Kucing Kristal dan uang Seolgi hilang. Dia menjadi panik dan curiga kepada semua orang. Pikiran Seolgi selalu dipenuhi hal yang buruk karena kenakalannya. Banyak teman yang dibuatnya kecewa, jadi mungkin saja mereka pelakunya, pikirnya. Bahkan dengan keluarga pun dia menjadi ketakutan.
Malamnya saat berpikir tentang uang yang hilang dan menyusun buku-bukunya, ternyata dia menemukan uangnya terselip di dalam buku IPS bukan buku Matematika. Dia sangat malu sudah mengaku uangnya hilang. Tapi…. kucing kristalnya, siapa yang memecahkan?
Seolgi berangkat sekolah pagi-pagi dan mendapati Ga Yeong di mejanya. Akhirnya Ga Yeong mengaku kalau yang memecahkan kucing kristal adalah Olive, seekor hamster peliharaanya yang dibawa ke sekolah. Kini dia membelikan kucing kristal yang baru sebagai ganti. Seolgi pun mengatakan kalau uangnya telah ketemu diantara lembar buku IPS. Dan yang paling membahagiakan, kini Seolgi sadar akan tingkah lakunya yang nakal dan berjanji tidak akan melakukan kenakalan lagi.
Kelebihan Buku :
Buku ini penuh dengan gambar yang berwarna dan menarik. Banyak sekali nilai budi pekerti yang dapat diambil dari cerita di buku ini. Semua cerita dikemas dengan sangat menarik dan tidak membosankan.
Kekurangan Buku :
Sangat sulit mencari kekurangan dari buku ini. Hanya sedikit hal yang kurang baik, dalam cerita kadang ada unsur kekerasan, seperti tidak suka kepada teman diekspresikan dengan menendang, menginjak muka dan ada beberapa umpatan kurang baik.
Pendapat Penulis :
Penulis berharap agar para pembaca memiliki kekayaan imajinasi dan kreativitas untuk menemukan hal-hal baru dan tidak terjawab dengan mempelajari banyak hal sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan sampai akhir.
Hal yang dapat dipetik dari buku ini:
Selidikilah segala sesuatu dengan seksama, jangan mudah menilai dan percaya orang lain dari penampilannya saja. Hati yang baik adalah mutiara yang terindah.
Tinggalkan Komentar