Langit berawan abu-abu merata. Awan ini disebut awan nimbostratus yang berkaitan dengan cuaca buruk. Selain dapat menghasilkan hujan, salju, bahkan hujan es, awan ini dapat menghalangi sinar matahari. Udara terasa dingin seakan membungkam burung yang ingin bercicit riang, menyiratkan hujan akan segera turun membasahi bumi. Mentari pagi yang biasanya bersinar hangat seperti tak memiliki daya untuk menembus awan. Suasana mendung menyelimuti Muntilan, namun geliat aktivitas tak terpengaruh. Nampak di jalan lalu lalang kendaraan tiada henti melintas di depan SD Marsudirini St Yoseph yang tengah sibuk. Kesibukan untuk mempersiapkan segala sesuatu memang telah berlangsung sejak kemarin, tanggal 18 Maret 2025. Pasti ada yang spesial di tanggal 19 Maret ini. Ada apa gerangan ya? Waaah ternyata hari ini adalah hari pesta pelindung sekolah, yaitu Bapa Yoseph Ayahnya Tuhan Yesus.


Bapa Yoseph adalah seorang yang sangat mencintai keluarganya. Meskipun dari keturunan Raja Daud, Bapa Yoseph dan keluarganya hidup sederhana. Bapa Yoseph bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan Ibu Maria dan Tuhan Yesus dengan menjadi seorang tukang kayu. Di dalam Alkitab memang tidak pernah disebutkan Bapa Yoseph berkata-kata, namun demikian Bapa Yoseph adalah orang yang taat dan setia. Bapa Yoseph adalah pribadi yang tidak mencolok, namun perannya sangat luar biasa. Mulai dari saat dia mengambil Ibu Maria sebagai istri. Saat itu Bapa Yoseph bimbang dan ingin memutuskan pertunangannya dengan Maria karena Maria mengandung. Oleh Malaekat, Bapa Yoseph ditemui dan dikuatkan hatinya untuk mengambil Maria sebagai istri karena Maria mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Saat Tuhan Yesus bayi ketaatan Bapa Yoseph kembali diuji ketika Malaekat menemuinya kembali lewat mimpi untuk membawa Bayi Yesus mengungsi ke Mesir. Dengan taat Yoseph membawa Bayi Yesus dan Ibunya ke Mesir dan kembali lagi saat Malaekat menemuinya dan memberi pesan untuk kembali.


Dalam rangka memperingati hari pesta pelindung ini, SD Marsudirini St Yoseph mengadakan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Jonathan Billie Cahyo Adi, Pr. Dengan tema “Santo Yoseph Teladanku, Menyala Prestasiku. Dalam homilinya Romo Billie berpesan agar peserta didik meneladan Bapa Yoseph yang rajin dan sangat menyayangi keluarga. Dengan gayanya yang sangat bersahabat romo berpesan jika ingin berprestasi peserta didik dapat meneladan Bapa Yoseph yang rajin dan mau mendengarkan. Di samping itu, Romo meminta peserta didik saat masuk sekolah dan pulang sekolah mengatakan, “kami luar biasa” seperti slogan sekolah “We are Incredible”.


Setelah misa kudus, peserta didik kembali ke kelas untuk beristirahat dan makan bersama bekal sehat dari rumah. Meskipun hujan deras mengguyur Bumi Muntilan, peserta didik tetap bersemangat merayakan hari spesial ini. Setelah selesai makan, peserta didik kembali ke Aula Asrama Marsudirini untuk melihat drama tentang Bapa Yoseph yang sangat mengasihi keluarganya. Dengan pembawa acara yang kreatif, Pak Pri dan Miss Endang yang tampil dengan total berbusana padang gurun, acara berlangsung dengan meriah. Drama yang dibawakan oleh Pak Yudi sebagai Yoseph, Bu Ningsih sebagai Maria, Pak Angging sebagai Yesus, Bu Rani dan Bu Santi sebagai teman Yesus serta Bu Eri sebagai bu guru berlangsung dengan lancar. Peserta didik histeris melihat tampilan para guru yang berbeda dari biasanya. Untuk melihat keseruannya, silahkan gabung di Youtube kami, SD Marsudirini St Yoseph. Berkah Dalem.


Tinggalkan Komentar