Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"

Sejarah Bulan Kitab Suci Nasional

Sabtu, 4 September 2021 Oleh : SD Marsudirini

Apa kabar anak-anak yang keren? Sehat selalu ya, jangan lupa Prokes dimanapun kalian berada! Tak terasa, kita sudah memasuki Bulan September. Bagi umat Katolik, Bulan September dikenal sebagai Bulan Kitab suci Nasional. Tema BKSN tahun 2021 adalah “Yesus Sahabat Seperjalanan Kita”. Sangat luar biasa ya, kita menjadi Sahabat Yesus? Pasti! Untuk menanggapi Kasih Allah, mari lebih rajin membaca Kitab Suci(KS). Naaah, penasaran tidak, mengapa ada BKSN? Yuks, kita bersama-sama menelusur sejarah BKSN.

Ide tentang Bulan Kitab Suci Nasional(BKSN) berasal dari Lembaga Biblika Indonesia (LBI). LBI adalah sebuah badan milik Konferensi Waligereja Indonesia(KWI) yang sejak 1967 menangani kerasulan Kitab Suci secara nasional. Adapun salah satu tugas utama LBI adalah menterjemahkan Alkitab dalam Bahasa Indonesia. Penyelenggaraan BKSN bagi umat Katolik tak dapat dipisahkan dari peran KONSILI Vatikan II. Dalam dokumennya yang berbicara tentang Kitab Suci, yaitu Dei Verbum, Para Bapak Konsili menganjurkan agar jalan menuju KS dibuka lebar bagi kaum beriman dan semua umat tekun membaca KS. Adapun caranya dengan menterjemahkan Kitab Suci dalam bahasa setempat. Usaha menterjemahkan KS sebenarnya sudah dimulai sebelum Konsili Vatikan II, namun Konsili menganjurkan agar diterjemahkan ekumenis(pemahaman)bersama oleh gereja Katolik dan Gereja Proterstan. Maka atas anjuran ini, Gereja Katolik mulai “meninggalkan”terjemahan Perjanjian lama dan Perjanjian baru hasil kerja keras ahli Katolik dan bekerjasama dengan Lembaga Alkitab Indonesia(LAI) milik Gereja Kristen. KS terjemahan bersama inilah yang diakui resmi oleh Gereja Katolik dan Gereja Protestan di Indonesia. Yang membedakan antara keduanya yaitu Kitab-Kitab Deuterokanonika (sebutan bagi kitab-kitab dan bagian-bagian tertentu dari Kitab Suci Perjanjian Lama Kristen diakui termasuk dalam KS Gereja Katolik, namun Gereja Kristen tidak mengakuinya).

LBI berusaha mengenalkan dan mengajak Umat membaca Kitab Suci yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. LBI mendorong, mengusulkan agar keuskupan sertaparoki di seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan sekitar  KS pada Hari Minggu tertentu. LBI juga menyarankan agar menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis pada tahun 1975 dengan Misa Syukur pada bulan Agustus. Pada Bulan Mei 1976 LBI mengirimkan bahan-bahan langsung kepada pastor-pastor paroki untuk Hari Minggu Kitab suci (HMKS) pada tanggal 24-25 Juli 1976.

Usaha LBI tidak menghasilkan buah seperti yang diharapkan. Walaupun demikian, LBI tetap berkeyakinan HMKS tetap harus diupayakan dan dilanjutkan. Tujuan HMKS adalah untuk memperkenalkan umat kepada Sabda Allah. Mereka dipersilahkan melihat lebih dekat dan mengenal lebih akrab sebagai sumber kehidupan iman mereka. Umat juga didorong untuk membaca dan memiliki Kitab Suci setidaknya setiap rumah memiliki satu Kitab Suci  untuk memperdalam iman kepercayaan.

Pada sidang Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI), yang kemudian bernama KWI) pada tahun 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional (HKMSN). Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September. Ternyata  keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci. Maka, kegiatan-kegiatan tentang Kitab Suci akhirnya diberlangsungkan sepanjang Bulan September, sehingga Bulan September disebut pula sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN).

Naaah, anak-anak….. demikian tadi sejarah BKSN. Setiap kali memasuki Bulan September banyak kegiatan untuk mengisi Bulan Kitab Suci di semua keuskupan di Indonesia. Ada yang dilakukan di lingkungan, paroki, biara, sekolah, dan masih banyak lagi. Adapun kegiatannya bermacam-macam, seperti: lomba baca tulis Kitab Suci, pendalaman Kitab suci, pameran buku, atau lomba secara virtual karena sedang masa pandemi.  Ada salah satu acara khusus di setiap Minggu pertama Bulan September yaitu Hari Minggu Kitab suci Nasional (HMKS) dengan Perayaan Ekaristi. Kitab suci diarak dengan pujian dan nyanyian syukur lalu di tempatkan di tempat yang istimewa.

Salam sehat, Berkah Dalem

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar