Mendung tipis menyelimuti daerah Muntilan yang sejuk. Pagi yang muram tak dapat menahan geliat aktivitas. Seperti biasanya, lalu lalang kendaraan tak juga berhenti di depan SD Marsudirini St. Yoseph. Pak Kris yang menyeberangkan jalan nampak sibuk tidak berjeda. Hari ini, Jumat , 25 April 2025 SD Marsudirini St. Yoseph merayakan paskah bersama di aula Asrama Marsudirini. Celoteh bocah riuh memenuhi aula seperti pasar Talun di pagi hari ketika para bakul berebut dagangan. Mereka sibuk mencari tempat sesuai kelompok. Bu Septi dan Bu Santi sebagai MC berhasil menguasai hiruk pikuk peserta didik dengan baik. Bu Santi dan Bu Septi membangun semangat peserta didik untuk berkegiatan dengan bernyanyi dan mengajarkan tepuk bervariasi. Tidak memerlukan waktu lama, suasana terkondisi dengan baik.



Bu Arma yang lembut namun tegas bertugas memimpin ibadat. Lagu Tanda Paku segera berkumandang membuka acara ibadat bersama. Lagu ini belum familiar di telinga anak-anak sehingga mereka hanya bertepuk dan menirukan semampunya. Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Yohanes. Diceritakan bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para Murid. Ini merupakan penampakan Tuhan yang ke-3. Pada saat itu Petrus dan para murid sedang berada di Danau Tiberias. Mereka bermaksud mencari ikan tetapi tidak mendapatkan satu ekor pun. Tuhan Yesus menanyakan apakah mereka memiliki lauk. Karena tidak ada lauk, Tuhan Yesus menyuruh mereka menebarkan jala ke tepi kanan kapal. Para murid yang sudah semalaman tidak mendapat tangkapan tanpa mengatakan apapun menuruti perintah itu dan didapatlah ikan yang banyak, kira-kira 153 ikan besar dan jala mereka tidak terkoyak. Setelah mendapatkan banyak ikan, barulah mata mereka terbuka bahwa yang di situ adalah Tuhan Yesus. Dari bacaan injil ini Bu Arma menyoroti bagaimana para murid taat pada perintah Tuhan Yesus, sehingga mereka mendapatkan berkat yang melimpah. Di dalam kehidupan ini kita banyak sekali menemukan kesulitan yang mungkin membuat kita menjadi rapuh. Taatlah saja kepada perintah Tuhan Yesus yang di dalam Tuhan Yesus, Allah dipermuliakan. Semua yang datang dari Allah pasti paling baik untuk kita dan mendatangkan berkat untuk kita.





Setelah berdoa, acara dilanjutkan dengan makan sehat bersama bekal dari rumah. Makan bersama di samping untuk menumbuhkan rasa kebersamaan juga meningkatkan kepekaan dan kepedulian pada sesama serta kemauan untuk berbagi. Mungkin ada yang hanya membawa sedikit bekal, diharapkan ada teman yang melihat dan peduli.. Peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph anak yang peduli kepada teman. Mereka mau berbagi dan bertukar bekal dengan gembira. Tidak sungkan juga mereka membantu teman yang kesulitan membuka dan makan bekal. Kepedulian terhadap lingkungan pun diasah. Sampah-sampah yang ada mereka kumpulkan dan dimasukkan ke tempat sampah. Makanan yang berceceran pun mereka ambil dan rapikan.




Acara selanjutnya mencari telur paskah yang telah disebar di antara tanaman, semak-semak dan pot di halaman. Kegiatan ini memerlukan ketelitian dan kejelian. Mereka yang bersemangat ada yang mendapatkan 4 telur bahkan lebih, namun ada yang tidak mendapat sama sekali. Mereka yang mendapat banyak membagi telur yang diperoleh untuk teman mereka. Setelah mencari telur, bersama Gereja peserta didik diajak memperhatikan sesama dengan aksi kasih mengumpulkan alat tulis bagi saudara yang membutuhkan. Sedari pagi peserta didik telah mempersiapkan sumbangan sesuai kemampuan mereka. Kegiatan berbagi kasih ini pun berjalan dengan baik dan lancar. Semoga dapat membantu saudara yang membutuhkan. Selain menuruti segala perintahNya, tanda kita mengasihi Allah adalah mengasihi sesama seperti diri kita sendiri dan hidup dalam kasih, Dalem. (Wiwik Lucia)

Tinggalkan Komentar