Tanggal 8 Mei 2021, siswa kelas VI SD Marsudirini St Yoseph Muntilan beserta orang tua melaksanakan rekoleksi secara virtual menggunakan zoom. Namun demikian,mengingat acara ini sangat bermanfaat, bagi siswa yang menghadapi kendala jaringan dapat datang ke sekolah dengan prokes. Bersama dengan Kak Himawan dan Kak Rani dari Michael Catholic Ministry, sebuah pendampingan dengan tema Love, Date and Sex Educations mereka ikuti.
Teknologi saat ini berkembang begitu pesat. Siapa tidak dapat mengikuti perkembangan, maka akan tertinggal. Salah satu hasil perkembangan teknologi yang banyak kita gunakan saat ini adalah Handphone(hp). Hp bukan lagi barang mewah, sudah menjadi kebutuhan bagi kita semua tanpa kecuali. Begitu banyak hal positif yang dapat diperoleh dengan Hp, tapi tak sedikit pula hal negatif yang dapat terjadi jika pengguna Hp tidak menggunakannya secara bijaksana. Pada saat mengerjakan tugas atau mencari informasi, sering muncul penawaran untuk main game atau menonton film. Game yang ditawarkan kadang mengandung kekerasan atau unsur porno. Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita semua. Menurut Kak Himawan, hp seperti pisau. Kalau untuk hal yang positif tentu sangat membantu, tapi pisau dapat juga digunakan untuk kriminal contohnya.
Seiring perkembangan dunia yang semakin pesat, timbul masalah baru yang serius yaitu kecanduan. Di dunia ada beberapa macam kecanduan, diantaranya: game, film porno, narkoba dan gadget. Sebagai contoh, dahulu begitu bangun tidur kita langsung berdoa, kini bangun tidur langsung mencari hp. Kecanduan menyebabkan terjadinya: syndrome, egois, mata rusak, mudah marah, bahkan bisa terkena hukum IT. Kecanduan dapat sembuh dengan adanya keinginan berubah. Bagaimana caranya? Alihkanlah keinginan secara berlebih dengan melakukan hal yang positif seperti melukis, membaca, olah raga atau yang lainnya.
Otak kita dibagian dahi, terdapat PFC (Pre Frontal Cortex) yang membantu manusia membedakan hal baik buruk dan benar salah, membedakan manusia dengan hewan, serta pusat pengambilan keputusan. PFC dapat rusak jika terjadi kecanduan, atau rasa senang yang berlebihan. Pada orang kecanduan, hormon dopamin yang memberi rasa senang, akan membanjiri otak secara berlebihan, sehingga keadaannya menjadi seperti otak yang kecelakaan.
Seperti Bunda Maria yang setia mendampingi Tuhan Yesus Kristus dalam keadaan apapun, Disinilah peran orang tua bagi anak. Orang tua diharapkan untuk :1. Menabur kebaikan. Nenanamkan hal yang baik kepada anak. Jika hal yang baik yang kita tabur, maka akan menuai hal yang baik. Sebagai contoh kalau kita tidak mengajari anak untuk jujur, maka jangan mengharapkan kita mendapatkan anak yang jujur. Dalam Galatia 6:7 ada tertulis, “karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”. jika kita melakukan hal yang jahat, maka hal yang jahat yang akan kita peroleh dalam hidup kita, bahkan sampai anak cucu kita. Maka, sekalimelakukan hal jahat, lakukanlah 10 kali hal yang baik. Ajarkanlah bahasa kasih kepada anak, agar mereka tidak tinggal dalam kepahitan(kecewa, terluka) dan berkat turun atas mereka. 2. Menjadi sahabat. Nikmatilah proses bersama anak. Jangan sampai hp menghilangkan momen bersama anak. Jika terjadi masalah apapun jangan sampai bercerai karena anak membutuhkan kedua orang tua mereka. Mereka ada karena adanya dua orang tua.3. Jangan bedakan anak. Setiap anak adalah istimewa, jangan menilai anak dengan ukuran orang tua, usahakan menjadi teladan bagi anak.
Dalam rekoleksi ini siswa-siswi diajak berkomitmen:
1. Nomor satukan Tuhan, sesama, orang tua dan sekolah
2. Jangan diperhamba oleh barang. Pikirkan berguna atau tidak, membangun atau tidak
3. Password hp orang tua harus tahu
4. Tata krama, sopan santun harus selalu ada
5. Kawan di dunia maya harus kita kenal di dunia nyata
6. Atur jadwal, sekolah harus nomor satu
7. Belajar bijaksana.
8. Lakukan firman Tuhan
9. Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman.
Rekoleksi ini dapat menjadi bahan renungan bagi Anak SD Marsudirini St Yoseph Muntilan, agar menjadi anak yang semakin bijaksana dan berkenan bagi Tuhan. Akhirnya karena Tuhan Yesus Kristus, Sang Emanuel menyertai kita sampai dengan akhir jaman, yang artinya dimanapun kapanpun dalam keadaan apapun Tuhan ada bersama kita, maka lakukanlah yang terbaik yang berkenan bagi Tuhan. Berkah Dalem.






Tinggalkan Komentar