Pagi yang cerah, mentari bersinar hangat mengusir dingin sehabis hujan semalaman. Beberapa burung bercuit tak henti di atas pohon ketepeng yang tumbuh subur di halaman SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan menorehkan harapan hari yang ceria. Lambaian Umbul-umbul warna-warni pun ikut menyemarakkan suasana.
Pagi ini, tanggal 19 Maret 2022, SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan merayakan pesta pelindung sekolah dengan Perayaan Misa Syukur dipimpin oleh Romo Yoseph Didik Hardiyanto, Pr secara virtual. Romo Didik dahulu pernah menimba ilmu di SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan meskipun tidak selesai. Acara spesial ini diikuti oleh peserta didik secara online. Sr. M. Anastasia, OSF selaku penanggungjawab Marsudirini Perwakilan Muntilan hadir bersama Kepala sekolah sekompleks Marsudirini Muntilan dan komite sekolah.Yang spesial kali ini para pegawai SD Marsudirini St. Yoseph yang sudah purna tugas (Pak Dono, Bu Ning, Bu Kundari, Pak Darto, Bu Sri, Pak Marno dan Pak Martanto) turut diundang.


Bu Eri sebagai pembawa acara memandu acara ini dengan baik. Misa syukur diawali dengan lagu “Santo Yoseph yang Menjaga”, yang telah dipersiapkan oleh Bu Nina. Ava bertugas sebagai lektor membacakan Kitab ke-2 Samuel, sedangkan Carol bertugas membaca doa umat. Injil Suci diambil dari Injil Mateus yang mengisahkan tentang Bapa Yoseph. Dalam homilinya Romo Didik mengajak semua warga Marsudirini meneladan Bapa Yoseph dalam hidup di zaman sekarang. Bapa Yoseph yang rendah hati, setia, bijaksana dan tulus hati. Bapa Yoseph tidak pernah disebutkan berkata-kata dalam alkitab namun demikian melakukan tugas dengan baik. Keinginan untuk diakui kadangkala membuat orang melakukan berbagai macam cara, seperti: bersekolah tinggi, merias diri atau mengikuti lomba. Ketika mereka berhasil kemudian diupload dalam media sosial agar diakui keberadaannya. Tak sedikit yang menjadi sakit hati, jengkel, kecewa, ketika telah melakukan segalanya namun tidak berhasil. Jadikanlah segala sesuatu untuk meluhurkan Tuhan. Bukan karena tidak berprestasi atau tidak punya kelebihan, biarlah yang kita lakukan kita arahkan kepada Tuhan. Tidak perlu kita menuntut pengakuan agar tujuan untuk meluhurkan Tuhan tidak luntur, sehingga mendatangkan keselamatan bagi diri sendiri dan semua orang. Kita diajak untuk tidak perlu berkata-kata akan apa yang kita lakukan, namun pekerjaan kita biarlah yang berkata-kata.
Di akhir acara, Sr. Anas mengucapkan terima kasih kepada Romo dan para pensiunan. Beliau berharap agar kotbah menjadi inspirasi untuk meneladan Bapa Yoseph yang rendah hati, setia, jujur. Tak lupa Beliau mendoakan Romo Didik yang kebetulan juga sedang berulang tahun. Teriring doa untuk SD Marsudirini St. Yoseph semakin jaya dan sukses, amiiin. Berkah Dalem.


Tinggalkan Komentar