Info sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • SD MARSUDIRINI ST YOSEPH "Semangat dan sukses"
10 Mei 2023

PENGALAMAN MENYENANGKAN DENGAN PENJELAJAHAN

Rabu, 10 Mei 2023 Kategori : Berita Sekolah

Setelah berulangkali mengalami pergantian kurikulum sejak 1947, kini semenjak Bulan Februari 2022 Mendikbudristek kita meluncurkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka. Salah satu tujuan kurikulum merdeka adalah mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan agar pendidikan di Indonesia bisa seperti di negara maju. Diharapkan dengan kurikulum merdeka peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara bebas karena kurikulum ini dibuat sederhana dan fleksibel sehingga pembelajaran akan lebih mendalam.

 Kurikulum mendeka memiliki tiga keunggulan, yaitu pertama, berfokus pada materi esensial(materi yang berkelanjutan dan ada di semua jenjang lanjutan) sehingga pendalaman dan pengembangan kompetensi lebih menyenangkan. Yang ke-dua, di dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik dan guru bebas untuk mempelajari hal yang diminati. Guru mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan pelajar. Jadi sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum. Yang ke-tiga, mengembangkan karekter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila di dalam kurikulum merdeka. Pembelajaran melalui kegiatan proyek  penjelajahan atau pencarian hal-hal yang baru terjadi.

Proyek di dalam Kurikulum Merdeka, disebut P5 yang merupakan salah satu inovasi atau gagasan baru. P5 merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sistem pembelajaran P5 bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik dengan mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar melalui lima aspek utama, yaitu: potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial. P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang dibentuk untuk pemuliah pembelajaran selama 2022 sampai 2024. Dengan P5 akan ditemukan jawaban atas pertanyaan mengenai peserta didik dengan kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia.

SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan melaksanakan P5 di semester Gasal bagi kelas 1 dan kelas IV mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Peserta didik kelas I melakukan pengamatan dan memilah jenis sampah di Lapangan Pastoran. Sampah sangat berbahaya namun dapat dimanfaatkan kembali. Setiap manusia pasti menghasilkan setiap harinya. Peserta didik kelas I diajak mengenal sampah organik atau sampah yang bisa terurai oleh alam maupun sampah anorganik yang tidak dapat terurai namun dapat setelah dipilah dengan benar dan diolah dapat menjadi kompos atau produk baru yang bermanfaat dan memiliki nilai guna serta nilai guna seperti gayung, ember, panci, nampan dan yang lainnya.

Peserta didik kelas IV pada tanggal 9 Septermber 2022 mengolah sampah basah dan bersih dengan cara membuat Ecoenzym. Narasumber Suster Gerda, Suster Kepala SD Marsudirini St. Yoseph yang sangat peduli dan mencintai lingkungan. Bersama para guru, peserta didik membersihkan, memotong sampah organik dari sayur dan buah dicampur dengan daun pandan dan bunga kamboja. Setelah itu dicampur dengan gula merah dan air dengan perbandingan 3sampah:1gula:3air. Setelah tiga bulan, yaitu pada tanggal 9 Desember dilaksanakan panen ecoenzym. Bau cairan yang dihasilkan sangat harum dan dapat digunakan sebagai wewangian dan pembersih kerak di wc atau membersihkan lantai. Ampasnya dapat dibuat wewangian dimasukkan ke dalam bantal atau untuk pupuk tanaman.

Sekitar Bulan Februari 2023, peserta didik kelas I melakukan kegiatan menanam ketela pohon bersama Suster Gerda untuk menambah pengetahuan mereka. Pak Tiyok membantu mereka mempersiapkan batang pohon ketela yang akan di tanam. Peserta didik sangat antusias mendengar dan melihat penjelasan Pak Tiyok. Bagaimana meruncingkan batang di posisi yang benar jangan sampai terbalik. Mereka menanam pohon ketela sekitar 50 batang dengan gembira. Setiap peserta diajak bekerjasama dan taat untuk tidak menginjak tanah yang sudah digunduk untuk menanam ketela pohon supaya tidak merusak batang yang sudah ditanam dan membuat tanah menjadi keras.

Bersamaan dengan peringatan Hari Kartini tanggal 29 April 2023  kemarin, melanjutkan proyek P5 mengambil tema kearifan lokal, Peserta didik kelas I dan kelas IV membuat makanan dari bahan ketela pohon. Dengan dibantu bapak ibu komite sekolah peserta didik kelas 1 membuat sate singkong, sedangkan kelas IV membuat cemplon aneka rasa isi. Rasanya enak, dan yang pasti sangat menyenangkan karena merupakan olahan pribadi. Mereka dapat belajar bekerjasama dan saling menghargai. Semangat!

Tulisan Lainnya

Oleh : SD Marsudirini

Lahan Basah Si Ginjal Bumi

Oleh : SD Marsudirini

Memupuk Iman Cinta Tuhan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Alamat

SD MARSUDIRINI ST YOSEPH MUNTILAN

Jalan Kartini no 14-16 Muntilan, Magelang 56411

Tlp : (0293) 585229

Email : sdstyosephmtl@gmail.com

Pengumuman

Diterbitkan :
Misa Perayaan Pelindung SD Marsudirini St. Yoseph
Mari ikut memeriahkan perayaan misa pelindung SD Marsudirini St. YosephSabtu, 19 Maret 2022
Diterbitkan :
Lomba Literasi Bulan Bahasa dan Sastra
Diterbitkan :
Seleksi Kompetensi Sains Nasional Jenjang Sekolah Dasar