Setelah dilaksanakan kegiatan Pra MPLS bersama Guru dan kepala sekolah pada tanggal 15 Juli 2023 di aula Marsudirini, hari ini tanggal 17 Juli 2023 adalah hari pertama peserta didik masuk sekolah setelah liburan semester dan hari pertama MPLS(Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Pagi nan cerah secerah wajah seluruh warga SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan di. Matahari bersinar hangat menyapa alam semesta. Para Guru dan Karyawan semuanya berangkat ke sekolah lebih awal untuk menyambut peserta didik. MPLS dilaksanakan mulai dari tanggal 17, 18, 20 dan 21 Juli 2023 . Tema MPLS tahun 2023 adalah We are Incredible. Incredible merupakan kepanjangan dari In: Independent (Mandiri), Cre: Creative(kreatif), Di: Discerning(cerdas), Bl: Blissful(penuh kebahagiaan, dan E: Enthusiastic(antusias).
Pelaksanaan MPLS tahun pelajaran ini sangat spesial karena sekolah sedang direnovasi, sehingga MPLS dilaksanakan di Biara St. Fransiskus Asisi Muntilan. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh warga SD Marsudirini St. Yoseph untuk berkegiatan dengan baik. Pada hari pertama MPLS Peserta didik hari memakai seragam sekolah putih merah. Suster Kepala Sekolah, Sr. Gerda, OSF memakaikan topi sebagai lambang siswa kelas I diterima bersekolah di SD Marsudirini St. Yoseph dan kemudian dilanjutkan pemakaian mahkota kelas oleh guru kelas I yaitu Bu Dewanti dan Bu Eri. Acara dilanjutkan dengan perkenalan guru, karyawan, suster kepala sekolah serta visi dan misi sekolah.

Di hari ke-2 MPLS, seperti biasa diawali dengan renungan, dilanjutkan dengan senam, menyanyi, dan fun games nilai P5. P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Tanggal 20 Juli 2023, MPLS hari ke-3 diadakan saresehan tentang bullying dan pembuatan yel-yel tentang bullying. Bullying adalah tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, baik pribadi maupun kelompok kepada mereka yang lebih lemah untuk menyakiti dan dilakukan terus menerus. Agar lebih mudah dipahami para peserta didik, dikemaslah sebuah drama musikal tentang bullying yang dimainkan oleh para guru.

Pada hari terakhir MPLS peserta didik bermain bersama teman dengan mainan tradisional yang dibawa dari rumah dan menonton talenta teman. Ada tari Sidol, dimainkan oleh Betrice, Celyn, dan Aiko. Tari Sidol ini pernah menjadi juara ke-dua dalam FLS2N Kecamatan Muntilan. Tari Gedruk oleh Anno dan kawan-kawan. Tari Gedruk atau tari rampak buto adalah jenis kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Magelang dan sekitarnya. Gedruk sendiri artinya menghentakkan kaki pada tanah. Tari Gedruk menggambarkan kemarahan raksasa atau buto. Ivana tampil dengan talenta Bahasa Inggrisnya. Dia membaca tulisan Bahasa Inggris dengan baik dan lancar. Terakhir ada tampilan menyanyi oleh Alea. Alea pernah menjadi juara dua menyanyi tunggal FLS2N Kecamatan Muntilan 2023.
MPLS ditutup dengan acara mengunjungi kelas-kelas, tata usaha dan kantin untuk memperkenalkan peserta didik baru dengan semua bagian yang membantu proses pembelajaran serta perkenalan. MPLS tahun 2023 berjalan dengan baik dan lancar. Selamat datang peserta didik baru, mari berproses bersama dan jadilah insan yang berkarakter Pancasila serta semakin mencintai SD Marsudirini St.Yoseph. Berkah Dalem.
Tinggalkan Komentar