Air merupakan sumber kehidupan semua makluk hidup yang hanya ada di Bumi. Meskipun kelihatannya remeh temeh bahkan kadangkala dibuang percuma, tanpa air semua makluk hidup akan mati. Coba kalian bayangkan Bumi tanpa air! Bumi akan gersang dan mengerikan penampakannya. Bumi tidak lagi terlihat hijau segar dan indah. Tanaman akan mati dan karbon dioksida yang biasanya diubah menjadi oksigen dalam proses fotosintesisnya tak dapat lagi dilakukan sehingga Bumi mudah menghangat. Gunung menjadi gundul tanpa tanaman dan jurang kelihatan curam. Lautan akan menghilang sehingga Bumi memanas karena tak ada lagi yang memerangkap energi panas di dalam atmosfir planet karena efek rumah kaca. Tidak ada lagi kolam, danau, laut, air terjun dan unsur air yang lainnya. Tidak akan ada awan yang terbentuk sehingga tidak ada hujan. Pendeknya tidak ada lagi kehidupan di Bumi.

Unsur bumi paling besar adalah air. Tiga per empat dari Bumi berisi air yang berada di permukaan bumi berbentuk cair atau pun salju dan di dalam lempengan bumi atau di dalam tanah. Apa itu air? Air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang sangat diperlukan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Air merupakan benda cair yang biasa terdapat di sumur, sungai, danau dan tampungan air lainnya. Air akan mendidih pada suhu 100o C dan membeku pada suhu 00C. Satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Rumus kimia dari air adalah H2O. Molekul air sangat kecil, dengan garis diameter sekitar 3 A (0,3 nm atau 3×10-8 cm). Meskipun sangat kecil, tanpa air semua makhluk hidup akan binasa. Total air bersih yang kita gunakan untuk keperluan hidup sehari-hari 2,5 persen dari seluruh air di bumi. Tubuh manusia sendiri terdiri dari air sekitar 60% sampai 70%. Total jumlah air di Bumi jika diibaratkan sebuah bola sekitar 1.386.000.000 kilometer kubik (km3) dengan berdiameter sekitar 1.385 kilometer. Sedangkan air tawar di Bumi jika diibaratkan sebuah bola yang lebih kecil dengan volume bola sekitar 10.633.450 km3 berdiameter sekitar 272,8 kilometer berada di dalam tanah, rawa, sungai, dan danau.
Manusia mempergunakan air untuk keperluan sehari-hari seperti: memasak, minum, mencuci, mandi, olah raga, rekreasi dan lain sebagainya. Meskipun dipergunakan secara terus menerus, jumlah air tetap karena adanya siklus alami air yang terus terjadi. Bagaimana siklus air terjadi? Pada awalnya lautan, danau atau tampungan air yang lain menguap karena terkena panas matahari dan melalui berbagai proses jatuh kembali ke Bumi dalam bentuk air atau salju. Luas wilayah Negara Indonesia 60 persennya adalah perairan dan hanya 2,5 persen merupakan sumber air bersih, selebihnya adalah air laut yang tidak dapat digunakan oleh manusia karena terlalu asin. Saat ini 56 persen sungai di Indonesia sudah tercemar, sehingga penduduk yang berada di kota besar memiliki persoalan air bersih yang akut. Populasi manusia yang terus meningkat, permintaan di sektor pertanian maupun sektor industri serta perubahan iklim saat ini menjadi ancaman dan mempercepat proses kelangkaan air bersih baik secara jumlah maupun kualitas.
Mengingat pentingnya air, PBB(Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tahun 1992 saat konferensi PBB tentang lingkungan dan pembangunan di Rio de Jeneiro Brasil berlangsung, mengadopsi resolusi Nomor 147/1993 dan menetapkan tanggal 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia. Hari Air dirayakan pertamakali pada tahun 1993 sampai sekarang. Kepedulian akan air terus berkembang sampai skala internasional melalui berbagai kerjasama. PBB yakin air merupakan kunci untuk pengentasan kemiskinan, perkembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan. PBB bersama seluruh anggota PBB gencar mensosialisasikan tentang Hari Air sedunia ini melalui kegiatan nyata. Pada tahun 2003, Komite Tingkat Tinggi PBB meresmikan United Nation Water (UN Water)guna mengkoordinasi tindakan maksimal seluruh sistem berdasarkan Deklarasi Milenium dan KTT Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan. Lingkup pekerjaan UN Water mencakup semua aspek dari permasalahan air tawar di permukaan dan sumber daya air tanah juga laut. Kualitas dan kuantitas sumber air tawar, pengembangan, manajemen, pengawasan, penilaian dan penggunaan, sanitasi, bencana yang berhubungan dengan air, keadaan darurat dan ekstrim serta pengaruh dan akibatnya terhadap keamanan kehidupan manusia juga menjadi cakupan lingkup pekerjaan UN Water. Banyak kegiatan kerjasama tingkat internasional dilaksanakan dalam rangka peduli terhadap masalah air. Kepedulian terhadap masalah air terus berkembang dalam kegiatan lainnya, seperti Tahun Kerjasama Internasional di Bidang Air pada 2013 dan Dekade Aksi Internasional tentang Air untuk Pembangunan Berkelanjutan yang dimulai pada 2018 sampai 2028 mendatang.
Menurut laporan data World Meteorological Organization sebagian besar negara tidak siap menghadapi krisis air. Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa pasokan air dari sumber air di permukaan, seperti: air tanah, salju dan es telah menurun sekitar satu sentimeter per tahun dalam dua tahun terakhir. Mengingat hal tersebut, sangat penting bagi kita untuk menjaga ketersediaan air bersih. Pemakaian air secara sembrono, seperti memompa air tanah untuk mengairi sawah maupun industri harus dihindari. Beberapa tindakan lain yang membahayakan ketersediaan air seperti pemotongan pohon secara liar, pemakaian pupuk dan pestisida yang kurang dikontrol, membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi. Pernahkah kalian makan tidak habis? Hal sepele ini ternyata mengganggu kelestarian alam. Sampah makanan akan membusuk dan memberikan efek rumah kaca. Kita harus meminimalkan pembuangan makanan dengan memelihara hewan sehingga makanan sisa dapat langsung dimakan hewan. Sisa sayuran dan buah pun dapat diolah menjadi ecoenzym yang banyak manfaatnya. Ketersediaan air bersih juga mudah terancam karena air merupakan pelarut terbaik semua zat. Kita harus mencegah bahan kimia fosfat dan nitrat masuk ke dalam badan air, disebut eutrifikasi dengan mengontrol penggunaannya. Bahan kimia tersebut dapat mendorong tumbuhnya alga atau ganggang di kolam, danau bahkan tampungan air. Ganggang atau alga mengurangi oksigen dalam badan air. Jika orang mengkonsumsi air yang tercemar dapat menderita sakit tifus, kolera, hepatitis, diare bahkan kematian. Hewan yang mengkonsumsi air tercemar pun akan mati dan mengakibatkan rantai makanan terganggu.
Bangsa Indonesia memiliki seseorang yang sangat peduli akan keberlangsungan air dan lingkungan. Beliau adalah Bapak Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang patut menjadi teladan kita. Bapak Maruli Simanjuntak adalah seorang Tentara Nasional Indonesia. Beliau pernah bertugas di pangdam IX/Udayana (2020-2022) dan kini di Pangkostrad. Bapak Maruli disebut Bapak Air Indonesia. Beliau telah membangun setidaknya 150 titik sumur di wilayah yang kesulitan air bersih di daerah NTT. Di sana beliau disebut Jenderal Air.
Menjaga ketersediaan air dapat dilakukan dengan melestarikan air berbasis daerah aliran sungai dan memperkaya keanekaragaman hayati dengan penanaman pohon secara berkelanjutan seperti yang dilakukan oleh SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan beberapa waktu yang lalu di Imatuka Gemer sebagai bentuk kepedulian kepada alam. Secara pribadi setiap orang harus menerapkan perilaku hemat air dengan menggunakan air secukupnya. Mencuci tangan dengan tidak membiarkan kran mengalir terus menerus padahal tidak kita gunakan. Basahi tangan, tutup kran air kemudian ambil sabun dan gosok tangan dengan sabun setelah itu baru membuka air kembali untuk membersihkan tangan secara sempurna. Atau saat menggosok gigi, ambil air untuk berkumur kemudian tutup kran air lalu menggosok gigi hingga bersih baru membuka kran air kembali dan membersihkan mulut kita secara sempurna. Saat mengguyur air di dalam toilet setelah kita buang air kecil atau air besar pun tidak boleh berlebihan. Banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk menghemat air bersih. Air yang menetes pun jika dibiarkan akan menyebabkan pemborosan air. Kalian peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph yang cerdas dan berkarakter, tentu dapat menambahkan sendiri, hal apa yang dapat dilakukan untuk menghemat air. Berkah Dalem. (Wiwik Lucia)
Tinggalkan Komentar