Irama musik ritmis menggema mengiringi nyanyian lagu dolanan. Sayup-sayup nyayian itu terdengar kompak, namun tiba-tiba terhenti dan disusul suara gelak tawa. Siapa mereka? Ternyata… mereka peserta didik SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan yang sedang berlatih untuk tampil di Armada Town Square dalam rangka hari ulangtahun ke-2 Sanggar Bumi Retawu dibimbing oleh Pak Untung, Bu Eri dan Bu Nina.
Sanggar Bumi Retawu adalah sebuah sanggar yang membimbing kawula muda untuk belajar dalang dandidirikan oleh seorang dalang yang bernama Ki Susanto Sadewo sebagai bentuk kepedulian beliau akan dunia seni pewayangan. Ki Susanto Sadewo berasal dari Muntilan dan alumni SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan. Untuk memeriahkan ulang tahun sanggarnya, beliau menggandeng Kompleks Marsudirini Perwakilan Muntilan terdiri dari perwakilan sekolah TK Theresia Marsudirini, SD Marsudirini St. Yoseph, SMP Marganingsih Marsudirini dan SMA Marsudirini untuk tampil.
Kesempatan baik ini tentu tidak disia-siakan. Masing-masing unit mengirimkan wakil untuk tampil di Atrium Artos Mall Magelang. Pagelaran mengambil tema, ”Marsudirini Membumi untuk Menggema”. Tujuan acara ini untuk memperkenalkan dan mendekatkan Marsudirini ke wilayah masyarakat luas melalui budaya dan menyatakan bahwa Marsudirini yang berkarya di ladang pendidikan ikut melestarikan budaya bangsa dalam pembentukan karaker peserta didik. Diharapkan dengan memiliki jiwa seni, peserta didik menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, berjiwa sosial, peduli dan mau merangkul sesama serta tidak mudah menyerah.


Hari yang ditunggu pun tiba. Segala sesuatu dipersiapkan dengan teliti. Acara dimulaipukul 17.00 WIB namun sejak pukul 13.00 WIB peserta didik telah datang untuk dirias. Setelah siap, rombongan mengular meninggalkan sekolah dengan diiringi hujan yang belum reda. Semua nampak begitu ceria di dalam mobil. Mendekati bangunan Artos, nampak Theona, siswi kelas VI khusuk berdoa. Terselip rasa kagum, Peserta didik kami tak hanya cerdas, pintar, namun rendah hati dan tetap mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya. Adapun Gadhing Daneswara siswa kelas II SD Marsudirini St. Yoseph yang juga seorang dalang cilik asuhan Ki Susanto Sadewo bersama temannya yang bernama M. Krisna Aditya telah ikut mendalang secara bergantian bersama Ki Susanto Sadewo sejak pagi. Pagelaran wayang yang dimainkan berjudul “Rama dan Shinta”.
Tampilan Marsudirini diawali sebuah tembang “Anoman Obong”, yang dinyanyikan oleh Theona dengan sangat baik. Tampilan selanjutnya dari TK dan dilanjutkan tampilan dari SD berupa dolanan bocah yang bercerita tentang SD Marsudirini dengan berbagai kegiatannya seperti: geguritan oleh Abim, mendongeng oleh Areta, story telling oleh Alea dan Valeri yang kemudian diterjemahkan oleh Alan, disusul menari. Untuk menari ada dua tarian, yaitu Tari Gedruk yang dimainkan oleh Marvel, Anno, Glen, Vian dan Brian dalam asuhan Bu Rina Ambarsari. Tari Candik Ayu oleh Ara dan Tiris.Mereka yang bermain sebagai prolog adalah Samuel, Kenzi, Lita, Lila dan Audrey. Setelah pertunjukan dari SD, dilanjutkan tampilan dari SMP dan SMA yang juga tak kalah bagus.
Pertunjukan berjalan denga lancar tanpa halangan dan rintangan yang berarti. Perjuangan memang tidak mengkhianati hasil. Meskipun masih terdapat kekurangan karena waktu berlatih yang sangat singkat, namun dapat dikatakan berhasil. Artikel tentang Gading dalang cilik kami pun menghiasi koran Kedaulatan Rakyat yang semakin menambah syukur kami kepada Tuhan atas berkatnya. Itulah sekelumit cerita tentang Marsudirini kami tercinta. Jayalah selalu Marsudirini!
Tinggalkan Komentar