Meskipun Mendung merata di langit dan mentari enggan bersinar, namun keceriaan terpancar di wajah seluruh warga SD Marsudirini St. Yoseph Muntilan. Dikarenakan tanggal 21 April Perayaan Hari Raya Idul Fitri, maka kami memperingati Hari Kartini pada Hari ini, 29 April 2023. Semua warga SD Marsudirini St. Yoseph memakai baju profesi sesuai dengan cita-cita mereka. Untuk memudahkan saat parade nanti, barisan dibentuk berdasarkan pemetaan profesi. Peserta didik masuk barisan menurut profesi mereka dengan dipandu Bu Eri. Ada yang ingin menjadi guru, tentara, polisi, entertainment, biarawan, bahkan petani.

Setelah semuanya siap Bu Septi yang pada saat itu memakai baju pegawai proyek memimpin apel pagi. Doa dipimpin oleh Ava siswa kelas VI, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Bu Septi kemudian memanggil Bu Santi yang berkostum pesulap untuk menemaninya menjadi pemandu acara. Dengan triknya Bu Santi memukau seluruh peserta apel pagi dengan tampilan memindahkan karet dari jari telunjuk dan jari tengah berpindah ke jari manis dan jari kelingking dalam waktu 2 detik. Keren sekali kan?

Dalam acara ini, kami undang Kebaya Foundation untuk memperkenalkan kain dan kebaya khas Indonesia bersama Kakak Cici, Kakak Hersi dan Kakak Yosi. Peserta didik diperkenalkan dengan berbagai macam kain untuk padu padan kebaya. Ibu Kartini adalah Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia agar setara dengan pria. Wanita dapat bersekolah dan bekerja seperti pria. Para wanita harus dapat bekerja dengan cekatan. Pemakaian pakaian dengan kain yang ketat seperti zaman R. A. Kartini sangat tidak memungkinkan untuk bergerak dengan cepat. Agar nyaman dalam beraktivitas pemakaian kain paduan kebaya sebaiknya dibuat senyaman sehingga tidak mengganggu pekerjaan dan tetap tampil cantik.

Acara selanjutnya belajar bersama Bapak Kapolsek Muntilan yaitu Bapak Muhamad Thohir. Bersama Bapak Thohir peserta didik mengenal tugas-tugas polisi untuk menjaga keamanan. Selain menjaga lalu lintas, bagi mereka yang melanggar dan mengancam keamanaan masyarakat seperti pencuri, penimbun petasan, berkendara tidak tertib, berkelahi, korupsi dan lain sebagainya akan ditindak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ternyata cukup banyak peserta didik yang tertarik untuk menjadi polisi, semoga berhasil!

Setelah mengenal tentang profesi polisi, Peserta didik bersama-sama melaksanakan kirab sesuai dengan peta profesi. Peserta didik bersemangat mengikuti acara ini. Setelah kirab, bersama dengan Kak Arya dan temannya peserta didik belajar membuat hiasan dari bahan janur atau daun kelapa muda. Bersama komite peserta didik juga belajar menghias nampan dari bambu(tedo) dengan daun pisang. Ada yang dibuat hiasan keris, pecut dan masih banyak lagi. Sebagai acara penutup, diadakan acara dilanjutkan dengan berbagi dan peduli sesama. Semua warga sekolah pesta jajan pasar. Jajanan dibawa oleh peserta didik yang masing-masing membawa dua buah makanan, satu untuk diri sendiri dan satunya untuk teman. Secara keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar. Semangat! Wiwik
Tinggalkan Komentar